Long Journey To Bangko…….

Akhirnya bisa kembali menulis setelah sekian lama berkutat dengan tugas.  Postingan saya kali ini akan bercerita mengenai trip pertama saya di kota Bangko.  Ada yang pernah mendengar kota Bangko sebelumnya gak?? Pasti pada bingung yaah…?😀 Bangko adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Jambi. Jaraknya kurang lebih enam jam perjalanan dari kota Jambi melalui darat.  Kota tersebut hanya bisa ditempuh melalui perjalanan darat karena memang letaknya yang berada di jalan Lintas Sumatera.

Sebelum kesana banyak hal yang telah saya dengar mengenai kota ini, mulai dari sepi nya kota, biaya hidup yang cukup mahal disana dan banyak hal lain yang membuat saya berfikir seribu kali untuk kesana.  Selasa tanggal 5 juni 2012, sayapun untuk pertama kalinya menginjakan kaki di kota Bangko.  Perjalanan kesana cukup menyenangkan, keluar masuk perkebunan karet, semak belukar dan daerah pedesaan yang masih jauh dari kesan modern.  Jam 4 sore saya sampai di Kota Bangko, dan ternyata kotanya cukup unik, kota ini terletak didaerah perbukitan sehingga jalan yang membelah kota ini tampak naik turun seperti mendaki perbukitan.  Seperti kota kabupaten lainnya, kota ini tidak terlalu besar dan jauh dari kesan megah.  Kota ini hanya sepanjang jalan lintas.  Bangunan yang berada dikota ini hanya ruko-ruko dan juga kantor pemerintahan.

Karena hari itu masih sore maka saya memutuskan untuk melihat keramaian kota ini dikala sore.  Berdiri diatas jalan layang membuat saya menikmati senja yang mendung dibangko. Suatu pengalaman yang luar biasa bagi saya.  Berada dikota yang asing dan tidak pernah saya bayangkan bahwa saya akan berada dikota ini.  Menikmati keramaian sore Bangko mengingatkan saya akan kampung halaman.  Keramaian akan suasana pasar, keramaian yang jauh dari hangar binger metropolitan.  Keramaian kota kecil yang jauh dari kesan egoisme penduduknya.

Satu hal yang selalu saya ingat dari kota ini adalah arus lalu lintas yang aneh.  Jalanan kota ini ada tiga ruas jalan dimana masing-masing jalan dibagi menjadi dua jalur, sehingga terdapat enam jalur dikota ini. Sehingga terkesan jalur yang ada sangat membahayakan pengendara yang ingin menepi.  Dan satu lagi yang menurut saya unik adalah selain pengendara roda empat dan roda dua, jalan raya dikota ini digunakan oleh pedagang yang menggunakan gerobak.  Mereka menggunakan jalanan dikota ini sama seperti pengguna jalan raya yang menggunakan jalan raya.

Pilihan kuliner dikota inipun tidak terlalu banyak dan saya agak sedikit kesulitan dalam mencari makanan.  Yang berjualan makanan sebenarnya banyak namun yang cocok dengan lidah saya hampir tidak ada.  Sehingga saya makan selalu dengan porsi yang sedikit, padahal biasanya porsi makan saya selalu jumbo. Hahahaha

Seminggu bertugas di Bangko waktu saya banyak habis kan untuk mengejar deadline pekerjaan yang benar-benar padat.  Sabtu siang saya akhirnya meninggalkan Bangko menuju ke Jambi untuk melanjutkan perjalanan ke Palembang.  Terima kasih Bangko atas semua keramahannya.  Suatu saat aku akan datang kembali…. See you in next story Bangko……..

4 comments

  1. karena aku orang palembang udah sering denger kota bangko, tapi belom pernah kesana. Kalo dari palembang mau ke Jambi ngelewatin ngga ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s