Month: September 2012

Bengkulu Punya Cerita,,,,,,,

Hallo semuanya.  Pada masih penasaran kan dengan kisah saya menuju Bengkulu? *ditimpuk warga

Bengkulu adalah salah satu kota favorite saya.  Kota ini cukup unik, karena kota Bengkulu sendiri terletak tepat dipinggir pantai.  Selain itu kota yang terkenal dengan bunga Raflesia Arnoldi atau Bunga Bangkai memiliki banyak bangunan yang berarsitektur unik dan terkesan kuno.  Hal ini karena provinsi ini sempat diduduki oleh bangsa Inggris ketika zaman penjajahan sehingga beberapa bangunan yang ada dikota ini adalah peninggalan bangsa Inggris.  Selain itu beberapa bangunan juga banyak mengadopsi bangunan eropa.

Perjalanan saya menuju Bengkulu dimulai dari kota Lubuk Linggau.  Jarak dari Lubuk Linggau menuju Bengkulu dapat ditempuh dalam empat jam perjalanan.  Namun yang menarik dan membuat adrenalin terpacu adalah jalan yang dilalui berkelok-kelok dengan tingkungan yang tajam seperti jalan menuju puncak tapi yang ini lebih ekstrim karena dikiri dan kanan jalan adalah jurang.  Selain itu sepanjang perjalanan dari mata disuguhi indah hutan belantara dengan pohon-pohon besar.  Makanya kami menyebutnya sebagai hutan dinosaurus.  Karena menang hutannya sangat lebat dan tempat yang tepat untuk dinosaurus bersembunyi.  Saya sampai tidak habis fikir, bagaimana bila kendaraan yang dilalui mogak di jalan.  Berada di tengah hutan dan ditambah lagi dengan jalanan yangs sepi karena memang tidak banyak kendaraan yang lalu lalang di sepanjang jalan.  Ini koleksi foto sepanjang perjalanan menuju Bengkulu yang berhasil saya abadikan

Jalan Sepanjang Bengkulu

kontur jalan yang berliku

Selain melalui jalan yang berliku dan hutan belantara yang lebat, perjalanan menuju Bengkulu melalui dua daerah yang menarik perhatian saya.  Pertama yaitu Curup dan Kapahiang.  Daerah Curup sendiri kalau diibaratkan sama dengan puncak.  Daerah ini berhawa dingin, ketika kami lewat, sengaja AC mobil tidak kami nyalakan dan kami membuka kaca mobil untuk merasakan segarnya udara di Curup.  Rumah-rumah mungil milik penduduk setempat berjejer indah disepanjang jalan.  Disisi jalan lainnya bunga-bunga hutan tampak seperti memagari sepanjang jalan dan menimbulkan kesan asri bagi mata yang memandang.  Karena letaknya dipegunungan daerah ini merupan sentra dari hasil sayur-sayuran segar.  Sehingga sepanjang jalan mata akan disuguhi hamparan kebun kubis, kebun wortel dan sayur mayor lainnya.  Benar-benar hampir sama dengan puncak.  Dan dibeberapa tempat yang agak curam terdapat warung yang menjajakan jagung rebus hangat bagi pengendara yang ingin singgah di Curup. Ini beberapa foto di curup

sepanjang jalan banyak kebun sayuran

sepanjang jalan curup banyak bunga-bunga

Setelah melalui curup kita akan memasuki daerah yang bernama Kapahiang.  Daerah ini hanya kota kecil sepanjang jalan lintas.  Namun ada dua hal yang menarik dari kota ini yaitu terdapat bangunan megah seperti Gedung putihnya Amerika.  Saya sih kurang tahu gedung ini difungsikan sebagai apa, tapi tampaknya gedung ini digunakan sebagai pusat pemerintahan ini.  Gedung ini sangat megah dan besar sekali.  Sayapun merasa takjub ada gedung semegah ini dikota yang tidak terlalu besar ini.

Bangunan pemerintahan dikota Kapahiang

Hal lain yang menarik perhatian saya dari Kapahiang adalah terdapat tulisan “KAPAHIANG Alami” yang terdapat diatas bukit.  Tulisan ini mengingatkan saya akan tulisan ‘HOLLYWOOD” di Amerika sana.  Tulisan ini mungkin bermaksud sebagai ucapan selamat datang bagi para pengguna kendaraan yang melintasi kota Kapahiang dan tulisan ini merupakan identitas diri atas kota ini.

Tak lama dari Kapahiang, sampailah saya dan rombongan di Bengkulu. Setelah makan siang dan check in di hotel, karena hari itu adalah hari minggu dan hari masih sore, saya dan teman-teman memutuskan untuk menghabiskan waktu di pantai panjang.  Pantai ini adalah andalan kota Bengkulu. Letaknya yang dekat dengan pusat kota, sehingga sangat mudah untuk dicapai.  Pantai ini dinamakan dengan pantai panjang karena memang pantai yang membentang sangat panjang sehingga sejauh mata memandang akan tampak hamparan pasir putih.  Ombak dipantai ini sangat besar karena memang laut dipantai ini langsung menjorok ke samudera sehingga tidak dianjurkan untuk mandi di pantai ini.  Hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai ditumbuhin pohon pinus yang berjejer sepanjang pantai.  Hal ini menambah asrinya pantai panjang.  Pemerintah setempat telah membangun jogging track yang bisa dipakai untuk jogging atau bersepeda disepanjang bibir pantai.  Dan sore ini saya dan temen-teman  menyewa sepeda yang memang banyak disewakan disepanjang pantai panjang ini.  Tarif sepedanya murah meriah hanya sepuluh ribu Rupiah untuk satu jam pemakaian. Ini foto-foto kondisi pantai panjang Bengkulu.

Pohon pinus di sepanjang Pantai Panjang

Hamparan Pasir Putih di Pantai Panjang

Sepedaan di Pantai Panjang

Setelah lelah bersepeda dan beristirahat sejenak dengan ditemani dengan kelapa muda, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Benteng Fort Marlborough.  Benteng ini merupakan peninggalan pemerintahan colonial Inggris di tahun 1714-1741.  Benteng yang masih terjaga keasliannya merupakan bukti sejarah pemerintahan Inggris di Bengkulu.  Benteng yang masih tampak berdiri kokoh ini terletak tidak jauh dari pantai panjang.  Tampak kondisi benteng yang masih terawat.  Ruangan-ruangan seperti ruang penjara, ruang senjata, ruang penyimpanan harta masih tampak seperti aslinya.  Dibeberapa sudut terdapat meriam yang sudah tampak tua namun tetap kokoh berdiri.  Untuk masuk keobjek wisata ini hanya dikenakan biaya dua ribu lima ratus Rupiah per orang.  Berikut foto-foto di Benteng Fort Marlborough.

Dan ketika senin tiba, saatnya hectic day menyambut.  A lot of things to do in a few day ahead.  Tapi semua mampu untuk dilewati.  Menyelesaikan satu demi satu pekerjaan yang ada.  Dan semuanya dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.  Dan saya benar-benar menikmati perjalanan kali ini. Semuanya dapet, kerjanya dapet, senang-senangnya juga dapet.  Bagian yang saya sukai adalah menikmati senja dipantai setelah office hour.  What a great day.

Advertisements

Cerita Dari Lubuk Linggau

Bulan ini memang bulan yang cukup melelahkan bagi saya.  Sejak kembali dari mudik lebaran di akhir Agustus kemarin, saya langsung mendapatkan dinas luar.  Kontan ketika pulang dari mudik kemarin, saya hanya berada dua malam di kota Palembang.  Selanjutnya saya langsung berangkat ke Sarolangun yang terletak di provinsi Jambi.  Cerita mengenai kota Sarolangun telah saya ceritakan pada postingan saya sebelumnya.  Nah selesai dari tugas di Sarolangun, saya langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Lubuk Linggau.  Kota ini termasuk kedalam provinsi Sumatera Selatan dan letaknya memang berada paling ujung dan berbatasan dengan provinsi Jambi dan Bengkulu.  Sehingga jarak yang saya tempuh dari Sarolangun ke Lubuk Linggau tidak terlalu jauh hanya dua jam perjalanan.

Lubuk linggau adalah kota yang cukup maju, kotanya sangat luas dan sangat hidup dibandingkan dengan kota-kota yang telah saya kunjungi sebelumnya.  Geliat ekonomi dikota ini sangat terasa, hal ini tampak dari pembangunannya yang cukup merata dan beberapa fasilitas publik telah tersedia.  Masyarakat dikota ini pun lebih heterogen sehingga untuk urusan kuliner, kota ini menyediakan kuliner yang lebih variatif.

Petualangan di Lubuk Linggau pun segera dimulai, setelah check in di hotel dan istirahat sebentar, malam itu tujuan saya ada pada buah durian.  yups lagi-lagi durian.  Saya adalah pecinta durian.  Dilubuk Linggau memang buah ini sedang musim.  Walau jumlahnya tidak terlalu banyak namun, durian yang berada disini mampu memuaskan dahaga saya akan nikmatnya buah durian.  Sehingga  selama beberapa malam di Lubuk Linggau, menu utama saya adalah buah durian.  ini dia foto buah durian dari Lubuk Linggau.

menikmati durian di Lubuk Linggau

Seperti yang saya ungkapkan diawal bahwa masyarakat di Lubuk Linggau lebih heterogen, sehingga pilihan kuliner dikota ini lebih variatif.  Salah satu tempat yang saya rekomendasikan dikota ini adalah Rumah  makan “PANDAWA”. Tongseng dan sate yang disediakan sangat ajib rasanya.  Bumbu rempah-rempahnya sangat pas dilidah ditambah lagi dengan taburan cabe rawit membuat rasa pedasnya makin pas dilidah saya yang memang pecinta pedas.  Rumah makan yang terletak di jalan Yos Sudarso, Lubuk Linggau ini adalah pilihan yang tepat karena harga yang sangat pas dikantong.

Menu Tongseng dan Sate di RM PANDAWA

Bagi yang ingin menikmati pecel, lotek ato baso bisa datang ke watervang.  Rasa makanannya standar, harganya pun sangat murah meriah sekali.  Gorengan yang disediakan sangat besar ukurannya. Pedagang yang berjualan adalah pedagang kaki lima, namun kelebihan dari tempat ini adalah watervang-nya.  Watervang adalah nama sebuah waduk atau bendungan.  Jadi tempat makan ini langsung menghadap ke waduk yang berada disana.  Waduk yang berair deras ini mampu memanjakan mata yang sedang lapar.

Bendungan Watervang

Menikmati Santap Siang sambil di Watervang

Pekerjaan saya di Lubuk Linggau dapat terselesaikan diluar jadwal yang ditentukan.  Semua pekerjaan saya terselesaikan lebih cepat dari jadwal semula.  Selanjutnya, akan harus berangkat ke Bengkulu karena pekerjaan disana telah menanti.  Hari minggu, pagi-pagi sekali saya dan rekan kerja saya menuju Bengkulu.  Sebelum berangkat kamipun sarapan dulu di pinggir jalan kota Lubuk Linggau yang masih lengang di minggu pagi ini.  Setelah selesai saya sedikit narsis dikota di pinggir jalan kota ini.  Ini dia fotonya :p

Narsis di Minggu Pagi :p

Selanjutnya perjalanan menuju kota Bengkulu pun segera dimulai.  Mau tau seru dan menariknya kisah perjalanan saya ke Bengkulu? Nantikan kisah selanjutnya dalam postingan saya berikutnya. hehhehehe