Cerita Dari Lubuk Linggau

Bulan ini memang bulan yang cukup melelahkan bagi saya.  Sejak kembali dari mudik lebaran di akhir Agustus kemarin, saya langsung mendapatkan dinas luar.  Kontan ketika pulang dari mudik kemarin, saya hanya berada dua malam di kota Palembang.  Selanjutnya saya langsung berangkat ke Sarolangun yang terletak di provinsi Jambi.  Cerita mengenai kota Sarolangun telah saya ceritakan pada postingan saya sebelumnya.  Nah selesai dari tugas di Sarolangun, saya langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Lubuk Linggau.  Kota ini termasuk kedalam provinsi Sumatera Selatan dan letaknya memang berada paling ujung dan berbatasan dengan provinsi Jambi dan Bengkulu.  Sehingga jarak yang saya tempuh dari Sarolangun ke Lubuk Linggau tidak terlalu jauh hanya dua jam perjalanan.

Lubuk linggau adalah kota yang cukup maju, kotanya sangat luas dan sangat hidup dibandingkan dengan kota-kota yang telah saya kunjungi sebelumnya.  Geliat ekonomi dikota ini sangat terasa, hal ini tampak dari pembangunannya yang cukup merata dan beberapa fasilitas publik telah tersedia.  Masyarakat dikota ini pun lebih heterogen sehingga untuk urusan kuliner, kota ini menyediakan kuliner yang lebih variatif.

Petualangan di Lubuk Linggau pun segera dimulai, setelah check in di hotel dan istirahat sebentar, malam itu tujuan saya ada pada buah durian.  yups lagi-lagi durian.  Saya adalah pecinta durian.  Dilubuk Linggau memang buah ini sedang musim.  Walau jumlahnya tidak terlalu banyak namun, durian yang berada disini mampu memuaskan dahaga saya akan nikmatnya buah durian.  Sehingga  selama beberapa malam di Lubuk Linggau, menu utama saya adalah buah durian.  ini dia foto buah durian dari Lubuk Linggau.

menikmati durian di Lubuk Linggau

Seperti yang saya ungkapkan diawal bahwa masyarakat di Lubuk Linggau lebih heterogen, sehingga pilihan kuliner dikota ini lebih variatif.  Salah satu tempat yang saya rekomendasikan dikota ini adalah Rumah  makan “PANDAWA”. Tongseng dan sate yang disediakan sangat ajib rasanya.  Bumbu rempah-rempahnya sangat pas dilidah ditambah lagi dengan taburan cabe rawit membuat rasa pedasnya makin pas dilidah saya yang memang pecinta pedas.  Rumah makan yang terletak di jalan Yos Sudarso, Lubuk Linggau ini adalah pilihan yang tepat karena harga yang sangat pas dikantong.

Menu Tongseng dan Sate di RM PANDAWA

Bagi yang ingin menikmati pecel, lotek ato baso bisa datang ke watervang.  Rasa makanannya standar, harganya pun sangat murah meriah sekali.  Gorengan yang disediakan sangat besar ukurannya. Pedagang yang berjualan adalah pedagang kaki lima, namun kelebihan dari tempat ini adalah watervang-nya.  Watervang adalah nama sebuah waduk atau bendungan.  Jadi tempat makan ini langsung menghadap ke waduk yang berada disana.  Waduk yang berair deras ini mampu memanjakan mata yang sedang lapar.

Bendungan Watervang

Menikmati Santap Siang sambil di Watervang

Pekerjaan saya di Lubuk Linggau dapat terselesaikan diluar jadwal yang ditentukan.  Semua pekerjaan saya terselesaikan lebih cepat dari jadwal semula.  Selanjutnya, akan harus berangkat ke Bengkulu karena pekerjaan disana telah menanti.  Hari minggu, pagi-pagi sekali saya dan rekan kerja saya menuju Bengkulu.  Sebelum berangkat kamipun sarapan dulu di pinggir jalan kota Lubuk Linggau yang masih lengang di minggu pagi ini.  Setelah selesai saya sedikit narsis dikota di pinggir jalan kota ini.  Ini dia fotonya :p

Narsis di Minggu Pagi :p

Selanjutnya perjalanan menuju kota Bengkulu pun segera dimulai.  Mau tau seru dan menariknya kisah perjalanan saya ke Bengkulu? Nantikan kisah selanjutnya dalam postingan saya berikutnya. hehhehehe

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s