Lama Tak Bersua

Hello….. Apa kabar semua. Bagaimana weekend kalian? Semoga menyenangkan yaah. Akhir pekan ini aku habiskan waktu di Jekardah. Kebenaran ada meeting dari kantor yang mengharuskanku untuk bertandang ke Jakarta. Jakarta masih sama dengan segala hiruk pikuknya, masih belum beranjak dengan kemacetannya yang semakin menggila. Dan Jakarta selalu bergerak dengan dalam roda dinamika yang terasa tak pernah berhenti berputar. Kota ini masih sama seperti empat tahun lalu saat aku meninggalkannya. Yang berubah hanyalah gedung-gedung baru yang kian bertambah dari waktu kewaktu.

Kunjunganku ke Jakarta kali ini menemukanku dengan beberapa orang yang sudah lama tidak aku jumpai. Inilah mereka :

  1. Makwo Wenni

    Orang pertama yang aku temui adalah Makwo Wenni. She is more than just a friend, she’s like my sister. Aku dan Makwo dulu satu kantor, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk mengejar mimpinya di Jakarta dan pindah keperusahaan lain. Aku dan teman-temanku dari Palembang bertemu dengan Makwo Wenni di Atrium Senen. Bertemu dengannya sangat menyenangkan. Sudah hampir setahun kami tidak bertemu. Banyak hal yang terjadi sore itu. Kami membuat rusuh tempat kami makan. Karena kami tertawa dengan suara keras. Ditambah lagi kami berbincang menggunakan bahasa Palembang. Sore yang sempurna untuk arti sebuah persahabatan. Pukul setengah sembilan malam kami kembali ke Hotel dengan naik angkot M01 jurusan Senen-Kampung Melayu. Terakhir kali aku naik angkot ini ketika kuliah. Sekitar lima atau enam tahun lalu. Tampak seperti napak tilas perjalanan mengenang masa-masa kuliah. Hehehhee. Pertemuan dengan makwo malam ini berakhir dengan penuh keceriaan.

  2. Yunda

    Aku sangat excited dimeeting kali ini. Walau jadwal meeting yang cukup padat namun aku akan bertemu dengan beberapa sahabat lama yang sudah bertahun-tahun tidak bersua. Menjelang meeting, aku sudah buat janji dengan sahabatku Yunda agar kami bisa bertemu dibandara. Aku bertemu Yunda pertama kali ketika kami sama-sama dalam proses seleksi penerimaan karyawan baru dikantorku sekitar lima tahun lalu. Saat training kami sudah sering sama-sama sehingga aku dan dia sangat dekat. Yunda sekarang tinggal dimedan dan dia sudah menikah. Kebenaran dia juga membawa anaknya turut serta. Wah aku semakin tidak sabar untuk bertemu dengan Yunda dan baby Raisha. Tapi karena satu dan lain hal, Yunda tiba di Jakarta sore hari, sedangkan aku sudah sampai sekitar jam tiga sore. Kamipun memutuskan untuk bertemu malam harinya. Namun ternyata ketika aku kembali ke Hotel, Yunda dan teman-teman dari daerah lainnya sedang keluar. Dan mereka kembali ketika sudah larut malam sehingga malam itu aku aku tidak bertemu dengannya.

    Keesokan hari aku bertemu Yunda ditempat makan. Seperti biasa suaranya yang khas seperti suara anak-anak kegirangan. Kami hanya berbincang sebentar karena setelah sarapan kami harus bergegas ke kantor agar tidak terjebak macet. Meeting hari itu sangat alot dan melelahkan. Sehingga ada beberapa materi yang harusnya dijadwalkan hari itu terpaksa dijadwalkan keesokan harinya. Meeting selesai jam sembilan malam dan kami langsung kembali ke hotel. Tapi malam itu kami memutuskan untuk keluar mencari tempat nongkrong. Akhirnya kami memutuskan untuk kedaerah kelapa gading. Namun karena sudah terlalu malam dan banyak tempat makan yang sudah tutup. Setelah berkeliling akhirnya kami makan disalah satu resto tradisional. Selama diperjalan dan diresto tersebut aku cukup banyak berbincang dengan Yunda. Kamipun mengabadikan pertemuan kami setelah empat tahun terpisahkan. 

  3. Mas DJ

    Namanya Dyaksa, tapi aku biasanya menyapanya mas DJ. Aku bertemu dia sama seperti Yunda. Dahulu aku, Yunda dan Mas DJ satu kelompok ketika diskusi group. Kamipun berada pada divisi yang sama sehingga kami lebih sering bertemu. Mas DJ sudah seperti kakak ku sendiri. Sifatnya yang mengayomi dan dewasa menciptakan rasa nyaman jika berbicara dengan dia. Sayang kesempatan kali ini aku tidak banyak berbincang dengannya. Aku berbincang dengannya ketika akan sholat jumat. Selama diperjalanan ke masjid, kami meluangkan sedikt waktu untuk berbincang.

  4. Bang Mansyur

    Kalau yang ini adalah tukang ojek yang mangkal didepan kantor pusat. Jujur selama ini aku tidak pernah menggunakan jasa ojek nya tapi karena setiap jam istirahat makan dan pulang kantor aku selalu lewat ditempat mangkalnya si Bang Mansyur makanya aku kenal ma si abang satu ini. Kalau bertemu, dia selalu menyapa lebih dahulu dan aku suka bercanda dengan dia. Selama empat tahun tidak pernah bertemu rupanya si abang masih ingat. Ketika aku akan sholat jumat dan lewat ditempat dia mangkat, dia lebih dahulu menyapaku. Sontak aku kaget ternyata rupanya si abang Mansyur yang menyapa. Hampir gak ada yang berubah dari si abang. Senyum khas yang selalu ia bagi kesetiap orang. Logat betawinya yang kental. Yang berubah hanyalah bahwa si abang agak bertambah gemukan.

  5. Ilham

    Kalau yang ini adalah sahabat ku di Head Office. Dia pernah dinas di Lampung sehingga aku kenal dia lumayan dekat. Bertemu dengannya pun secara tidak sengaja ketika akan jumatan dan mengambil wudhu aku berpapasan dengan dia. Kamipun berbincang mengenai tempat makan yang biasa kami makan malam. Maklum ketika dia di Lampung, dia juga kost.

    Bertemu dengan orang-orang yang sudah lama tidak kita jumpai sangat menyenangkan. Banyak kisah yang bisa dibagi dan diceritakan. Juga banyak cerita yang bisa dikenang untuk melengkapi kisah kehidupan yang bisa dibagi untuk anak cucu kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s