Ramadhan Di Rantau (Episode 1 : Kambang Iwa)

Selamat siang semua, selamat menunggu bedug magrib.  Kali ini saya akan mencoba untuk membuat cerita berseri  mengenai pengalaman ramadhan saya di tahun ini.  Mungkin agak telat untuk memulai cerita ramadhan karena ini telah menginjak hari ke tujuh puasa.  Tapi it’s better late than never bukan?  Selain itu juga saya memang tidak ada bahan untuk membuat tulisan.  Makanya terfikir untuk membuat tulisan edisi Ramadhan.

Merasakan Ramadhan sendiri sebenarnya bukan hal yang baru buat saya.  Hampir selama sepuluh tahun belakangan ini saya selalu merasakan suasana ramadhan jauh dari orang tua.  Walaupun ketika ada waktu luang di bulan Ramadhan saya selalu menyempatkan diri untuk kembali kerumah.  Kalau beberapa tahun belakangan ini saya menjalankan ibadah Ramadhan di Lampung, untuk tahun ini, pertama kalinya saya menjalankan ibadah puasa di kota Palembang.

Saya tiba di Palembang pada hari ke lima puasa.  Awal ramadhan saya lalui di Baturaja.  Suasana baru dan kondisi yang berbeda dari yang biasa saya alami.  Namanya juga ramadhan selalu ada yang special, mulai dari menu makanan, perbaikan kualitas hidup sampai dengan intensitas ibadah.  Hari ini, untuk berbuka puasa, saya dan beberapa teman kantor memutuskan untuk berbuka bersama.  Pilihan tempat pun akhirnya kami putuskan di daerah kambang iwa.

Kambang iwa sendiri boleh dibilang sebagai wilayah hijau dikota Palembang.  Letaknya berada ditengah kota.  Kambang sendiri berarti danau atau telaga sedang iwa berarti ikan.  Jadi kambang iwa adalah danau berikan (maksa banget menterjemahkannya) :D    Jadi memang terdapat danau yang cukup luas ditengah kota Palembang dan oleh pemerintah setempat membuat disekeliling danau sebagai jalur/jalan yang bisa digunakan sebagai jogging track atau jalur untuk pejalan kaki.  Selain itu, bermacam pohon sengaja ditanam disekeliling danau untuk menambah kesan asri diwilayah tersebut.  Beberapa tempat duduk disediakan untuk pengunjung yang ingin menikmati suasana danau yang terdapat air mancur di tengahnya.  Tempat ini biasa dijadikan sabagai tempat olah raga oleh masyarakat Palembang atau mereka datang hanya untuk bersantai ria.  Tempat ini juga dijadikan sebagai tempat nongkrongnya anak-anak muda disini sehingga tidak heran banyak sekali resto dan café yang menjamur disekitar wilayah ini.  Buat yang penasaran, ini foto-foto yang berhasil saya abadikan.

Mengingat ini adalah bulan ramadhan, disalah satu sudut wilayah ini mengadakan seperti bazaar makanan ringan untuk berbuka puasa, namanya Kif Park.  Walaupun tidak terlalu banyak pedagang yang menjajajakan makanan,  akhirnya saya dan teman-teman saya membeli beberapa bungkus pangan ringan untuk berbuka puasa.  Kami membeli risoles dan kue srikaya.  Kue srikaya adalah kue khas Palembang yang lezaat. J

Menjelang waktu berbuka puasa, saya dan ketiga orang teman saya segera menuju kesalah satu resto yang berada disekeliling wilayah ini.  Nama restonya Dapur Wak Baban.  Karena memang telah reservasi dan memesan menu terlebih dahulu, makanya kami hanya tinggal menunggu menu pesanan kami datang. Ini menu santap yang saya makan ketika berbuka puasa.

Akhirnya kumandang adzan magrib pun bergema bertanda puasa hari ini telah terselesaikan dengan sempurna.  Semoga puasa kami hari ini menjadi ibadah yang akan menjadi tabungan untuk kami diakhir nanti.  Semoga puasa kali ini menjadikan kami manusia yang lebih baik dalam bertindak dan dapat meningkatkan kualitas hidup kami. Amiiiiin  :D

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s