Month: June 2012

Tiba-Tiba Rindu Akan Rumah

Palembang, 21 Juni 2012

Hari ini tepat dua puluh hari saya telah menetap dikota ini.  Dua puluh hari telah saya lalui jauh dari keluarga.  Walalupun sebenarnya saya sudah mulai merantau sejak duduk di bangku SMA, namun kepindahan saya kali terasa berbeda.  Kalau dulu ketika saya kuliah di Jakarta, saya hanya pulang setiap libur semester namun kali ini semua terasa berbeda.  Rasanya berat meninggalkan kedua orang tua di rumah.  Usia mereka sekarang semakin senja.  Uban sudah mulai mewarnai rambut mereka.  Tubuh merekapun semakin menua.  Tangan tangan yang dulu kokoh dan kencang, sekarang semakin menua.  Urat-urat tampak jelas menghiasi tangan mereka yang semakin menua.  Rasanya tidak tega membiarkan mereka tinggal hanya berdua ditemani adik saya mulai beranjak remaja.

Ketika saya bekerja di Bandar Lampung, saya selalu menyempatkan untuk pulang kerumah setiap akhir pekannya, karena memang jarak rumah dan kost saya hanya tiga jam perjalanan.  Jadi saya selalu menyempatkan untuk pulang dan merasakan hangatnya suasana rumah. 

Dan hari ini, tiba-tiba saya merasa rindu akan hangatnya suasana rumah.  Rindu akan ayah, rindu akan mamah, rindu akan keluarga, rindu kamar tidur dan rindu semua tentang rumah yang telah menemani sejak saya kecil hingga sekarang.  Rumah dimana saya selalu merasa nyaman, rumah dimana saya selalu bisa tenang dan melepaskan semua penat.  Rumah dimana tempat saya kembali. 

Advertisements

Women Be Aware

Selalu ada sisi menarik dari wanita yang dapat dibahas.  Wanita tercipta dari tulang rusuk pria sehingga wanita pada hakikatnya melengkapi kehidupan pria.  Wanita berbeda dengan prianya.  Dikala pria menggunakan logikanya dalam bertindak, justru wanita menggunakan hatinya.  Oleh sebab itu kesan lembut selalu ditonjolkan oleh setiap kaum hawa.

Wanita selalu ingin tampil cantik, tidak jarang barang-barang kebutuhan wanita lebih banyak dibandingkan dengan pria.  Mulai dari make up, aksesoris, pakaian, dan lain-lain.  Lihat saja alternatif pakaian wanita, lebih banyak dibandingkan dengan pakaian pria, sengingga tak jarang trend mode yang selalu berkembang, diperuntukan khusus untuk wanita.  Belakangan ini berkembang baju “Kaftan”, itu loh pakaian ala ala timur tengah yang dipopulerkan oleh Syahrini.  Pakaian ini sebenarnya adalah pakaian muslimah, karena memang ukurannya yang lebar dan tidak menonjolkan bentuk tubuh pemakainya.  Pakaian ini pun berkembang tidak hanya digunakan untuk acara-acara yang terkesan islami, tetapi juga bisa digunakan untuk acara-acara formal seperti pernikahan dan lain-lain.

Nah postingan saya kali ini akan menceritakan sedikit mengenai pakaian ini.  Jadi begini ceritanya, beberapa minggu yang lalu, kebenaran waktu itu hari minggu dan saya sedang lembur di kantor.  Menjelang jam makan siang, karena perut sudah keroncongan makanya saya pergi keluar ke warung nasi yang tidak terlalu jauh kantor.  Setelah selesai makan kurang lebih jam 12, saya kembali ke kantor.  Karena jarak warung nasi yang tidak terlalu jauh makanya saya berjalan kaki.  Di tengah perjalanan saya melihat, sepasang suami istri sedang mengendarai sepeda motor.  Mereka akan menghadiri undangan pernikahan.  Yang menarik adalah si istri menggunakan baju kaftan panjang.  Tidak tau kenapa mata saya tetap tertuju pada pasangan itu.  Dan tidak lama kemudian, tiba-tiba baju wanita tersebut masuk kedalam roda sepeda motor dan wanita tersebut terjatuh dengan kepala membentur jalan aspal.  Yang lebih mengenaskan lagi adalah wanita tersebut menggunakan helm yang hanya ditempelkan di kepalanya sehingga ketika ia terjatuh helm yang dikenakannya terlepas dari kepalanya dan tidak mampu melindunginya. Sesaat setelah wanita tersebut terjatuh sepeda motor yang dikendarainya pun jatuh.  Sang suami yang melihat istrinya tak berdaya langsung segera menolong istrinya tersebut.  Saya dan beberapa orang yang berada disekitarnya lokasi kejadian, segera menuju kearah wanita yang tidak berdaya tersebut.  Wanita tersebut masih dalam keadaan sadar dengan darah segar yang terus mengalir dari kepalanya.  Untuk ada pengendara mobil yang berbaik hati mengantarkan wanita tersebut kerumah sakit yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Women please be aware dengan apa yang kalian kenakan.  Tidak salah memang menggunakan baju kaftan, tapi saat kalian menggunakan kendaraan roda dua, pastikan bahwa kalian dalam kondisi baik.  Pastikan pakaian panjang yang kalian kenakan aman untuk kalian dan tidak akan masuk kedalam roda motor.  Pastikan pula bahwa kalian telah menggunakan helm yang terpasang dengan baik.

Selamat Ulang Tahun Bapak Berhati Malaikat

Selamat siang semua…. Sekarang saya sedang bertugas di Kota Betung, kota yang terletak kurang lebih 2 jam perjalanan dari Palembang.  Kali ini saya memiliki sedikit waktu luang untuk menulis disela-sela pekerjaan saya.  Postingan saya kali ini bukan mengenai kota Betung.  Tapi mengenai seorang yang menjadi panutan saya.  Dialah Bapak baik hati seperti malaikat. Oh yah hari ini, tanggal 19 Juni beliau berulang tahunlooh… J

Namanya pak Budiono namun biasa disapa dengan pak Budi.  Orangnya sangat baik, dialah satu satu orang baik yang pernah saya temui.  Sifatnya sangat perasa, boleh dibilang pak Budi adalah orang yang sensitive, mudah sekali tersentuh hatinya.  Sifatnya yang lembut membuat setiap orang yang berada disekelilingnya merasa nyaman.  Beliau terkadang bisa menjadi sangat keras untuk hal-hal yang menurutnya tidak sesuai dengan hatinya.  Hal inilah yang membuat setiap orang yang berada disekitarnya selalu merasa terlindungi.  Pak Budi adalah tipe pemimpin yang mendekati ideal.  Dia selalu menjadi panutan bagi bawahannya.  Sifatnya yang bersahabat menjadikan dia dekat dengan siapa saja dan dihargai oleh orang-orang yang disekitarnya.  Beliau juga sangat perhatian, ketika saya terbaring di Rumah Sakit, beliau tidak henti-hentinya menanyakan kondisi saya.

Banyak hal yang terukir bersama beliau.  Saya masih ingat bagaimana beliau memandang saya dengan penuh penghargaan disaat orang lain merendahkan dan memandang saya dengan sebelah mata.  Pak Budi selalu memperjuangkan bawahannya, hal ini membuat saya selaku bawahannya merasa segan kepadanya.  Dan saya masih ingat bagaimana ia menangis dan menasehati saya ketika terakhir kali dia berada di Palembang sebelum dipindah tugaskan ke daerah lain.  Bibir saya hanya terpaku diam tidak bisa berkata apa-apa, dada serasa sesak menahan air mata.  Satu hal yang selalu saya ingat dari perkataan beliau ada :

Tetaplah kamu menjadi bersinar.  Aku selalu memandang orang tidak hanya dari jeleknya saja,  suatu saat orang yang kita pandang rendah justru akan menjadi lebih baik dari kita

Pak budi adalah orang yang menyukai air terjun, menurutnya air terjun itu indah.  Mungkin karena itulah sifatnya sama seperti air.  Selalu menenangkan bagi orang yang ada disekitarnya.  Beliau juga selalu menikmati setiap perjalanan ke kota yang disinggahi.  Hal lain yang selalu diingat dari bapak yang satu ini adalah kalau dia berbicara selalu bersemangat dalam menyampaikan sesuatu, walaupun terkadang saya tidak terlalu menangkap apa yang dia maksud. 😀

Beliau selalu mengajarkan untuk terus bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini.  Bersyukur atas rejeki yang diterima.  Dan selalu memberikan semangat dan motivasi bahwa semua akan indah pada pada waktunya.

Hari ini beliau berulang tahun, selamat ulang tahun Bapak Berhati Malaikat,  semoga tuhan memudahkan setiap langkahmu kedepannya.  Semoga bahagia akan selalu menyertaimu dan keluarga kecilmu.  Terima kasih untuk pembelajaran hidup yang telah kau berikan.  Pembelajaran yang tidak pernah saya dapatkan dari bangku kuliah.  Hanya doa dan postingan diblog ini sebagai kado ulang tahun untukmu.  Bapak adalah teladan.  Selamat ulang tahun yaah pak,,,,. ^____^

Long Journey To Bangko…….

Akhirnya bisa kembali menulis setelah sekian lama berkutat dengan tugas.  Postingan saya kali ini akan bercerita mengenai trip pertama saya di kota Bangko.  Ada yang pernah mendengar kota Bangko sebelumnya gak?? Pasti pada bingung yaah…? 😀 Bangko adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Jambi. Jaraknya kurang lebih enam jam perjalanan dari kota Jambi melalui darat.  Kota tersebut hanya bisa ditempuh melalui perjalanan darat karena memang letaknya yang berada di jalan Lintas Sumatera.

Sebelum kesana banyak hal yang telah saya dengar mengenai kota ini, mulai dari sepi nya kota, biaya hidup yang cukup mahal disana dan banyak hal lain yang membuat saya berfikir seribu kali untuk kesana.  Selasa tanggal 5 juni 2012, sayapun untuk pertama kalinya menginjakan kaki di kota Bangko.  Perjalanan kesana cukup menyenangkan, keluar masuk perkebunan karet, semak belukar dan daerah pedesaan yang masih jauh dari kesan modern.  Jam 4 sore saya sampai di Kota Bangko, dan ternyata kotanya cukup unik, kota ini terletak didaerah perbukitan sehingga jalan yang membelah kota ini tampak naik turun seperti mendaki perbukitan.  Seperti kota kabupaten lainnya, kota ini tidak terlalu besar dan jauh dari kesan megah.  Kota ini hanya sepanjang jalan lintas.  Bangunan yang berada dikota ini hanya ruko-ruko dan juga kantor pemerintahan.

Karena hari itu masih sore maka saya memutuskan untuk melihat keramaian kota ini dikala sore.  Berdiri diatas jalan layang membuat saya menikmati senja yang mendung dibangko. Suatu pengalaman yang luar biasa bagi saya.  Berada dikota yang asing dan tidak pernah saya bayangkan bahwa saya akan berada dikota ini.  Menikmati keramaian sore Bangko mengingatkan saya akan kampung halaman.  Keramaian akan suasana pasar, keramaian yang jauh dari hangar binger metropolitan.  Keramaian kota kecil yang jauh dari kesan egoisme penduduknya.

Satu hal yang selalu saya ingat dari kota ini adalah arus lalu lintas yang aneh.  Jalanan kota ini ada tiga ruas jalan dimana masing-masing jalan dibagi menjadi dua jalur, sehingga terdapat enam jalur dikota ini. Sehingga terkesan jalur yang ada sangat membahayakan pengendara yang ingin menepi.  Dan satu lagi yang menurut saya unik adalah selain pengendara roda empat dan roda dua, jalan raya dikota ini digunakan oleh pedagang yang menggunakan gerobak.  Mereka menggunakan jalanan dikota ini sama seperti pengguna jalan raya yang menggunakan jalan raya.

Pilihan kuliner dikota inipun tidak terlalu banyak dan saya agak sedikit kesulitan dalam mencari makanan.  Yang berjualan makanan sebenarnya banyak namun yang cocok dengan lidah saya hampir tidak ada.  Sehingga saya makan selalu dengan porsi yang sedikit, padahal biasanya porsi makan saya selalu jumbo. Hahahaha

Seminggu bertugas di Bangko waktu saya banyak habis kan untuk mengejar deadline pekerjaan yang benar-benar padat.  Sabtu siang saya akhirnya meninggalkan Bangko menuju ke Jambi untuk melanjutkan perjalanan ke Palembang.  Terima kasih Bangko atas semua keramahannya.  Suatu saat aku akan datang kembali…. See you in next story Bangko……..