Month: October 2012

A Y A H

Kata AYAH mendeskripsikan sebagai seseorang yang sangat berpengaruh dalam hidupku.  Telah menggoreskan pensil kehidupan dan memberikan warna dalam kertas kosong kehidupan yang aku jalani.  Mungkin berjuta rasa terima kasih dan berbagai hadiah tidak akan bisa menggantikan apa yang telah beliau berikan.

Masih terngiang bagaimana ayah selalu memanjakan kami anak-anaknya.  Mencoba memenuhi segala kebutuhan dan saya merasa memiliki masa kecil yang sempurna.  Walaupun terkadang ayah bersikap sangat keras terhadap anak-anaknya, namun setelah dewasa saya menyadari bahwa tempaan yang beliau berikan membuat saya sadar bahwa hidup itu tidak mudah.  Hidup itu keras dan butuh perjuangan untuk mendapat apa yang kita inginkan.

Ayahku seorang pekerja keras, dia bekerja demi keluarganya dan tidak ingin kami hidup dalam kekurangan.  Kehidupan keluarga kami ketika kecil memang tidak berlebihan namun tidak juga kekurangan.  Ayah selalu berusaha memenuhi apa yang kami butuhkan sejauh itu memang kami butuh.

Sekarang tubuh kekar itu perlahan mulai menua dan menjadi rapuh.  Sedikit demi sedikit tubuhnya mulai renta akan penyakit.  Kulit yang mulai menua, keriput mulai menghiasi wajah yang menggambarkan kerasnya perjuangan hidup.  Hari ini kulihat tangannya, kulit yang mulai mengendur melapisi tulang-tulang rapuh itu.  Urat-urat  menghiasi kulit tangan yang menandakan bahwa kerasnya perjuangan hidup yang telah dilalui.  Rambut yang kian hari kian memutih sudah mulai memenuhi kepalanya.  Oh ayah, ternyata waktu begitu cepat berlalu, menciptakan kenangan demi kenangan yang lekat terpatri dalam dada ini.  Bayangan dari kenangan silam terkadang datang bertandang, membuka setiap memori yang terekam jelas di hati.  Mengingatmu menggendongku dengan tangan kekarmu, kau timang aku dengan sejuta kasihmu, kau selalu banggakan aku kepada setiap orang.  Lihat, ini putraku, anak kebanggaanku.  Serumu kepada semua orang.  Walau terkadang dengan lantang kau memarahiku, dan dengan tingginya egoku melawanmu karena aku tak tahu sebenarnya aku salah atas setiap tindakan yang aku lakukan.  Ingin rasanya kembali kemasa itu, menjadi bagian dalam melodimu, melengkapi simfoni musik dalam hidupmu.

Dan senja ini, seperti biasa ku temani kau duduk di teras rumah.  Curi pandangku menatap wajah teduhmu.  Menikmati indahnya senja bersamamu di jingganya langit.  Aku hanya diam, menikmati setiap detik demi detik bersamamu.  Dan kembali merasakan hangat kasihmu seperti dulu.

Advertisements

Yang Tersisa Dari Cerita Kami

Postingan saya berikut ini hanya mencoba menceritakan sisi lain kisah perjalanan pada postingan sebelumnya.

Kalau foto yang saya tampilkan berikut adalah juragannya anak-anak Kaykis.  Boleh dibilang tuan besar. Hehehhehe.

Juragan-nya Anak-anak Kaykis

Kenapa dibilang juragan? Single 27 tahun ini uangnya tidak berseri.  Loyal banget dan gak fikir panjang kalau ngeluarin uang.  Di Bali dia wara-wiri keluar masuk ATM berkali-kali, gak tau sih buat apa? Bisa jadi buat nguras mesin ATM atau malah menangis tersedu-sedu memandang saldo ATM.   Dan fakta yang mengejutkan adalah bahwasannya jejaka kiyut ini baru pertama kali naik pesawat.  Kontan ketika akan berangkat ke Bali, dia sempat agak-agak parno dan sedikit nervous.  Di tambah ada anak kecil yang duduk dibelakang bangku kami, menangis meraung-raung sebelum take off.  Jejaka satu ini makin keliatan pucat.  Anak kecil tersebut makin menangis kencang bahkan orang tua maupun pramugari di pesawat yang kami tumpangi tidak dapat menenangkan anak tersebut.  Untung ada dua wanita muda yang duduk sejajar dengan anak kecil tersebut.  Dengan ramah dua wanita muda yang menggunakan pakaian mini menenangkan anak kecil tersebut bahkan dengan senang hati menawarkan diri untuk memangku sang anak kecil yang mulai tenang tersebut, walau pada akhirnya anak kecil tersebut menolak.  Dalam fikiran saya, datanglah setan merah dengan nakal menggoda pikiran saya.  Sang setan menari-nari lincah dan meniupkan bisikan duniawi yang menyejukan hati. Hahhaa Andai saya yang menjadi anak kecil tersebut, akan dengan senang hati saya terima tawaran dari kedua wanita muda tersebut. *hush hush pikiran kotor dataaaang,,,, pergiii,,,, pergi,,,,,,,,,

Kembali lagi ke topik permasalahan,,,,,  ketakutan jejaka tadi hanya ketakutan sesaat.  Sekarang udah ketagihan naek pesawat kan om??? Hehhehehe,,,,, buat om yang di foto sukses terus yah kedepannya.

Sekarang kita beralih kegambar berikutnya.  Coba perhatikan gambar diberikut.  Unyuu unyuu bangetkan gambarnya.  Andaikan Management Cherrybelle masih mencari personil baru, wanita disamping akan menjadi kandidat yang tepat.  Beberapa foto pada postingan saya sebelumnya memperlihatkan gadis muda ini dengan gaya yang sama. Chibii,,, chibi,,, chibi,,,,,,, ah,,,,, ah,,,,, ah,,,, istimewaaaaa,,,,,,,,,

Chibii,,, Chibi,,, Chibi,,,,,,

Coba perhatikan lagi foto saat, dia berada didalam air. Lihatlah rok panjang yang dikenakannya melayang-layang indah bagaikan rok Syahrini.  Ulalala,,,,, Pokoknya sesuatu banget deh,,,,,,

Perhatikan Rok-nya,,, sesuatu banget,,,,,,

Masih berkaitan dengan Syahrini, member Kaykis, satu ini gak kalah eksis dengan gaya Syahrini.  Jilbab yang dikenakannya menurut majalah mode terbitan timur tengah akan mengalahkan Abaya Renda Syahrini.  Jilbab dengan nama “Jilbab Jambul Depan” ini akan menjadi trend setter.  Liat deh model jilbab nya.  Cetaaaaaaar *bergaya ala Syahrini,,,,,,,,,,

Si Jilbab Jambul,,,,,

Masih berkaitan dengan dunia fashion, gaya model kaykis girl yang memiliki kaki jenjang ini akan menjadi foto sampul majalah terbitan luar negeri.  Liat ekspresi muka nya, dapet banget feelnya.  Bibirnya mengalahkan keseksian bibir Angelina Jolie.  Its awesome,,,,,,,

Look,, i’m Sexy And Hot

Tapi apa kira-kira apa yang dilakukan model tersebut pada foto berikut ini yah,,,? Hmmmmm *tuing-tuing tuing,,,,,,,,,

Kecantikan, elegan, exclusive, dan sisi glamour tidak bisa dipisahkan dari group ini.  Halaaaah,,,,,  coba perhatikan foto berikut ini.  Foto wanita berukuran agak sedikit jumbo ini tampak sangat sedikit medok.  Lipsgloss nya memang agak terlalu tebal bahkan dia terlihat agak sedikit menor.  Motonya walau mau kepantai teteup harus eksis.  Tak lupa shading dikenakannya untuk memberikan efek mancung pada hidungnya yang bangir. Hehhehehhe *pisss,,,,,,,,,

Tante berhidung Bangir,,,, hehhehehe :p

Kalau untuk foto-foto berikut, terserah pembaca mengartikannya apa.  Silahkan isi titik-titik dengan jawaban kalian sendiri yaaa,, ga boyeeh nyontek.  Kalian bebas mengisi dengan jawaban kalian masing-masing. Hehhehehhe  *pisss yah om dan Adeekk,, Just kidding,,,,,

Co Cwiiiit,,,,, Mau Dunk snacknya,,,,, :p

Best Sunset, They ever Had,,,,,,,

Mentemen semuanya, postingan ini hanya untuk becandaan doang yaah, jadi kalau ada yang kurang berkenan mohon dimaafkan.  Gak ada maksud apa-apa just for Fun.

Lihat foto berikut.

Itulah gambaran dari kita.  Kita tidak akan ada artinya tanpa yang lainnya.  Begitu juga sebaliknya.  Kita akan selalu bergandengan ditengah derasnya ombak kehidupan.  Hanya genggaman erat yang dapat kita lakukan untuk melewati semua.  Mengutip salah satu tweet “Life is an adventure, what will I found next??”, and the answers is “ Ada Kamu, Dia, Aku, Kita dan Masa Depan……”

Review Hotel Grand Mega Resort and Spa

Sebenarnya tulisan kali ini masih berhubungan dengan postingan saya sebelumnya mengenai liburan di Bali.  Namun kali ini, saya akan mereview hotel tempat saya menginap.  Selama menghabiskan waktu liburan di Bali, saya dan teman-teman menginap di Hotel Grand Mega Resort And Spa.  Hotelnya sangat nyaman dan terletak di tempat yang stategis.  Hotelnya ini beralamat di Jalan By Pass 234, Simpang Siur, Kuta, Bali.  Lokasi yang tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai dan akses yang mudah untuk menuju keberbagai tempat wisata merupakan pilihan yang dapat dipertimbangkan mengapa kami memilih hotel ini.  Untuk mencari makan tidaklah sulit karena di seberang hotel terdapat Mall Bali Galleria yang banyak menyediakan food court dengan beragam pilihan makanan.

Sesampai dihotel akan di sambut dengan ramah oleh seluruh karyawan hotel.  Memasuki hotel, mata akan disuguhi oleh dominasi warna ungu yang menjadi warna utama desain interior di hotel ini termasuk seragam seluruh karyawan juga berwarna ungu yang dikombinasikan dengan batik tradisional. Unik dan ciamik itulah kesan yang pertama kali saya rasakan ketika menginjakan kaki di lobby hotel ini. Hotel bintang empat ini menawarkan berbagai tipe kelas mulai type Deluxe sampai dengan excutive suite dengan harga yang terjangkau.

Kamar Hotel di ambil dari salah satu sudut

Kamar tidur didesain dengan interior yang terkesan modern minimalis mengkombinasikan perpaduan warna ungu dan silver.  Dominasi warna putih dipadukan dengan sedikit sentuhan warna ungu pada tempat tidur membuat pengunjung akan malas untuk beranjak dari peraduan.  Tersedia TV flat pada dinding dan pintu geser yang lebar untuk mengarah ke kamar mandi.  Sedikit unsur tradisional disuguhkan pada desain interior dengan menambahkan sepasang wayang diatas bath up.  Kamar mandi yang didominasi oleh kaca transparan dibuat terpisah antara shower dan toilet.

Salah satu Sudut Kamar

Foto kamar mandi

Salah satu Sudut kamar Mandi

Selain fasilitas meeting room dan gym yang disediakan oleh hotel, fasilitas lain yang disediakan adalah kolam renang yang tertata cantik didekat restaurant.  Ditambah lagi dengan adanya pool bar dipinggir kolam renang, sangat cocok bagi pengunjung yang ingin sambil berenang menikmati makanan dan minuman ringan.

View Kolam Renang

View Of Pool Bar

Last but not least, untuk menu sarapan hotel telah menyediakan pilihan menu yang beragam mulai dari Indonesian food sampai dengan menu western.  Bagi anda yang mungkin ingin berkunjung ke Bali, saya merekomendasikan Hotel Grand Mega Resort And Spa sebagai referensi hotel anda.

Bali oh Bali – Episode 5 : Eksplore Bali – Last Day in Bali

Ini adalah petualangan hari terakhir di Bali.  Buat yang belum baca serunya cerita tentang Water Sport, yuk baca dulu cerita sebelumnya di Episode 4.  Karena hari ini adalah hari terakhir, oleh karena itu tujuan hari ini adalah belanja oleh-oleh di Pasar Sukowati yang terkenal itu serta sorenya ke Tanah Lot.

Kali ini, karena tidak ingin membuang-waktu lagi, pagi-pagi sekali semua personil Kaykis sudah standby di meja makan.  Seperti biasa, sarapan yang menggila agar siang nanti tidak terlalu lapar.  Kami menikmati santapan yang disediakan dengan lahap.

Karena tidak ingin kesiangan, oleh karena itu pukul delapan pagi waktu Bali kami sudah beranjak meninggalkan Hotel.  Tujuan pertama kami adalah Pasar Sukowati.  Pasar ini terkenal karena banyak menjual barang-barang murah.  Pasar ini menjual beragam barang yang cocok di jadikan oleh-oleh.  Namun dipasar ini sebagai pembeli kita harus jago menawar, dan kalau bisa harga yang ditawar lebih dari setengahnya karena memang pedagang disini sudah menaikan harganya diatas harga normal.  Apa lagi kalau kita membeli dengan jumlah yang banyak maka harga murahpun akan mudah kita dapatkan.  Satu lagi, penjual disini percaya akan hoki pembeli pertama.  Jika kita merupakan pembeli pertama maka kita akan mendapatkan harga yang murah.

Perjalanan menuju Sukowati ditempuh dengan bantuan GPS dan papan petunjuk arah.  Melewati jalan pedesaan yang kecil dan sempat bertanya pada beberapa orang akhirnya kami sampai di pasar Sukowati 2.  Setelah parkir mobil, dan beberapa personil menguras ATM karena memang hari itu adalah tgl 25 (gajiaaaan maak,,,,).  Kamipun langsung masuk kedalam pasar.  Bangunan pasar ini hampir sama dengan pasar Jatinegara tapi pasar Sukowati ini lebih bersih dan unsur tradisional sangat kuat melekat pada bangunan pasarnya.  Memasuki pasarnya kami disambut puluhan toko yang menjajakan barang-barang khas Bali.  Tanpa berlama-lama semua personil sudah sibuk bertransaksi dengan pedagang. Saya awalnya tidak berniat untuk belanja.  Namun karena barang-barang disini memiliki kualitas yang baik makanya sayapun tergoda untuk berbelanja.

Karena saya kurang jago menawar, oleh karena itu saya meminta bantuan Devi untuk menawar beberapa barang yang akan kami beli.  Dan luar biasa, beberapa barang yang saya beli untuk oleh-oleh maupun keperluan saya sendiri, saya dapatkan dengan harga yang murah meriah malahan saya terpaksa meminjam uang cash ke Dodi karena saat itu saya tidak bawa cash.  Hahhahhaa . Hanya dalam waktu beberapa menit saja , kami semua telah menenteng barang belanjaan yang cukup banyak.  Tak terasa, sudah hampir pukul dua belas siang, kami yang telah puas berbelanja segera meninggalkan pasar Sukowati dengan barang yang sudah memenuhi bagasi mobil.  Malah beberapa barang terpaksa, dipegang sendiri karena memang tidak buat lagi dibagasi.  Ini foto hebohnya Kaykis yang sedang berbelanja.

Seru nya The Kaykis lg Belanja,,,,,

klo yg ini jago banget nawar nya,, klo sdh nawar,, sadiiiiis,,,, 😀

Selanjutnya kami akan ke Tanah Lot, namun karena masih terlalu siang kami memutuskan untuk ke Sanur dahulu sekalian makan siang.  Sampai di Sanur, kami singgah sebentar untuk sholat di masjid yang berada disana.  Saya lupa nama masjidnya apa.  Tapi ini foto masjidnya. :

Selesai Sholat karena sedikit haus, saya dan the Boyz minum es cincau di depan masjid.  Setelah selesai, tujuan selanjutnya mencari tempat makan siang.  Kami mendapatkan referensi untuk mencoba sup ikan “Mak Beng” yang masih berada di sekitar sanur.  Tempat makan ini sudah sangat terkenal kelezatannya sehingga untuk makan disinipun harus antri.  Kami harus antri kurang lebih setengah jam agar bisa mendapatkan tempat.  Penantian kami tidak sia-sia dan terbayar dengan lezatnya sup ikan yang disajikan.  Soup ikan yang segar dan pedas mampu menjinakkan rasa lapar diperut kami.

Makan siang dengan Soup Ikan

Setelah kenyang dengan soup ikan saatnya menuju Tanah Lot.  Perjalanan menuju Tanah Lot melewati jalan-jalan pedasaan yang sangat kental nuansa Bali nya.  Pura dan janur berderet rapi sepanjang jalan seolah menyambut kedatangan kami.

Sekitar jam setengah empat sore kami sampai juga di Tanah Lot yang sudah terkenal itu.  Dengan biaya masuk yang hanya Rp.10.000/ orang kami memasuki wilayah Tanah Lot.  Kami disambut dengan toko yang menjajakan beragam barang khas Bali.  Bali memang selalu menawarkan sejuta pesona termasuk di tanah Lot.  Pemandangan yang sangat sedap di pandang mata.  Dan foto sesionpun dimulai. Hehehhehe Kami menghabiskan waktu hingga Sunset.  Terlihat indahnya Cahaya Senja yang berwarna kuning keemasan mengiringi sang surya yang perlahan menghilang dihujung laut lepas.  Deburan ombak terus menerus menerpa batu karang yang tampak berdiri kokoh.  Menakjubkan.

Menjelang hari yang kian gelap kamipun pulang untuk selanjutnya menuju ke “Toko Krishna”.  Toko ini menjual oleh-oleh.  Sebenarnya saya yang ingin ke took ini, karena ingin membeli kaos untuk beberapa orang.  Barang di toko ini memiliki kualitas baik, sehingga cocok dijadikan souvenir.  Perjalanan pulang hanya dipandu oleh anyuu yang masih ingat jalan walau sebenarnya saya tidak terlalu yakin akan daya ingat seseorang. Hahahaha .  Tidak ada GPS atau alat bantun lainnya karena semua gadget kami telah habis batrenya.  Ternyata ilmu Kiralogi atau ilmu kira-kira anyuu sangat baik.  Mungkin dia dapat nilai A untuk mata kuliah ini. Hahahhahah

Kamipun akhirnya sampai juga di jalan utama.  Namun yang jadi masalah sekarang adalah letak Toko Krishna itu.  Kami sudah beberapa kali bertanya kebeberapa orang, malah yang ada kami makin tersesat dengan arah yang mereka tunjukan.  Melalui jalan tikus yang kecil dan hanya muat untuk satu mobil.  Saya hanya takut mobil yang saya kemudikan tersenggol dan menimbulkan baret, wah bisa-bisa ada uang ekstra yang harus dikeluarkan kalau begini.  Karena arah yang tidak jelas, kami sampai nyasar ke daerah seminyak.  Yups daerah yang kalau malam geliat kehidupannya mulai terlihat.  Kami bahkan bertanya ke seorang wanita muda yang sedang duduk di motor di pinggir jalan.  Malah dia tidak tau toko Krishna.  Kami sampai nyasar dan bertemu dengan mbak itu lagi.  Hahahaha,,,,  Setelah berputar-putar akhirnya atas petunjuk seorang pria muda,  kami ditunjukanlah ke Toko Krisna.  Jam Sembilan kurang kami sampai disana.

Untung tokonya belum tutup, kamipun segera masuk ke toko yang menyediakan banyak oleh-oleh mulai dari makanan hingga pakaian.   Beberapa personil Kaykis belanja lagi di toko ini, namun hanya belanja makanan khas Bali.  Setelah selesai belanja menjelang pukul sepuluh malam kamipun menuju parkir.  Dan diparkiran terjadi suatu yang diluar rencana.

Anyuu ternyata kram kakinya dan tidak dapat digerakkan.  Dia menahan sakit yang teramat sangat bahkan hampir pingsan.  Kontan kami, semua panic atas kejadian ini.  Apa yang akan kami katakan kepada orang tuanya bila sampai terjadi apa-apa dengan Anyuu.  Memang sejak awal ketibaannya kaki anyuu sudah sakit.  Yang ada di difikiran kami saat itu adalah mencari rumah sakit agar anyuu bisa mendapat pertolongan medis.

Kami membagi team menjadi dua, Dodi, Vina dan Devi kami minta untuk membawa seluruh oleh-oleh ke Hotel dengan menggunakan taksi, sedangkan saya, Tedi, Ophy, Dan Dintul akan membawa Anyuu kerumah sakit.  Setelah mendapat informasi dari petugas parkir dimana rumah sakit terdekat, team segera berpisah.  Sumpah kejadian malam itu membuat saya deg-degan.  Dodi dan team yang sudah meluncur lebih dahulu menelpon kami agar anyuu di bawa kerumah sakit yang berada di dekat hotel dengan pertimbangan jarak yang tidak terlalu jauh dari Hotel.  Kamipun baru terfikir mengapa tidak mengambil alternatif itu saja dari tadi.  Karena tidak tahu jalan, segera kami meminta supir taksi yang membawa dodi untuk putar arah dan menjemput kami.

Akhirnya kamipun dengan dipandu oleh supir taksi menuju arah hotel.  Dan kami hampir saja nyasar lagi.   Hahahahaa,,,  sesampai di salah satu Rumah Sakit International, Anyuu segera mendapatkan pertolongan dari dokter.  Ternyata itu Rumah Sakit, pasiennya bule semua. Si Anyuu menolak untuk dirawat walhasil dokter hanya memberinya obat semprot untuk meredakan kram nya dan juga beberapa obat.  Dan biaya Rumah Sakit ini sangaaaaaaat waaaaaaaaaaaah,,,,,,,  kami sengaja tidak memberi tahu anyuu mengenai rincian biayanya pada saat itu juga karena dia akan sangat heboh.  Walau dia meminta tagihannya, kami bilang akan membukanya di Hotel.

Saat itu ada seorang anak kecil berambut pirang panjang berusia sekitar sepuluh tahun yang sedang mencari ibunya.  Dia berkata “where’s my mom” dengan logat inggris nya yang kental. Si anyuu dengan senyum menawannya menjawab “that’s your mom” sambil menunjuk kearah loby.  Anak bule itupun segera berlari.  Saya yang melihat senyum di wajah anyuu saat itu dalam hati berkata, “oh anyuu, sebentar lagi kamu akan menangis melihat tagihan rumah sakit ini”

Setelah menyelesaikan administrasinya, kami pun pulang kehotel.  Entah bagaimana Ophy dan Dintul menjelaskan ke Anyuu perihal biaya Rumah Sakit tgersebut.  Malam itu setelah packing untuk persiapan pulang, saya dan the Boyz segera tidur, karena memang saat itu sudah pukul dua malam dan kami harus bangun pagi-pagi sekali karena kami penerbangan jam delapan waktu Bali.

Keesokan harinya, setelah sarapan kami segera check out dan berpamitan kepada the Ladies. Rasanya masih ingin bertualang bersama-sama Kaykis.  Cant forget this wonderfull day with all of you guys.  Saya dan the Boyz terbang ke Jakarta dengan selamat dan sampai pukul sepuluh waktu jakarta,  Dodi dan Tedi pulang kerumah masing-masing sedang saya harus menunggu sampai jam 3 sore untuk penerbangan ke Palembang.

Cerita kaykis tidak habis sampai disini.  Para ladies ternyata ketinggalan pesawat dan terpaksa harus membeli tiket untuk pulang.  Dan mereka mendapat tiket untuk keberangkatan jam sepuluh malam waktu Bali.  Walhasil mereka terdampar di bandara selama berjam-jam.  Dan mereka baru sampai rumah lewat dari dini hari.

Selalu ada cerita yang tidak terlupakan dalam setiap perjalanan Kaykis.  Sampai berjumpa lagi dalam kisah selanjutnya teman-teman.

Bali oh Bali – Episode 4 : Eksplore Bali – It’s Water Sport Time

Sebelum baca kisah berikut ini, jangan lupa baca kisah sebelumnya ya di  Episode 3.

Senin, 24 September 2012 di Pulau Dewata.  Disaat orang-orang lain sibuk memulai aktivitasnya, memulai hectic nya senin.  Delapan remaja yang menjelang uzur ini masih berada di peraduan.  Rencana yang awalnya akan memulai aktivitas hari ini jam tujuh pagi agak sedikit di undur.  Justru delapan anak ini masih berleyeh-leyeh.  Aktivitas hari ini memang agak molor dari jadwal yang sudah di rencanakan.  Jam tujuh pagi, mobil yang akan kami sewa selama dua hari kedepan sudah diserahkan pemiliknya ke saya.

Pagi itu kami memulai dengan sarapan bersama.  Menu sarapan yang bervariatif dan beragam membuat Kaykis sulit untuk beranjak dari meja makan.  Kalaupun beranjak itu hanya untuk mengambil menu lainnya.  Beberapa personil memang berbadan kecil namun jangan tanyakan porsi makannya.  Badan boleh teri tapi porsi makan ikan lele dumbo. *Looh apa ini gak jelas,, hehehhe

Kaykis Lagi Sarapan

Tempat makan yang berada di pinggir kolam renang membuat kelompok ini semakin betah menyantap satu demi satu menu yang ada.  Sampai menjelang pukul Sembilan barulah Kaykis Girls kembali ke kamar untuk bersiap-siap.  Its time to have fun guys, let start and make your adrenaline become high.  Its Water sport time.

Namanya wanita selalu lama kalau dandan.  Ini juga yang terjadi dengan kaykis Girls.  Padahal kan mau ke Pantai dan mau menyelam tapi dandanan tetap maksimal.  Mascara dan eyeliner tetap maksimal diwajah mereka.  lipsgloss tampak mengkilat dibibir wanita-wanita ini.  Tidak lupa kaca mata ala Victoria Backham terut serta.  Dan yang lebih menarik adalah dandan Jilbab salah seorang personil yaitu Penyu alias Anyuu.  Jilbabnya akan mengalahkan trend abaya renda syahrini.  Tema jilbab anyuu hari itu adalah Jilbab Jambul Depan.  Mau liat hebohnya dandanan kaykis Girls, ini dia foto mereka sebelum berangkat ke Pantai.

Anyuu (tengah) dengan Jilbab Jambulnya 😀
Bawah : Dintul, Anyuu, Devi
Atas : Ophy dan Vina

Menjelang pukul sepuluh Team kaykis berangkat ke Tanjung benoa untuk ber water sport ria.  Bermodalkan GPS, kaykis menyusuri jalanan di Pulau Dewata ini.  Ternyata zaman sudah begitu canggih, kurang lebih satu jam, Kaykis sudah sampai di Tanjung Benoa dan sekarang tinggal mencari BMR Dive And Water Sport, yaitu tempat kami akan melakukan aktivitas hari ini.  Setelah ditelepon oleh Anyuu untuk menanyakan posisi BMR tersebut, tak lama kemudian sampailah kami di lokasi.  Seluruh personil berteriak kegirangan.  Kamipun bergegas menuju loby dan disambut oleh guide dari BMR.  Sebelumnya kami memang telah membeli tiket untuk beberapa permainan air secara online dan diskon pastinya. Hehehhehe,,, jadi yang kami bawa hanya voucher saja.  Kamipun menunggu di meja panjang sambil registrasi data.  Anyuu dan ophy berburu topi-topi lebar ala noni Belanda sedangkan dodi berburu udeng untuk para cowo-cowo.

Voucher yang telah kami beli, kami serahkan ke guide BMR tersebut.  Setelah di kroscek ternyata voucher yang dibawa hanya untuk 6 Sea Walker, 6 Parasailing dan 3 Snorkling.  Karena personil yang ada berjumlah delapan orang kami pun mengingat-ingat apakah ada voucher yang tertinggal.  Kan gak seru kalau ada yang gak ikut bersenang-senang.  Untunglah si ophy sang coordinator lapangan memiliki daya ingat yang kuat perihal tiket-tiket tersebut.  Ditambah lagi gadget yang dimilikinya masih menyimpan seluruh email mengenai voucher-voucher tersebut.  Masalah selesai, seluruh personil mendapatkan tiket dan siap untuk bersenang-senang hari ini.

Karena snorkling dan dan Sea walker dilakukan di satu tempat oleh karenanya kami pun mencoba perlengkapan untuk snorkeling seperti sepatu katak dan kacamata.  Kamipun dijelaskan bagaimana penggunaan kacamata yang disertai dengan alat untuk bernafas.  Setelah itu kami diberi baju yang harus digunakan karena tidak diperkenankan menggunakan pakaian lengan pendek.  Selanjutnya kami dikumpulkan untuk diberi pengarahan secara teknis mengenai Sea Walker beserta dengan kode atau isyarat umum yang digunakan jika sudah didalam air.  Setelah dirasa cukup paham, kamipun dipersilahkan menuju boat yang akan membawa kami ke tengah laut untuk memulai petualangan kami.

Gaya Dulu sebelum Water Sport-an

Mendpat Pengarahan sebelum Water Sport

Jarak dari pantai menuju tempat kami akan melakukan aktivitas ditempuh selama kurang lebih lima belas menit dengan menggunakan boat.

Sampai di tempat lokasi yang tampak seperti rakit terapung, kami langsung disuruh untuk mempersiapkan diri.  Tubuh kami dilengkapi dengan pemberat dan satu persatu dari kami, diturunkan kedasar laut.  Kepala kami dilengkapi dengan helm yang terhubung dengan oksigen sehingga kami bisa bernafas seperti saat kami berada di atas laut.  Berada didasar laut membuat saya merasa seperti manusia ikan,  menikmati kehidupan damai yang berada didasar yang laut yang tenang.  Melihat gerombolan ikan yang beraneka ragam dan berenang kian kemari.  Mata ini seakan disuguhi ciptaan ilahi yang tiada tandingnya. Takjub dan luar biasa itulah kesan yang muncul dalam benak saya.  Hanya setengah jam kami berada didasar laut lalu kami kembali kepermukaan lagi.  Waaaah rasanya masih ingin didasar lagi.,,, hick hick,,,,,,  ini koleksi foto Sea Walker yang berhasil di abadikan.

Selanjutnya snorkling,,,, Kalau saya bilang sih namanya berenang di laut. Hehehehe , tidak semua personil yang memang ikut snorkeling.  Saatnya melihat dunia bawah laut dari atas.  Dodi yang awalnya snorkling tiba-tiba berhenti karena dia terlilit selang oksigen dan lalu dia di gantikan oleh Devi.  Sedang Vina hanya duduk manis menanti kami yang sedang asik bersnorkling ria. Kurang lebih hampir dua jam kami berenang di lautan.  Awalnya kami menggunakan jaket pelampung, namun akhirnya saya dan beberapa personil lepaskan peralatan snorkeling kecuali kacamata.  Hampir jam tiga baru kami selesai bersnorkling ria.  Ini dia koleksi foto kami saat ber snorkeling.

Dan ini belum selesai,  kami kembali kedaratan dan lupa makan siang.  Sambil menunggu jadwal parasailing, personil yang kelaparan segera mencari makan.  Namanya liburan murah meriah, makanpun harus hemat.  Bukan ke resto yang terdapat dalam area BMR tapi abang-abang baso dan mie ayam keliling yang lewat.  Hahhahhaaa,,,,,,, lumayan buat mengganjal perut, walau sebenarnya harga basonya cukup mahal untuk ukuran semangkok baso.

Saatnya parasailing,  karena waktu sudah hampir pukul empat sore waktu Bali, awalnya sih deg-degan tapi memang harus di coba.  Semua perasaan menjadi satu saat parasut membawa tubuh kami terbang.  Rasa takut yang awalnya muncul seketika sirna ketika berada di atas menikmati indahnya alam dari atas udara.  Merasa seperti Superman. Hehehheh . Pengalaman kocakpun terjadi.  Mulai dari salah tarik tali parasut, pendaratan yang tidak mulus, maupun ketika akan turun menjerit-jerit.  Semua menjadi satu.  Ini dia koleksi foto parasailing :

Karena sudah semakin sore, kamipun bergegas untuk untuk menuju objek wisata selanjutnya yaitu Tanah Lot.  Tapi ternyata setelah di beritahu bahwa jarak Tanah Lot itu jauh dari Tanjung Benoa, kami membatalkan rencana untuk kesana.  Rencanapun berubah, kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan akan keluar pada malam harinya.

Dengan pakaian yang masih basah kuyup kami pulang ke Hotel.  Ketika pulang menuju hotel, kami sempatkan untuk membeli nasi bungkus karena memang perut kami masih lapar dan nasi kami makan di hotel.  Sampai di hotel saya dan beberapa personil berenang sampai menjelang magrib.

Malam itu karena terlalu banyak berenang, tubuh saya begitu lelah sehingga jam tujuh malam saya sudah terlelap tidur.  Beberapa teman pergi ke Legian untuk menikmati malam disana sedangkan sebagian lagi beristirahat dikamar.  Untuk hari ini, demikianlah aktivitas saya dan Kaykis yang cukup padat dan melelahkan.  Besok akan masih ada cerita yang tercipta.  Nantikan kisah selanjutnya di Episode 5 yaa,,,,,,,

Bali oh Bali – Episode 3 : Eksplore Bali – GWK dan Uluwatu

Semangat Oktober semua,,,,,,

Pasti sudah nunggu-nunggu kelanjutan cerita saya dan Kaykis di Bali yaaaa? Yang belum baca Episode 1 dan Episode 2 ayoo mari di baca dulu cerita sebelumnya yaa.  Tinggal di klik aja ya link nya.  Baiklah kawan-kawan semua, duduk yang manis yaa,,, saya akan mulai bercerita.  hehehehhe

Setelah saya dan Kaykis Boyz di jemput di Bandara, kami langsung menuju hotel untuk Check In.  Review mengenai hotel tempat kami menginap akan saya buat dalam postingan tersendiri.  Setelah check in saya dan Kaykis Boyz langsung berangkat bersama temannya Tedi yang memang sedang dinas di Bali.  Awalnya kami berencana untuk ke danau Batur, namun karena saat itu sudah menunjukan hampir jam 2 siang, sedangkan kami belum makan siang sama sekali maka rencana berubah.  Setelah makan siang dengan menu nasi campur Bali kamipun mulai melanjutkan perjalanan.

Tempat pertama yang kunjungi adalah Garuda Wisnu Kencana.

Garuda Wisnu Kencana atau yang disingkat dengan GWK adalah sebuah taman wisata yang berada di wilayah selatan Bali.  Ditempat ini direncanakan akan dibangun suatu Landmark atau maskot Bali yaitu patung Dewa Wisnu yang sedang menunggangi Garuda.  Ditempat ini akan banyak di jumpai toko souvenir dan juga pertunjukan music maupun tari.  Yang menarik perhatian saya dari tempat ini adalah taman-taman tebingnya yang menjulang tinggi dan sangat indah di pandang mata.  Tebing-tebing yang merupakan batu cadas tampak tersusun rapi.  Untuk masuk ke objek wisata ini, pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 30.000/orang.  Patung ini merupakan mahakarya dari I Nyoman Nuarta.  Patung ini akan jadi landmarknya Bali bahkan menurut informasi patung ini akan mengalahkan tingginya patung Liberty yang ada di New York.  Walaupun saat ini, pengerjaan patung ini belum selesai dan tidak tahu kapan akan selesainya karena yang baru selesai adalah patung kepala garuda, patung kepala dan tubuh serta tangan Dewa Wisnu .  Dari tempat ini kita bisa melihat indahnya pemandangan yang menyejukan mata.  Birunya laut dan rumah penduduk tampak sangat indah dipandang mata.  Ini koleksi foto saya dan Kaykis Boyz di GWK.

Patung Dewa Wisnu

Nice Shoot 😀

Foto Sesion : Dodi as a Model and Tedi as Photographer

Tebingnya Kereen,,,,,, 🙂

View dari GWK, kereen View nya 😀

Selanjutnya Uluwatu

Karena sudah agak sore maka kamipun melanjutkan perjalanan ke uluwatu yang memang searah perjalanan dengan GWK.  Kami memang tidak ke pura uluwatunya tapi hanya pantainya saja karena memang untuk kepantainya memang tidak di kenakan biaya.  Rute kepantainya sama seperti mau ke air terjun, pengunjung harus melalui titian anak tangga yang menurun sampai ke pantai yang di apit oleh karang besar.  Ombaknya cukup besar sehingga banyak turis yang surfing disini.  Air lautnya sangat dingin dan segar sekali ketika menyapa kaki saya yang tak beralaskan apa-apa.  Ada anak tangga yang sedikit curam untuk naik ke atas karang.  Disana terdapat restaurant yang langsung menghadap ke laut lepas.  Dari atas sana juga kita bisa memandang laut lepas yang luas membentang.  Saya berhasil mengabadikan beberapa view cantik di uluwatu.

Menuju Uluwatu

Menuju Pantai melalui anak Tangga yang Menurun

Salah satu Sudut pantainya yg di apit oleh batu karang

view dari atas,, awesome,,,, 🙂

sumpah,,, ini beneran hasil jepretan saya,,,,, :p

Karena hari sudah semakin sore kami pun memutuskan untuk pulang.  Walau rombongan kami sempat terpisah dan saling mencari akhirnya kami putuskan untuk menunggu di parker mobil.  Handpone saat itu sama sekali tidak bisa digunakan karena tidak ada signal.  Ketika menuju parker mobil rute yang ditempuh terasa sangat berat karena medan yang harus di tempuh adalah anak tangga yang menaik.  Walhasil dengan bersimbah keringat saya berhasil melalui walau dengan perjalanan panjang.

jalur baliknya menanjak bikin ngos-ngos an

Gimana gak ngos-ngos an klo track kayak gini,,,,,,,

Sebelum di antarkan kehotel, ketika perjalanan pulang, kami mampir di pantai yang berada di tepi jalan.  Saya tidak tau apa nama pantai tersebut.  Untuk masuk kepantai tersebut harus melewati jalan curam yang terhimpit di antara dua karang.  Banyak bule yang berenang di pantai ini.  Kami hanya menikmati jingganya senja yang beranjak keperaduannya dalam cakrawala langit biru.  Ini koleksi fotonya :

Saat nya pulang menuju Hotel bertemu dengan Ladies

Karena hari sudah menjelang malam, kamipun kembali ke hotel karena Kaykis Girls akan segera tiba di hotel.  Setelah berpamitan dengan temannya Tedi (Hania dan Oki) kamipun segera masuk ke kamar untuk bersih-bersih.  Thank you Hania and Oki, glad to know all you guys, see you in the next time.  Sambil menunggu the ladies datang, sayapun memutuskan untuk berenang.  Tak lama para Kaykis Girls pun tiba di hotel.  Malah mereka sempet foto-foto dulu di lobby hotel. Hadeeeeh,,,,,,,,  Suasana riuh mulai terdengar, kericuhan pun mulai terjadi.  Karena sudah lama tidak bertemu semua mulai bercerita dan suasana ramaipun tak bisa di hindarkan.  Kamipun melanjutkan obrolan di Hoka-Hoka Bento yang berada di Bali Galeria Mall yang tepat terletak di seberang hotel.

The Ladies with Welcome Drink 🙂

Makasih Pak satpan yang udh fotoin Kaykis (foto : Di depan Hotel)

Setelah selesai makan dan kembali ke Hotel obrolan pun berlanjut di kamar cowo.  Kaykis Boyz And Girls berkumpul jadi satu seperti pepes ikan.  Membicarakan rencana besok hari. Rute yang akan dilalui untuk besok hari bahkan ada yang sempet-sempetnya jualan. Hahahhaa.  Diputuskanlah bahwa besok seluruh personil harus bangun pagi-pagi karena jam tujuh pagi petualangan akan dimulai.  Rencana besok akan bersenang-senang di tanjung benoa menikmati permainan air dan sore akan ke Tanah lot.

Cerita tentang serunya kaykis mengguncang laut Bali akan saya ceritakan pada pada postingan Episode 4.  Harap pemirsa bersabar yaaaa,,,,

Bali Oh Bali : Episode 2 – Perjalanan Menuju Bali

Aloha semua…..

Masih pada setia menanti kelanjutan petualangan saya dan Kaykis di Pulau Dewata kan? Hehhehehhe.  Buat yang belom baca episode 1 nya sok atuh klik DISINI .  Dibaca dulu biar seru baca di episode 2 nya.

Dikarena saya dan Kaykis Boyz berangkat ke Bali dengan pesawat pagi pada hari Minggu tanggal 22 September 2012, oleh sebab itu, maka saya yang tinggal di kota Palembang harus sudah sampai di Jakarta sejak hari sabtu sore.  Tiket pesawat sudah saya beli sebulan sebelum keberangkatan.  Saya berangkat ke Jakarta pada sabtu sore dengan penerbangan jam 4 sore dan kembali lagi ke Palembang  pada Rabu, 26 September dengan penerbangan jam 3 sore.

Menjelang hari sabtu, seluruh perlengkapan sudah saya persiapkan.  Proses packing berlangsung kilat karena memang tidak banyak pakaian yang saya bawa.  Tas yang saya bawa memang agak lebih besar karena sudah saya niatkan untuk tidak pakai bagasi dan kalaupun ada oleh-oleh yang di bawa saya usahakan masuk kedalam tas jinjing yang saya bawa dan hanya masuk ke kabin pesawat.

Persiapan sudah matang, cuti selama 3 hari sudah saya ajukan sebulan sebelum keberangkatan.  Tiket sudah di tangan.  Karena di kantor tempat saya bekerja, hari sabtu tetap masuk walau hanya setengah hari, saya tetap ke kantor.  Apalagi hari itu ada trainer dari Head Office dan kebenaran saya kenal dengan trainer tersebut dan dia mengajak untuk berangkat ke bandaranya barengan.  Sayapun mengiyakan tawaran tersebut.  Meeting dengan trainer tersebut selesai jam setengah dua siang.  Sayapun bergegas pulang ke rumah, untuk mengambil barang bawaan sedangkan trainer yang dari Head Office makan siang dulu bersama teman kantor.

Menuju bandara di kota Palembang memang tidak terlalu jauh dari pusat kota.  Sudah hampir jam tiga sore tidak ada kabar dari teman saya untuk datang.  Saya telepon ternyata mereka sedang menuju ke rumah.  Saya makin deg-degan karena waktu hampir menunjukan pukul setengah empat.  Saya sempat berfikir untuk naik taxi saja ke bandara namun karena teman saya yang akan mengantarkan saya ke bandara sedang dalam perjalanan maka saya putuskan untuk menunggu.  Hampir jam setengah empat mereka datang dan kami pun bergegas menuju bandara.  Kendaraan di pacu ala koboi.  Salip kiri Salip kanan agar bisa segera menuju bandara.  Dalam hati saya zikir agar pesawat delay.

Sampai di bandara pukul empat kurang dua menit.  Saya langsung lari menuju ruang check ini.  Dan yang lebih mengenaskan lagi saya harus antri untuk check in.  Tanpa rasa sungkan saya meminta bapak-bapak yang antri di depan saya untuk mempersilahkan saya dahulu untuk check in dan ketika akan check in ternyata saya sudah telat.  Yang ada difikiran saya saat itu harus berangkat ke Jakarta hari itu juga.  Saya segera menuju loket penjualan tiket dan ternyata penerbangan untuk sore sudah habis dan ada juga penerbangan untuk malam.  Karena malam itu saya menginap dirumah dodi (kaykis boyz) yang berada di Bekasi, saya gak enak kalau sampai dirumahnya terlalu malam.  Dan ternyata ada calo yang menawarkan tiket walau dengan harga yang agak lebih mahal.  Karena memang sudah mepet, akhirnya membeli tiket di calo walau dengan berat hati karena harus mengeluarkan uang ekstra.   Ini foto ruang tunggu di bandara Sultan Mahmud Badarudin Palembang.

Foto ruang Tunggu Bandar SMB II Palembang

Bandara SMB II Palembang

Bandara SMB II Palembang

View senja dari atas Cakrawala 🙂

Sayapun berangkat menuju Jakarta dengan penerbangan jam lima sore.  Sampai di Jakarta jam enam lewat saya langsung menuju Bekasi dengan damri. Karena jalan agak macet jadi sampai di rumah dodi agak malam.  Malam itu saya dan dodi bergegas tidur karena esok harus berangkat sepagi mungkin menuju bandara.  Jam empat subuh saya sudah bangun dan bersiap-siap.  Taxi menjemput sekitar pukul lima pagi dan kami berangkat ke bandara sekitar jam setengah enam.  Sampai di bandara jam setengah delapan pagi dan ketika check tiket ternyata kami penerbangan jam sepuluh pagi.  Walhasil sambil menunggu tedi kami sarapan dulu di resto yang ada di terminal 3 bandara.  Ini menu sarapan saya pagi itu.

Menu Sarapan Sebelum Berangkat

Tak lama, tedi datang dan kami menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang.  Tema pembicaraan pagi itu adalah galaunya para pria menjelang usia tiga puluh tahun.  Hahahhaha.  Jam Sembilan kami check in dan langsung menuju ruang tunggu.  Seperti biasa narsis dulu dikit di bandara. Ini koleksi fotonya.

Tedi dan Dodi – Kaykis Boyz

Narsis dulu sebelum berangkat 🙂

Ini juga kondisi ruang tunggu bandara terminal 3. Tempatnya lebih baik di bandingkan dengan terminal satu tempat biasa saya menunggu.

Tak lama kami pun di persilahkan untuk naik ke pesawat.  Disambut dengan senyum manis mba-mba pramugari yang cantik-cantik dan terlihat modis dengan menggunakan jeans.  Dan perjalanan menuju Bali pun dimulai.  karena cape kamipun tidur selama diperjalanan.

Jam 12 an kami sampai di bandara I Gusti Ngurah Rai.  Bali we are coming,,,,  Dan satu lagi kejadian unik terjadi di Bali.  Kami sudah di jemput oleh rental mobil yang akan kami sewa.  Ternyata temannya tedi yang lagi bertugas di Bali juga ikut menjemput kami di Bandara.  Selain itu ternyata dari pihak hotel juga ikut menjemput.  Jadilah kami bertiga dijemput oleh tiga mobil.  hahahaaaa

Setelah check in di hotel, sambil menunggu kaykis girls yang tiba pada malam hari kami putuskan untuk jalan-jalan lebih dahulu.  Mau tau kami kemana saja…?  Tunggu kisah selanjutnya di Episode 3 yaaa,,,,,,

Bali Oh Bali. Episode 1 : Prolog Menuju Bali

Diakhir bulan September yang lalu, saya bersama teman-teman Kaykis mengadakan arisan pamuncak di Bali.  Arisan yang biasa kami adakan setiap dua bulan sekali ini di akhiri dengan arisan di pulaunya para dewata.  Sambil arisan sekalian liburan. Mengusung tema “Liburan hemat ala Kaykis”.  Liburan ke Bali dikemas  dengan biaya yang seminimal mungkin namun tetap elegan. Hahhahaa,,,,  J

Liburan ke pulau dewata ini telah direncanakan kurang lebih setahun yang lalu.  Pengagas utamanya adalah Bunti dan Ophy.  Awalnya yang berangkat hanya cewe-cewenya saja.  Namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya cowo-cowo kaykis yang kiyut dan imut turut serta dalam liburan mewah tapi hemat.  Kenapa pulau Bali yang dipilih?  Dasar pertimbangannya sih simple.  Selain memang Bali menawarkan sejuta pesona, hal utama yang menyebabkan Bali dipilih sebagai tempat melancongnya kumpulan anak-anak ajaib ini adalah rasa malu yang teramat sangat dalam terhadap mbak Julia Robert.  Loh kok Mbak Julia Robert bukan Julia Perez? Apa hubungannya Bali dan Mba Bule ini?

Sepertinya yang kita ketahui bahwa Julia Robert pernah menginjakan kaki nya di tanah dewata untuk syuting film Eat, Pray and Love.  Kaykisers merasa malu karena sebagai orang Indonesia asli, belum ada satupun dari personil kaykis yang pernah ke Bali.   Atas dasar itulah maka liburan ke Bali ini dibuat.

Perencanaan yang matang telah dilakukan setahun yang lalu.  Sejak Akhir 2011, Bunti dan Ophy telah berburu pesawat murah. Untung ada maskapai Air Asia yang menawarkan harga murah meriah sehingga kami bisa terbang menuju Bali.  Rencana awal seluruh personil Kaykis akan ikut. Dan dipilihlah bulan September karena dibulan itu seluruh personil telah mendapatkan cuti tahunan.  Pencarian tiket murah pun harus berjibaku dengan waktu.  Karena memang rencana awalnya hanya cewe-cewe saja yang berangkat.  Namun di last minutes cowo-cowonya juga memutuskan untuk ikut.  Sehingga perburuan tiket agak sedikit mepet.  Ophy harus menggunakan beberapa PC agar booking tiket pesawat mendapatkan tiket dengan harga yang terjangkau.  Akhirnya setelah melalui perjuangan yang berliku-liku tiket pun didapatkan walau harus beda penerbangan antara cowo dan cewe.  Cowo mendapatkan penerbangan pagi sedang para ladies mendapatkan penerbangan sore.

Masalah pesawat sudah beres, sekarang masalah penginapan.  Awalnya liburan ke Bali akan dilakukan ala Backpacker.  Perburuan penginapan murahpun dimulai.  Sampai salah satu personil melihat ada promo dari Hotel Grand Mega Resort And Spa.  Hotel Bintang empat yang terletak di daerah kuta ini menawarkan paket kamar diskon hingga 55%.  Setelah dikalkulasikan ternyata harganya sama dengan menyewa penginapan biasa.  Maka diputuskan Kaykis akan menginap di Hotel Bintang empat. Hehehhehe.  Program promo pun masih berlanjut, ternyata salah satu personil menawarkan promo water sport seperti parasailing, sea walker, snorking dll.  Kesempatan emas ini langsung tidak disia-siakan.

Dan saat yang di tunggupun akan segera tiba.  Manusia hanya bisa berencana namun tuhan juga yang menentukan.  Perjalanan menuju Beli terancam gagal.  Banyak prahara yang muncul menjelang detik-detik keberangkatan Kaykis ke Bali.  Berawal dengan Fita yang tidak jadi ikut.  Hal ini dapat di fahami karena di tahun ini Fita mendapatkan Jodoh dan harus saving uang untuk acara resepsi yang akan dilaksanakan di awal Oktober.

Tidak hanya sampai disini, Bunti yang merupakan tim panitia inti terpaksa harus membatalkan keberangkatnnya.  Hal ini dikarenakan bunti, beberapa bulan sebelum keberangkatan pindah ke perusahaan lain sehingga dia belum mendapatakan hak cuti.  Sebenarnya dia telah lulus masa percobaan namun dari perusahaan tidak memberikan dia izin.  Walhasil bunti yang kecewa sempat ingin hengkang dari perusahaan tersebut.  Kaykis pun secara parallel mencari informasi mengenai lowongan kerja untuk Bunti.  Sampai dengan sebulan sebelum keberangkatan masih belum ada tanda-tanda panggilan untuk Bunti.  Kaykis sempat patah arang mengenai keikut sertaan Bunti ke Bali.  Beberapa minggu sebelum hari H, rupanya Bunti mendapatkan panggilan di salah satu perusahaan.  Harapan bahwa Bunti akan ikut kembali muncul.  Namun sayang ternyata keaadaan belum berpihak.  Sampai dengan hari H Bunti belum mendapatkan pekerjaan yang baru.  Namun yang lebih tragis adalah, dia dipaksa untuk ikut ke Bali bersama perusahaannya dan waktunya bertepatan dengan keberangkatan Kaykis ke Bali.  Kamipun sepakat untuk bertemu dengannya di Bali.  Karena Bunti dan Fita yang tidak jadi berangkat terpaksa voucher hotel di jual kepihak lain dibawah harga yang kami beli.

Ketegangan antar personil makin memuncak ketika akan dilakukan sewa mobil.  Karena kesalah pahaman beberapa personil, menyebabkan terjadi perasaan yang tidak enak dan saling ngotot-ngototan.  Bahkan Kaykis sempat saling diam-diaman selama beberapa hari.  Kondisi yang tidak kondusif ini untungnya hanya terjadi beberapa hari saja.  Semua kembali seperti sedia kala.

Dan akhirnya hari yang dinantikan datang juga. Bertemu dengan sahabat-sahabat lama yang sudah seperti keluarga sendiri.  Walau dengan personil yang tidak lengkap, namun aku yakin liburan ini akan menyenangkan.  Dan beberapa tragedy kembali terjadi sejak awal keberangkatan sampai dengan kepulangan Kaykis.  Penasaran dengan apa yang terjadi?  Nantikan kisah selengkapnya dalam postingan saya berikutnya di Episode 2 🙂 .