Bali oh Bali – Episode 5 : Eksplore Bali – Last Day in Bali

Ini adalah petualangan hari terakhir di Bali.  Buat yang belum baca serunya cerita tentang Water Sport, yuk baca dulu cerita sebelumnya di Episode 4.  Karena hari ini adalah hari terakhir, oleh karena itu tujuan hari ini adalah belanja oleh-oleh di Pasar Sukowati yang terkenal itu serta sorenya ke Tanah Lot.

Kali ini, karena tidak ingin membuang-waktu lagi, pagi-pagi sekali semua personil Kaykis sudah standby di meja makan.  Seperti biasa, sarapan yang menggila agar siang nanti tidak terlalu lapar.  Kami menikmati santapan yang disediakan dengan lahap.

Karena tidak ingin kesiangan, oleh karena itu pukul delapan pagi waktu Bali kami sudah beranjak meninggalkan Hotel.  Tujuan pertama kami adalah Pasar Sukowati.  Pasar ini terkenal karena banyak menjual barang-barang murah.  Pasar ini menjual beragam barang yang cocok di jadikan oleh-oleh.  Namun dipasar ini sebagai pembeli kita harus jago menawar, dan kalau bisa harga yang ditawar lebih dari setengahnya karena memang pedagang disini sudah menaikan harganya diatas harga normal.  Apa lagi kalau kita membeli dengan jumlah yang banyak maka harga murahpun akan mudah kita dapatkan.  Satu lagi, penjual disini percaya akan hoki pembeli pertama.  Jika kita merupakan pembeli pertama maka kita akan mendapatkan harga yang murah.

Perjalanan menuju Sukowati ditempuh dengan bantuan GPS dan papan petunjuk arah.  Melewati jalan pedesaan yang kecil dan sempat bertanya pada beberapa orang akhirnya kami sampai di pasar Sukowati 2.  Setelah parkir mobil, dan beberapa personil menguras ATM karena memang hari itu adalah tgl 25 (gajiaaaan maak,,,,).  Kamipun langsung masuk kedalam pasar.  Bangunan pasar ini hampir sama dengan pasar Jatinegara tapi pasar Sukowati ini lebih bersih dan unsur tradisional sangat kuat melekat pada bangunan pasarnya.  Memasuki pasarnya kami disambut puluhan toko yang menjajakan barang-barang khas Bali.  Tanpa berlama-lama semua personil sudah sibuk bertransaksi dengan pedagang. Saya awalnya tidak berniat untuk belanja.  Namun karena barang-barang disini memiliki kualitas yang baik makanya sayapun tergoda untuk berbelanja.

Karena saya kurang jago menawar, oleh karena itu saya meminta bantuan Devi untuk menawar beberapa barang yang akan kami beli.  Dan luar biasa, beberapa barang yang saya beli untuk oleh-oleh maupun keperluan saya sendiri, saya dapatkan dengan harga yang murah meriah malahan saya terpaksa meminjam uang cash ke Dodi karena saat itu saya tidak bawa cash.  Hahhahhaa . Hanya dalam waktu beberapa menit saja , kami semua telah menenteng barang belanjaan yang cukup banyak.  Tak terasa, sudah hampir pukul dua belas siang, kami yang telah puas berbelanja segera meninggalkan pasar Sukowati dengan barang yang sudah memenuhi bagasi mobil.  Malah beberapa barang terpaksa, dipegang sendiri karena memang tidak buat lagi dibagasi.  Ini foto hebohnya Kaykis yang sedang berbelanja.

Seru nya The Kaykis lg Belanja,,,,,

klo yg ini jago banget nawar nya,, klo sdh nawar,, sadiiiiis,,,,😀

Selanjutnya kami akan ke Tanah Lot, namun karena masih terlalu siang kami memutuskan untuk ke Sanur dahulu sekalian makan siang.  Sampai di Sanur, kami singgah sebentar untuk sholat di masjid yang berada disana.  Saya lupa nama masjidnya apa.  Tapi ini foto masjidnya. :

Selesai Sholat karena sedikit haus, saya dan the Boyz minum es cincau di depan masjid.  Setelah selesai, tujuan selanjutnya mencari tempat makan siang.  Kami mendapatkan referensi untuk mencoba sup ikan “Mak Beng” yang masih berada di sekitar sanur.  Tempat makan ini sudah sangat terkenal kelezatannya sehingga untuk makan disinipun harus antri.  Kami harus antri kurang lebih setengah jam agar bisa mendapatkan tempat.  Penantian kami tidak sia-sia dan terbayar dengan lezatnya sup ikan yang disajikan.  Soup ikan yang segar dan pedas mampu menjinakkan rasa lapar diperut kami.

Makan siang dengan Soup Ikan

Setelah kenyang dengan soup ikan saatnya menuju Tanah Lot.  Perjalanan menuju Tanah Lot melewati jalan-jalan pedasaan yang sangat kental nuansa Bali nya.  Pura dan janur berderet rapi sepanjang jalan seolah menyambut kedatangan kami.

Sekitar jam setengah empat sore kami sampai juga di Tanah Lot yang sudah terkenal itu.  Dengan biaya masuk yang hanya Rp.10.000/ orang kami memasuki wilayah Tanah Lot.  Kami disambut dengan toko yang menjajakan beragam barang khas Bali.  Bali memang selalu menawarkan sejuta pesona termasuk di tanah Lot.  Pemandangan yang sangat sedap di pandang mata.  Dan foto sesionpun dimulai. Hehehhehe Kami menghabiskan waktu hingga Sunset.  Terlihat indahnya Cahaya Senja yang berwarna kuning keemasan mengiringi sang surya yang perlahan menghilang dihujung laut lepas.  Deburan ombak terus menerus menerpa batu karang yang tampak berdiri kokoh.  Menakjubkan.

Menjelang hari yang kian gelap kamipun pulang untuk selanjutnya menuju ke “Toko Krishna”.  Toko ini menjual oleh-oleh.  Sebenarnya saya yang ingin ke took ini, karena ingin membeli kaos untuk beberapa orang.  Barang di toko ini memiliki kualitas baik, sehingga cocok dijadikan souvenir.  Perjalanan pulang hanya dipandu oleh anyuu yang masih ingat jalan walau sebenarnya saya tidak terlalu yakin akan daya ingat seseorang. Hahahaha .  Tidak ada GPS atau alat bantun lainnya karena semua gadget kami telah habis batrenya.  Ternyata ilmu Kiralogi atau ilmu kira-kira anyuu sangat baik.  Mungkin dia dapat nilai A untuk mata kuliah ini. Hahahhahah

Kamipun akhirnya sampai juga di jalan utama.  Namun yang jadi masalah sekarang adalah letak Toko Krishna itu.  Kami sudah beberapa kali bertanya kebeberapa orang, malah yang ada kami makin tersesat dengan arah yang mereka tunjukan.  Melalui jalan tikus yang kecil dan hanya muat untuk satu mobil.  Saya hanya takut mobil yang saya kemudikan tersenggol dan menimbulkan baret, wah bisa-bisa ada uang ekstra yang harus dikeluarkan kalau begini.  Karena arah yang tidak jelas, kami sampai nyasar ke daerah seminyak.  Yups daerah yang kalau malam geliat kehidupannya mulai terlihat.  Kami bahkan bertanya ke seorang wanita muda yang sedang duduk di motor di pinggir jalan.  Malah dia tidak tau toko Krishna.  Kami sampai nyasar dan bertemu dengan mbak itu lagi.  Hahahaha,,,,  Setelah berputar-putar akhirnya atas petunjuk seorang pria muda,  kami ditunjukanlah ke Toko Krisna.  Jam Sembilan kurang kami sampai disana.

Untung tokonya belum tutup, kamipun segera masuk ke toko yang menyediakan banyak oleh-oleh mulai dari makanan hingga pakaian.   Beberapa personil Kaykis belanja lagi di toko ini, namun hanya belanja makanan khas Bali.  Setelah selesai belanja menjelang pukul sepuluh malam kamipun menuju parkir.  Dan diparkiran terjadi suatu yang diluar rencana.

Anyuu ternyata kram kakinya dan tidak dapat digerakkan.  Dia menahan sakit yang teramat sangat bahkan hampir pingsan.  Kontan kami, semua panic atas kejadian ini.  Apa yang akan kami katakan kepada orang tuanya bila sampai terjadi apa-apa dengan Anyuu.  Memang sejak awal ketibaannya kaki anyuu sudah sakit.  Yang ada di difikiran kami saat itu adalah mencari rumah sakit agar anyuu bisa mendapat pertolongan medis.

Kami membagi team menjadi dua, Dodi, Vina dan Devi kami minta untuk membawa seluruh oleh-oleh ke Hotel dengan menggunakan taksi, sedangkan saya, Tedi, Ophy, Dan Dintul akan membawa Anyuu kerumah sakit.  Setelah mendapat informasi dari petugas parkir dimana rumah sakit terdekat, team segera berpisah.  Sumpah kejadian malam itu membuat saya deg-degan.  Dodi dan team yang sudah meluncur lebih dahulu menelpon kami agar anyuu di bawa kerumah sakit yang berada di dekat hotel dengan pertimbangan jarak yang tidak terlalu jauh dari Hotel.  Kamipun baru terfikir mengapa tidak mengambil alternatif itu saja dari tadi.  Karena tidak tahu jalan, segera kami meminta supir taksi yang membawa dodi untuk putar arah dan menjemput kami.

Akhirnya kamipun dengan dipandu oleh supir taksi menuju arah hotel.  Dan kami hampir saja nyasar lagi.   Hahahahaa,,,  sesampai di salah satu Rumah Sakit International, Anyuu segera mendapatkan pertolongan dari dokter.  Ternyata itu Rumah Sakit, pasiennya bule semua. Si Anyuu menolak untuk dirawat walhasil dokter hanya memberinya obat semprot untuk meredakan kram nya dan juga beberapa obat.  Dan biaya Rumah Sakit ini sangaaaaaaat waaaaaaaaaaaah,,,,,,,  kami sengaja tidak memberi tahu anyuu mengenai rincian biayanya pada saat itu juga karena dia akan sangat heboh.  Walau dia meminta tagihannya, kami bilang akan membukanya di Hotel.

Saat itu ada seorang anak kecil berambut pirang panjang berusia sekitar sepuluh tahun yang sedang mencari ibunya.  Dia berkata “where’s my mom” dengan logat inggris nya yang kental. Si anyuu dengan senyum menawannya menjawab “that’s your mom” sambil menunjuk kearah loby.  Anak bule itupun segera berlari.  Saya yang melihat senyum di wajah anyuu saat itu dalam hati berkata, “oh anyuu, sebentar lagi kamu akan menangis melihat tagihan rumah sakit ini”

Setelah menyelesaikan administrasinya, kami pun pulang kehotel.  Entah bagaimana Ophy dan Dintul menjelaskan ke Anyuu perihal biaya Rumah Sakit tgersebut.  Malam itu setelah packing untuk persiapan pulang, saya dan the Boyz segera tidur, karena memang saat itu sudah pukul dua malam dan kami harus bangun pagi-pagi sekali karena kami penerbangan jam delapan waktu Bali.

Keesokan harinya, setelah sarapan kami segera check out dan berpamitan kepada the Ladies. Rasanya masih ingin bertualang bersama-sama Kaykis.  Cant forget this wonderfull day with all of you guys.  Saya dan the Boyz terbang ke Jakarta dengan selamat dan sampai pukul sepuluh waktu jakarta,  Dodi dan Tedi pulang kerumah masing-masing sedang saya harus menunggu sampai jam 3 sore untuk penerbangan ke Palembang.

Cerita kaykis tidak habis sampai disini.  Para ladies ternyata ketinggalan pesawat dan terpaksa harus membeli tiket untuk pulang.  Dan mereka mendapat tiket untuk keberangkatan jam sepuluh malam waktu Bali.  Walhasil mereka terdampar di bandara selama berjam-jam.  Dan mereka baru sampai rumah lewat dari dini hari.

Selalu ada cerita yang tidak terlupakan dalam setiap perjalanan Kaykis.  Sampai berjumpa lagi dalam kisah selanjutnya teman-teman.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s