Tiba-Tiba Rindu Akan Rumah

Palembang, 21 Juni 2012

Hari ini tepat dua puluh hari saya telah menetap dikota ini.  Dua puluh hari telah saya lalui jauh dari keluarga.  Walalupun sebenarnya saya sudah mulai merantau sejak duduk di bangku SMA, namun kepindahan saya kali terasa berbeda.  Kalau dulu ketika saya kuliah di Jakarta, saya hanya pulang setiap libur semester namun kali ini semua terasa berbeda.  Rasanya berat meninggalkan kedua orang tua di rumah.  Usia mereka sekarang semakin senja.  Uban sudah mulai mewarnai rambut mereka.  Tubuh merekapun semakin menua.  Tangan tangan yang dulu kokoh dan kencang, sekarang semakin menua.  Urat-urat tampak jelas menghiasi tangan mereka yang semakin menua.  Rasanya tidak tega membiarkan mereka tinggal hanya berdua ditemani adik saya mulai beranjak remaja.

Ketika saya bekerja di Bandar Lampung, saya selalu menyempatkan untuk pulang kerumah setiap akhir pekannya, karena memang jarak rumah dan kost saya hanya tiga jam perjalanan.  Jadi saya selalu menyempatkan untuk pulang dan merasakan hangatnya suasana rumah. 

Dan hari ini, tiba-tiba saya merasa rindu akan hangatnya suasana rumah.  Rindu akan ayah, rindu akan mamah, rindu akan keluarga, rindu kamar tidur dan rindu semua tentang rumah yang telah menemani sejak saya kecil hingga sekarang.  Rumah dimana saya selalu merasa nyaman, rumah dimana saya selalu bisa tenang dan melepaskan semua penat.  Rumah dimana tempat saya kembali. 

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s