Anak VS Orang Tua

Pernah gak sih kalian mengalami saat dimana keputusan yang kalian ambil tidak sejalan dengan kehendak orangtua kalian..? padahal kita selaku anak yang akan menjalaninya. Banyak hal yang terkadang seorang anak harus menuruti kemauan orang. Misalnya saja saat lulus SMA, masih terdapat orang tua yang mengharuskan anaknya untuk masuk ke jurusan tertentu atau bahkan universitas tertentu. Padahal belum tentu bakat dan minat si anak sesuai dengan pilihan orang tua.

Begitu juga dalam hal asmara si anak. Memang tidak semua orang tua yang melarang anaknya berpacaran dengan orang-orang tertentu. Namun masih ada loh orang tua yang menetapkan kriteria khusus sebagai calon menantunya. Tidak ada orang tua didunia ini yang ingin anaknya hidup menderita dan susah. Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Namun justru terkadang keinginan orang tua tersebut terkesan maksa dan membebani si anak. Anak berada diposisi yang serba salah. Kalau melawan, si anak di cap sebagai anak durhaka. Kalau gak melawan terpaksa harus berkorban perasaan demi membuat senang orang tua.

Ada beberapa sahabat saya yang bercerita mengenai hal yang saya deskripsikan diatas. Sebut saja namanya Alfa. Alfa berasal dari keluarga yang cukup berada. Ayah dan ibunya adalah Pegawai Negeri di instansi pemerintahan. Kakak dan adiknya adalah karyawan Bank pemerintah daerah di Palembang. Sedangkan Alfa sendiri bekerja sebagai PNS. Alfa sudah empat tahun ini menjalin hubungan dengan seorang gadis, sebut saja namanya Dara. Dara sendiri saat ini bekerja disalah satu perusahaan swasta terkenal. Sayang hubungan keduanya tidak direstui oleh ayahnya Alfa. Alasannya sih karena dara bekerja di perusahaan swasta dan sang ayah mau menantunya kelak adalah seorang PNS. Diawal hubungan keduanya dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya Alfa. Saat sang ayah tahu bahwa Alfa menjalin hubungan dengan Dara, sontak hal ini membuat sang ayah berang. Dengan segala keegoan sang ayah berupaya memisahkan hubungan keduanya. Bahkan pernah terlontar kalimat bahwa Alfa tidak akan mendapat warisan dari sang ayah bila ia tetap menjalani hubungan dengan Dara. Alfa dan Dara harus berjuang keras untuk mempertahankan hubungan mereka. Jatuh bangun sudah mereka lalui. Memang saat ini Dara sudah bisa diterima dikeluarga Alfa walaupun belum sepenuhnya tapi mereka yakin bahwa apa yang telah mereka lalui akan berbuah manis. Kalau difikir memang alasan ayahnya Alfa gak Logis. Apakah pekerjaan menjamin seseorang untuk bahagia? Apakah orang yang bekerja diperusahaan swasta nasibnya lebih buruk dibanding mereka yang bekerja sebagai PNS…?

Setali tiga uang dengan kisah Alfa, sahabatku yang lain berkisah hal yang sama. Sebut saja namanya pipit. Sudah hampir delapan tahun menjalin hubungan dengan seorang pria yang tidak direstui oleh orang tuanya. Awalnya karena orang tua pipit tidak setuju, lalu alasan semakin dibuat-buat, mulai dari sang kekasih belum lulus kuliah sampai alasan bahwa calon mantunya harus bekerja diperusahaan besar/ternama. Yang dilalui pipit dan kekasih nya sangatlah berat. Diawal hubungan mereka, untuk memisahkan keduanya orang tua pipit sengaja memberikan paket jalan-jalan dan tambahan kartu kredit ke pipit asalkan dia tidak berhubungan lagi dengan kekasihnya. Tapi semuanya ditolak oleh pipit. Sebenernya kekasih sahabatku ini anak yang baik dan gak neko-neko, yang pasti dia memiliki niat serius untuk menjaga pipit. Sampai sekarang ia memenuhi segala keinginan orang tua pipit agar ia bisa diterima seutuhnya dikeluarga pipit. Bahkan ia rela pindah kepapua untuk bekerja disalah satu perusahaan pertambangan terbesar didunia. Selama dua tahun ia akan berada disana dan tidak kembali ke Jakarta. Dan tanpa diketahui oleh orang tuanya pipit, sang kekasih mensupply keperluan sehari-hari keluarga pipit. Menurut saya inilah pengorbanan terbesar seorang pria untuk mempersunting seorang gadis.

Saya yakin, kedua sahabat saya diatas akan mengakhiri kisahnya dengan indah. Kisah yang mereka lalui dengan liku yang tajam dan juga curam. Hati orang tua memang seperti batu karang, yang apabila terus menerus ditetesi air maka akan luluh juga. Dan pembuktian keseriusan itulah yang harus ditunjukan kepada orang tua.

About these ads

4 comments

  1. he…he…he..he rusuh ya,
    dilema, bingung mau bertindak apa,
    sepertinya karena orang tua terlalu banyak nonton sinetron..
    semoga yang terbaik untuk semua pihak,,
    kalau bisa ya, tetap mengutamakan keluarga, apalagi orang tua..
    pasangan adalah orang yang baru kita kenal setahun dua tahun, tapi orang tua mereka lah yang telah mendidik kita,,,
    saat kita jatuh cinta, biasanya gak akan pernah mendengarkan apa kata logika ,terbutakan oleh asmara
    coba berpikir apa yang akan terjadi 5 tahun, 10 tahun ataupun 15 tahun ke depan..
    feeling orang tua gak pernah salah :)

  2. dalam hidup memang banyak kejadian seperti ini. orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. mungkin persepsi mereka salah yang lebih mengutamakan pekerjaan sang calon menantu dibandingkan dengan kecantikan, keturunan, dan agamanya. kalau menurut saya sih, ngga salahnya menuruti keinginan orang tua jika memang jodoh yang diinginkan itu sesuai dengan hadits rasulullah, yaitu dilihat dari kecantikan, keturunan, dan agamanya. yang paling penting adalah agamanya. selain itu juga kita harus berdoa kepada Allah kalau memang itu yang terbaik untuk kita maka mintalah padaNya untuk mendekatkan kita dengan orang yang dijodohkan tersebut, jika tidak maka mintalah agar Allah memberikan yang terbaik untuk kita. karena bisa jadi pacar sekarang bukanlah yang terbaik untuk kita, dan sebaliknya

    1. iya memang orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya… selama pilihan orang tua masih berdasarkan agama yah bukan pekerjaan si calon mantu. tp dalam case sahabat saya ini,, org tua mereka lebih memilih kepada pekerjaan… :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s