I Love My Journey

Semua yang dikerjakan dengan rasa suka cinta akan sangat ringan dalam menjalankannya.  Aish bijak banget ya saya,,,, hehheheh.  Apa kabar semuanya.  Sudah hampir menginjak hari kesepuluh dibulan july tapi belum ada satu postingan yang saya buat.  Baiklah kali ini saya akan bercerita mengenai perjalanan saya ke kota Muara Bungo.  Muara Bungo terletak di provinsi Jambi.  Letaknya berada paling ujung provinsi ini.  Perjalanan menuju Muara Bungo ditempuh melalui delapan jam perjalanan darat.

Perjalanan saya dimulai pukul 8 pagi, pada Rabu 4 Juli 2012.  travel yang membawa saya melintas melewati hutan, perkampungan dan juga perkebunan karet dan sawit yang terhampar luas membentang.  Jalan yang dilalui pun jauh dari kondisi baik karena kendaraan berat yang lalu lalang disana menyebabkan jalan menjadi rusak dan berlubang.  Ini foto-foto sepanjang perjalanan yang sempat terekam dikamera saya.

Travel yang saya tumpangi hanya membawa empat penumpang, satu orang duduk di samping sopir, satu orang di kursi belakang dan saya beserta satu orang lagi di kursi tengah.  Kebenaran penumpang yang duduk disamping saya adalah warga negara India yang tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia.  Dan kamipun berkenalan serta berbincang sepanjang jalan.  Awalnya dia menanyakan berapa lama perjalanan menuju Muara Bungo dengan menggunakan bahasa Indonesia yang tidak terlalu lancar.  Karena ini adalah pertama kali saya kesana, maka sayapun jawab tidak tahu.  Selanjutnya kamipun berbincang menggunakan bahasa inggris.  Walaupun bahasa inggris saya tidak terlalu baik, namun dia bisa mengerti maksud pembicaraan saya.  Lumayan sekalian memperlancar kemampuan bahasa inggris saya yang sudah lama tidak terasah.  Nama sahabat baru saya tersebut adalah Nishikant Mishra, dia bekerja disalah satu perusahaan pertambangan.  Ini adalah pertama kalinya dia ke Jambi dan Muara Bungo.  Dan dia sedang ada project di Muara Bungo.

Sampai di Muara Bungo pukul empat sore.  Seperti biasanya, saya tidak betah hanya berdiam diri di Hotel.  Saatnya mengeksplore Kota ini dikala sore.  Muara Bungo memiliki kota yang cukup besar.  Kotanya cukup hidup dan ramai.  Saya menyusuri jalan utama disekitar Hotel tempat saya menginap.  Dan sore itu saya menemukan soulemate saya, Duriaaan…. Hehhehehe,  dikota ini memang sedang musim buah durian jadi harga durian disini tergolong murah.  Lima belas ribu rupiah untuk dua buah durian dengan ukuran lumayan besar.   Puas berjalan-jalan saya kembali kehotel untuk beristirhat.

Pekerjaan saya di Muara Bungo ini cukup complicated sehingga saya tidak memiliki banyak waktu luang untuk menikmati kota ini.  Baru ketika hari minggu saya benar-benar bebas dari rutinitas.  Pagi-pagi sekali saya bangun dan seperti biasa dengan berjalan kaki saya menyusuri jalanan di kota ini.  Melewati dua buah tugu Bunga Bangkai dan beberapa tempat di Muara Bungo.  Ini foto kondisi Muara Bungo dikala pagi hari.

Ketika melewati pasar tradisional yang cukup ramai, sayapun tergerak untuk singgah sebentar dan melihat pasar disana.  Sangat menyenangkan sekali berada dipasar tradisional, saya bisa langsung melihat wanita-wanita sedehana berbelanja.  Sangat Indonesia sekali.  Saya bangga lahir di Negara yang kaya ini.  Berada di pasar tradisional membuat saya teringat akan masa kecil.  Dahulu saya suka sekali ikut ibu saya ke pasar.  Ini foto kondisi pasar tradisional di Muara Bungo.

Didepan pasar banyak sekali yang berjualan durian.  Dan saya pun sarapan durian dua buah.  Hahahhahaa….. rasanya sudah lama tidak makan durian dan saya sangat puas sekali bisa menikmati buah ini di Kota ini. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s