Month: April 2012

Nyeruit, Salah Satu Bentuk Kebersamaan Masyarakat Lampung

Bagi masyarakat diluar provinsi Lampung, kata seruit merupakan kata yang asing dan jarang didengar. Seruit sendiri boleh dibilang sebagai salah satu panganan walaupun sebenarnya ia masuk kedalam jenis sambal. Seruit adalah campuran dari sambal terasi, daging ikan pepes/bakar, sayuran seperti terong rebus, juga jeruk sambal yang diaduk menjadi satu. Bahkan ada juga yang mencampurkan buah durian ataupun tempoyak (durian yang difermentasi) kedalam adonan sambal tadi. Seruit biasanya dimakan dengan nasi putih yang masih panas ditambahkan dengan lalapan segar dan lalapan rebus seperti daun singkong, daun kemangi, pete dan lain-lain. Bagi orang yang tidak terbiasa, rasanya mungkin aneh karena merupakan kombinasi dari rasa pedas, asam, manis. Pokoknya rasanya campur-campur. Seruit merupakan makanan rumahan, dan akan sangat jarang bila kita temui dirumah makan khas Lampung.

Yang unik dalam memakan makanan ini adalah karena saat memakannya dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga, sahabat, teman kerja ataupun orang-orang dekat. Karena justru kenikmatan makanan ini akan lebih terasa bila dimakan secara bersama dibandingkan dimakan sendiri. Oleh karena itu, kata nyeruit muncul untuk menggambarkan moment memakan seruit secara bersama-sama. Jadi boleh dibilang bahwa nyeruit adalah salah satu bentuk kebersamaan masyarakat Lampung.

Karena saya adalah orang Lampung asli, (walaupun sebenarnya saya gak jago berbahasa Lampung), saya sudah terbiasa dengan nyeruit. Bahkan ketika kuliah di Jakarta, Keluarga saya yang di Bekasi sengaja meluangkan waktu untuk nyeruit dihari minggu. Biasanya kakak saya mengundang saudara-saudara kami yang ada di Jakarta dan Tangerang untuk nyeruit bareng. Nyeruit bisa dijadikan ajang kumpul dan kebersamaan dan juga mengobati rasa kangen akan kampung halaman.

Nyeruit juga biasa dilakukan dirumah saya yang di Lampung. Biasanya dilakukan setelah lebaran. Momentnya pas banget karena biasanya banyak kerabat dari luar kota yang mudik kekampung halaman. Biasanya sebelum sanak famili kembali ke kota, keluarga selalu kumpul dirumah saya, hal ini karena ayah saya dituakan dalam keluarga. Jadi paman dan bibi pasti berkumpulnya dirumah. Kalau sudah ramai seperti ini biasanya nyeruit jadi makin asik dan menyenangkan. Makanpun bisa jadi lahap. Dan satu lagi yang menarik dari tradisi nyeruit adalah makannya bukan dimeja makan, tapi secara lesehan.

Nyeruit bukan sekedar makan bersama, tapi ini adalah salah satu bentuk kebersamaan yang boleh dibilang sudah mulai memudar karena terbentur kegiatan masing-masing personal. Nyeruit juga merupakan ajang silaturahmi antar keluarga, sahabat ataupun kolega. Hakikat dari nyeruit adalah nilai kebersamaan yang dirasakan cukup mahal dizaman sekarang, kebersamaan yang tidak bisa dinilai dengan uang, kebersamaan yang dapat memperat hubungan antar individu. Saya sangat setuju sekali apabila tradisi ini terus terpelihara ditengah kikisan budaya luar.

Advertisements

Lama Tak Bersua

Hello….. Apa kabar semua. Bagaimana weekend kalian? Semoga menyenangkan yaah. Akhir pekan ini aku habiskan waktu di Jekardah. Kebenaran ada meeting dari kantor yang mengharuskanku untuk bertandang ke Jakarta. Jakarta masih sama dengan segala hiruk pikuknya, masih belum beranjak dengan kemacetannya yang semakin menggila. Dan Jakarta selalu bergerak dengan dalam roda dinamika yang terasa tak pernah berhenti berputar. Kota ini masih sama seperti empat tahun lalu saat aku meninggalkannya. Yang berubah hanyalah gedung-gedung baru yang kian bertambah dari waktu kewaktu.

Kunjunganku ke Jakarta kali ini menemukanku dengan beberapa orang yang sudah lama tidak aku jumpai. Inilah mereka :

  1. Makwo Wenni

    Orang pertama yang aku temui adalah Makwo Wenni. She is more than just a friend, she’s like my sister. Aku dan Makwo dulu satu kantor, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk mengejar mimpinya di Jakarta dan pindah keperusahaan lain. Aku dan teman-temanku dari Palembang bertemu dengan Makwo Wenni di Atrium Senen. Bertemu dengannya sangat menyenangkan. Sudah hampir setahun kami tidak bertemu. Banyak hal yang terjadi sore itu. Kami membuat rusuh tempat kami makan. Karena kami tertawa dengan suara keras. Ditambah lagi kami berbincang menggunakan bahasa Palembang. Sore yang sempurna untuk arti sebuah persahabatan. Pukul setengah sembilan malam kami kembali ke Hotel dengan naik angkot M01 jurusan Senen-Kampung Melayu. Terakhir kali aku naik angkot ini ketika kuliah. Sekitar lima atau enam tahun lalu. Tampak seperti napak tilas perjalanan mengenang masa-masa kuliah. Hehehhee. Pertemuan dengan makwo malam ini berakhir dengan penuh keceriaan.

  2. Yunda

    Aku sangat excited dimeeting kali ini. Walau jadwal meeting yang cukup padat namun aku akan bertemu dengan beberapa sahabat lama yang sudah bertahun-tahun tidak bersua. Menjelang meeting, aku sudah buat janji dengan sahabatku Yunda agar kami bisa bertemu dibandara. Aku bertemu Yunda pertama kali ketika kami sama-sama dalam proses seleksi penerimaan karyawan baru dikantorku sekitar lima tahun lalu. Saat training kami sudah sering sama-sama sehingga aku dan dia sangat dekat. Yunda sekarang tinggal dimedan dan dia sudah menikah. Kebenaran dia juga membawa anaknya turut serta. Wah aku semakin tidak sabar untuk bertemu dengan Yunda dan baby Raisha. Tapi karena satu dan lain hal, Yunda tiba di Jakarta sore hari, sedangkan aku sudah sampai sekitar jam tiga sore. Kamipun memutuskan untuk bertemu malam harinya. Namun ternyata ketika aku kembali ke Hotel, Yunda dan teman-teman dari daerah lainnya sedang keluar. Dan mereka kembali ketika sudah larut malam sehingga malam itu aku aku tidak bertemu dengannya.

    Keesokan hari aku bertemu Yunda ditempat makan. Seperti biasa suaranya yang khas seperti suara anak-anak kegirangan. Kami hanya berbincang sebentar karena setelah sarapan kami harus bergegas ke kantor agar tidak terjebak macet. Meeting hari itu sangat alot dan melelahkan. Sehingga ada beberapa materi yang harusnya dijadwalkan hari itu terpaksa dijadwalkan keesokan harinya. Meeting selesai jam sembilan malam dan kami langsung kembali ke hotel. Tapi malam itu kami memutuskan untuk keluar mencari tempat nongkrong. Akhirnya kami memutuskan untuk kedaerah kelapa gading. Namun karena sudah terlalu malam dan banyak tempat makan yang sudah tutup. Setelah berkeliling akhirnya kami makan disalah satu resto tradisional. Selama diperjalan dan diresto tersebut aku cukup banyak berbincang dengan Yunda. Kamipun mengabadikan pertemuan kami setelah empat tahun terpisahkan. 

  3. Mas DJ

    Namanya Dyaksa, tapi aku biasanya menyapanya mas DJ. Aku bertemu dia sama seperti Yunda. Dahulu aku, Yunda dan Mas DJ satu kelompok ketika diskusi group. Kamipun berada pada divisi yang sama sehingga kami lebih sering bertemu. Mas DJ sudah seperti kakak ku sendiri. Sifatnya yang mengayomi dan dewasa menciptakan rasa nyaman jika berbicara dengan dia. Sayang kesempatan kali ini aku tidak banyak berbincang dengannya. Aku berbincang dengannya ketika akan sholat jumat. Selama diperjalanan ke masjid, kami meluangkan sedikt waktu untuk berbincang.

  4. Bang Mansyur

    Kalau yang ini adalah tukang ojek yang mangkal didepan kantor pusat. Jujur selama ini aku tidak pernah menggunakan jasa ojek nya tapi karena setiap jam istirahat makan dan pulang kantor aku selalu lewat ditempat mangkalnya si Bang Mansyur makanya aku kenal ma si abang satu ini. Kalau bertemu, dia selalu menyapa lebih dahulu dan aku suka bercanda dengan dia. Selama empat tahun tidak pernah bertemu rupanya si abang masih ingat. Ketika aku akan sholat jumat dan lewat ditempat dia mangkat, dia lebih dahulu menyapaku. Sontak aku kaget ternyata rupanya si abang Mansyur yang menyapa. Hampir gak ada yang berubah dari si abang. Senyum khas yang selalu ia bagi kesetiap orang. Logat betawinya yang kental. Yang berubah hanyalah bahwa si abang agak bertambah gemukan.

  5. Ilham

    Kalau yang ini adalah sahabat ku di Head Office. Dia pernah dinas di Lampung sehingga aku kenal dia lumayan dekat. Bertemu dengannya pun secara tidak sengaja ketika akan jumatan dan mengambil wudhu aku berpapasan dengan dia. Kamipun berbincang mengenai tempat makan yang biasa kami makan malam. Maklum ketika dia di Lampung, dia juga kost.

    Bertemu dengan orang-orang yang sudah lama tidak kita jumpai sangat menyenangkan. Banyak kisah yang bisa dibagi dan diceritakan. Juga banyak cerita yang bisa dikenang untuk melengkapi kisah kehidupan yang bisa dibagi untuk anak cucu kita.

Pengalaman Pertama

Selalu ada yang berkesan disetiap pengalaman pertama. Gaji pertama, pacar pertama, termasuk juga malam pertama. Bahkan sebuah lagu berjudul “Pandangan Pertama” yang dipopulerkan oleh A. Rafiq menceritakan bagaimana sesuatu yang pertama selalu memberikan kesan yang mendalam.

Kali ini saya mencoba untuk bercerita mengenai pengalaman pertama saya ketika naik Lift. Tahun 2003, saat itu saya baru pindah ke Jakarta. Saya mengikuti test untuk masuk disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Kebenaran lokasi tempat saya test berada di lantai sembilan di gedung kampus tersebut. Sayapun berangkat lebih awal agar tidak telat. Walhasil, saya sampai dilokasi sejam sebelum test dimulai. Karena itu saya memutuskan untuk menunggu dikantin yang berada diluar pagar kampus. Setengah jam sebelum test dimulai, saya memutuskan untuk masuk kedalam kampus. Ternyata untuk naik kesetiap lantai dikampus tersebut menggunakan Lift. Jujur saya takjub karena dikota tempat saya berasal, pada saat itu tidak ada bangunan yang menggunakan Lift. Paling keren menggunakan eskalator.

Tiba-tiba saya jadi bingung sendiri mau naik lift atau tidak, apalagi saat itu memang tidak banyak orang yang ada di lobby kampus. Karena tidak tahu bagaimana cara menggunakan lift akhirnya saya putuskan untuk naik tangga darurat menuju lantai sembilan. Dengan perjuangan yang berat akhirnya satu demi satu anak tangga saya lalui. Lumayan menguras keringat juga naik tangga dari lantai satu ke lantai sembilan. Sampai-sampai baju yang saya kenakan basah oleh keringat. Setelah sampai dilantai sembilan ternyata pintu yang ada terkunci. Saya sama sekali tidak bisa masuk keruangan lantai sembilan. Mengingat waktu test yang tinggal sebentar lagi, dengan nafas yang terengah-engah saya bergegas menuruni anak tangga agar sampai dilobby. Pilihannya cuma satu saat itu yaitu naik lift. Sesampai dilobby untungnya ada orang yang sedang menunggu lift. Saya putuskan untuk naik bareng dengan orang tersebut. Ketika pintu lift terbuka melihat orang tersebut masuk saya juga ikut masuk. Didalam lift saya hanya memperhatikan orang tersebut menekan tombol angka yang menunjukan lantai yang akan dituju. Dalam hati saya berkata “oh rupanya begitu”. Dalam waktu hitungan menit ketika sudah sampai dilantai sembilan dan pintu lift sudah terbuka ternyata keaadaan diluar yang tadinya lobby kampus sudah berubah menjadi ruangan kosong. Sayapun segera keluar dari lift dan menuju dengan ruangan tempat saya test.

Andai saja saya bertanya bagaimana cara menggunakan lift mungkin saya tidak perlu membuang energi untuk naik tangga menuju lantai sembilan. Tapi itulah namanya pengalaman pertama. Selalu ada yang berkesan dan diingat dari sebuah pengalaman pertama.

Gak Suka Dengan Ulang Tahun………

Bagi anak-anak pesta ulang tahun adalah saat yang sangat menyenangkan, karena akan ada banyak kado, ada balon, kue dan juga nyanyian. Pokoknya suasananya gembira deh…. kalau zaman saya kecil dulu, gak semua anak bisa merayakan ulang tahun, hanya mereka yang berasal dari anak-anak orang berada saja yang membuat pesta ulang tahun. Itupun tidak dirayakan setiap tahun. Dulu gak ada yang namanya kue tart, masih pake nasi tumpeng tapi kemeriahannya gak kalah dengan pesta ulang tahun zaman sekarang. Dulu kalau ada undangan ulang tahun saya, selalu merasa excited untuk hadir. Walau datang dengan kado buku tulis. Hahahaha. Satu hal lagi yang diingat tentang ulang tahun adalah undangannya. Biasanya di akhir undangan selalu ada kalimat “ tiada kesan tanpa kehadiranmu”. Jujur yah sejak saya kecil saya belum pernah loh merayakan pesta ulang tahun… :p

Berbeda dengan zaman sekarang, anak usia satu tahun pun sudah dirayakan pestanya. Apa lagi kondisi sekarang memang serba praktis. Orang tua tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan segala sesuatu untuk membuat pesta. Sekarang ini banyak rumah makan cepat saji yang sudah menyiapkan paket ulang tahun bahkan lengkap dengan MC, badut dan serta souvenir untuk tamu. Orang tua pokoknya terima beres deh.

Ulang tahun boleh dikatakan sebagai moment dimana setiap orang merayakan hari kelahiran. Boleh dibilang saat itu adalah saat titik balik seseorang, biasanya seseorang membuat harapan-harapan yang akan diwujudkan diusianya yang baru.

Nah ketika memasuki usia dua puluh tahun, saya merasa tidak suka dengan ulang tahun, bahkan sampai sekarang saya selalu menyembunyikan data tanggal lahir saya. Alasannya sih simple, karena kalau dulu ketika ditanya mengenai usia, jawabnya masih enak soalnya usianya masih belasan tahun.. Tapi ketika memasuki usia kepala dua, merasa bahwa umur semakin bertambah dan merasa semakin tua saja. Saat usia kita bertambah akan ada banyak pertanyaan yang ditanyakan orang. Sudah lulus kuliah belum? Sudah kerja belum? Posisinya apa sekarang? Kapan nikah? Macem-macem pertanyaannya… apalagi sekarang, di usia saya yang hampir menginjak usia tiga puluh tahun akan banyak muncul pertanyaan-pertanyaan baru.

itulah mengapa saya tidak suka ulang tahun. Menurut saya, usia itu hanya angka yang belum tentu bisa menunjukan sifat kedewasaan seseorang. Ulang tahun boleh dijadikan sebagai moment untuk intropeksi diri atas apa yang telah kita lakukan kebelakang. Tapi perlu kita ingat juga bahwa semakin bertambahnya usia, semakin dekat akan kematian…

Tentang Nessa…….

Nessa….

Nama yang cantik bukan? Nessa dalam bahasa Yunani berarti suci. Nessa adalah anak dari salah satu karyawan dikantorku. Ketika baru lahir saja ia sudah mencuri perhatian banyak orang dikantorku. Kulitnya yang putih bersih, bibirnya yang mungil dan berwarna merah, pipinya yang tembem dan merah merona belum lagi rambutnya yang hitam lebat membuatnya semakin cantik. Boleh dikatakan ia sangat mirip sekali dengan boneka. Lucu dan menggemaskan. Tak heran hapir semua orang dikantor menyayanginya.

Nessa Ketika Baru LahirNessa menjalani program ASI ekslusif selama enam bulan dan dia tidak mengkonsumsi makanan lain lain selain ASI. Oleh karena itulah, Nessa sering dibawa kekantor untuk menyusui pada jam 10 pagi dan 3 sore. Mungkin karena konsumsi ASI ini, ia jarang sakit dan tumbuh menjadi bayi yang sehat. Biasanya setiap dia datang ke kantor, semua orang rebutan untuk menggendong atau mencium bayi cantik ini. Anehnya dia jarang sekali menangis digendong siapa saja. Makin menggemaskan saja kan bayi satu ini.

 Sekarang Nessa hampir menginjak usia satu tahun. Dia semakin besar dan semakin lucu. Aku yakin Nessa akan tumbuh menjadi anak yang cantik, pintar dan disukai banyak orang. Teruslah tumbuh menjadi anak yang soleh Nessa dan menajadi kebanggaan orang tua mu. Suatu saat bila kau mengenal dunia, jadilah Nessa yang selalu mampu untuk membuat dunia tersenyum padamu.