Bali Oh Bali. Episode 1 : Prolog Menuju Bali

Diakhir bulan September yang lalu, saya bersama teman-teman Kaykis mengadakan arisan pamuncak di Bali.  Arisan yang biasa kami adakan setiap dua bulan sekali ini di akhiri dengan arisan di pulaunya para dewata.  Sambil arisan sekalian liburan. Mengusung tema “Liburan hemat ala Kaykis”.  Liburan ke Bali dikemas  dengan biaya yang seminimal mungkin namun tetap elegan. Hahhahaa,,,,  J

Liburan ke pulau dewata ini telah direncanakan kurang lebih setahun yang lalu.  Pengagas utamanya adalah Bunti dan Ophy.  Awalnya yang berangkat hanya cewe-cewenya saja.  Namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya cowo-cowo kaykis yang kiyut dan imut turut serta dalam liburan mewah tapi hemat.  Kenapa pulau Bali yang dipilih?  Dasar pertimbangannya sih simple.  Selain memang Bali menawarkan sejuta pesona, hal utama yang menyebabkan Bali dipilih sebagai tempat melancongnya kumpulan anak-anak ajaib ini adalah rasa malu yang teramat sangat dalam terhadap mbak Julia Robert.  Loh kok Mbak Julia Robert bukan Julia Perez? Apa hubungannya Bali dan Mba Bule ini?

Sepertinya yang kita ketahui bahwa Julia Robert pernah menginjakan kaki nya di tanah dewata untuk syuting film Eat, Pray and Love.  Kaykisers merasa malu karena sebagai orang Indonesia asli, belum ada satupun dari personil kaykis yang pernah ke Bali.   Atas dasar itulah maka liburan ke Bali ini dibuat.

Perencanaan yang matang telah dilakukan setahun yang lalu.  Sejak Akhir 2011, Bunti dan Ophy telah berburu pesawat murah. Untung ada maskapai Air Asia yang menawarkan harga murah meriah sehingga kami bisa terbang menuju Bali.  Rencana awal seluruh personil Kaykis akan ikut. Dan dipilihlah bulan September karena dibulan itu seluruh personil telah mendapatkan cuti tahunan.  Pencarian tiket murah pun harus berjibaku dengan waktu.  Karena memang rencana awalnya hanya cewe-cewe saja yang berangkat.  Namun di last minutes cowo-cowonya juga memutuskan untuk ikut.  Sehingga perburuan tiket agak sedikit mepet.  Ophy harus menggunakan beberapa PC agar booking tiket pesawat mendapatkan tiket dengan harga yang terjangkau.  Akhirnya setelah melalui perjuangan yang berliku-liku tiket pun didapatkan walau harus beda penerbangan antara cowo dan cewe.  Cowo mendapatkan penerbangan pagi sedang para ladies mendapatkan penerbangan sore.

Masalah pesawat sudah beres, sekarang masalah penginapan.  Awalnya liburan ke Bali akan dilakukan ala Backpacker.  Perburuan penginapan murahpun dimulai.  Sampai salah satu personil melihat ada promo dari Hotel Grand Mega Resort And Spa.  Hotel Bintang empat yang terletak di daerah kuta ini menawarkan paket kamar diskon hingga 55%.  Setelah dikalkulasikan ternyata harganya sama dengan menyewa penginapan biasa.  Maka diputuskan Kaykis akan menginap di Hotel Bintang empat. Hehehhehe.  Program promo pun masih berlanjut, ternyata salah satu personil menawarkan promo water sport seperti parasailing, sea walker, snorking dll.  Kesempatan emas ini langsung tidak disia-siakan.

Dan saat yang di tunggupun akan segera tiba.  Manusia hanya bisa berencana namun tuhan juga yang menentukan.  Perjalanan menuju Beli terancam gagal.  Banyak prahara yang muncul menjelang detik-detik keberangkatan Kaykis ke Bali.  Berawal dengan Fita yang tidak jadi ikut.  Hal ini dapat di fahami karena di tahun ini Fita mendapatkan Jodoh dan harus saving uang untuk acara resepsi yang akan dilaksanakan di awal Oktober.

Tidak hanya sampai disini, Bunti yang merupakan tim panitia inti terpaksa harus membatalkan keberangkatnnya.  Hal ini dikarenakan bunti, beberapa bulan sebelum keberangkatan pindah ke perusahaan lain sehingga dia belum mendapatakan hak cuti.  Sebenarnya dia telah lulus masa percobaan namun dari perusahaan tidak memberikan dia izin.  Walhasil bunti yang kecewa sempat ingin hengkang dari perusahaan tersebut.  Kaykis pun secara parallel mencari informasi mengenai lowongan kerja untuk Bunti.  Sampai dengan sebulan sebelum keberangkatan masih belum ada tanda-tanda panggilan untuk Bunti.  Kaykis sempat patah arang mengenai keikut sertaan Bunti ke Bali.  Beberapa minggu sebelum hari H, rupanya Bunti mendapatkan panggilan di salah satu perusahaan.  Harapan bahwa Bunti akan ikut kembali muncul.  Namun sayang ternyata keaadaan belum berpihak.  Sampai dengan hari H Bunti belum mendapatkan pekerjaan yang baru.  Namun yang lebih tragis adalah, dia dipaksa untuk ikut ke Bali bersama perusahaannya dan waktunya bertepatan dengan keberangkatan Kaykis ke Bali.  Kamipun sepakat untuk bertemu dengannya di Bali.  Karena Bunti dan Fita yang tidak jadi berangkat terpaksa voucher hotel di jual kepihak lain dibawah harga yang kami beli.

Ketegangan antar personil makin memuncak ketika akan dilakukan sewa mobil.  Karena kesalah pahaman beberapa personil, menyebabkan terjadi perasaan yang tidak enak dan saling ngotot-ngototan.  Bahkan Kaykis sempat saling diam-diaman selama beberapa hari.  Kondisi yang tidak kondusif ini untungnya hanya terjadi beberapa hari saja.  Semua kembali seperti sedia kala.

Dan akhirnya hari yang dinantikan datang juga. Bertemu dengan sahabat-sahabat lama yang sudah seperti keluarga sendiri.  Walau dengan personil yang tidak lengkap, namun aku yakin liburan ini akan menyenangkan.  Dan beberapa tragedy kembali terjadi sejak awal keberangkatan sampai dengan kepulangan Kaykis.  Penasaran dengan apa yang terjadi?  Nantikan kisah selengkapnya dalam postingan saya berikutnya di Episode 2🙂 .

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s