Si Hitam

IMG-20121216-01031Dari bermacam jenis sandal yang ada, bagi saya sandal jempit adalah sandal ternyaman untuk digunakan.  Sandal ini dapat digunakan pada saat yang tidak terlalu formal seperti kepantai, ngemall, di kantor juga terkadang saya suka memakai sandal jepit.

Berbicara mengenai sandal jepit, saya memiliki satu sandal jepit yang selalu menemani hari-hari saya selama hampir kurang lebih beberapa bulan belakangan ini.  Berjodoh dengan sandal jepit yang suka saya panggil dengan nama “Si Hitam” ini adalah one of best thing I ever had in my life (bergaya ala miss universe).

Sebelumnya saya dan si Hitam tidak saling mengenal, kami pun dipisahkan oleh ruang dan waktu.  Namanya juga jodoh, tidak mengenal dimanapun kita berada, kalau emang sudah pasangan yah pasti ketemu juga.  Begitu juga hal nya dengan saya dan si Hitam.  *tuiing tuiiing

Pekerjaan yang saya jalani, mengharuskan saya untuk melakukan pemeriksaan yang ada di beberapa cabang di wilayah Sumatera Bagian Selatan.  Letak kantor cabang, yang sebagian besar berada di ibu kota kabupaten dengan fasilitas yang cukup terbatas termasuk untuk fasilitas penginapan.  Jangan bayangkan bahwa saya menginap di hotel dengan fasilitas lengkap, anda salah sowdara-sowdara.  Tempat penginapan yang sering saya singgahi sangat sederhana, lebih tepatnya disebut penginapan dari pada hotel.  Dan dari penginapan yang saya singgahi tersebut, tidak ada yang menyediakan sandal hotel, padalah setiap menginap disuatu hotel, sandal hotel adalah target utama barang yang saya ambil sebagai souvenir.  *nyengiir

Dikarena tidak menyediakan sandal, oleh karena itu, setiap mengunjungi suatu daerah saya selalu membeli sandal jepit.  Walaupun biasanya sandal jepit yang saya beli di beberapa tempat tersebut selalu  saya bawa kembali ke kost an namun selalu saja sandal itu raib di gondol orang.  Sampai suatu ketika di saya dipertemukan dengan si Hitam.

Saat itu, di bulan agustus yang ceria seperti mawar yang bersemi di taman kota.  Saya sedang dinas ke kota Kayuagung.  Karena memang pada saat itu, saya tidak bawa sandal maka sepulang dari kantor saya membeli sandal jepit yang berada di warung di depan penginapan tempat saya menginap.  Tidak banyak pilihan warna sandal saat itu, akhirnya saya memilih sandal berwarna hitam dengan motif kembang-kembang berwarna hijau dengan tali yang berwarna hijau juga.  Itulah pertama kali saya menemukan si hitam.  Bentuknya yang menurut saya aneh karena terdapat mainan berbentuk bunga-bunga pada talinya membuat saya secara paksa membuang ornament berbentuk bunga tersebut karena sangat mengganggu kejantanan saya ketika memakainya.  Itulah pertama kalinya saya menodai si hitam dengan merenggut ornament bunga-bunga tersebut.

Hari demi hari berlalu, saya dan si hitam selalu bersama menghabiskan waktu bersama.  Si Hitam pernah menemaniku ke Bali.  Coba liatlah foto saya yang tampak gagah di Garuda Wisnu Kencana bersama si Hitam.

IMG-20120923-00808 fixSi Hitam pun pernah menemani saya kebeberapa tempat ketika saya sedang dinas, dibeberapa kota.

Si Hitam pun pernah menjalani masa-masa sulit ketika banjir.  Dialah yang melindungi saya ketika sang sepatu tidak bersedia menemani saya.  Sayapun hampir pernah kehilangan si Hitam yang kritis saat itu.  Jadi ketika banjir, saya pergi naek ojek dan kebeneran jalan yang kami lalui macet sehingga ojek yang saya tumpangi harus berjalan perlahan agar bisa menyalip di antrian mobil yang sedang macet.  Karena tubuh saya yang sintal ini agak menghambat proses penyalipan, si abang ojek dengan agak sungkan meminta saya untuk berjalan dan menunggu di ujung jalan yang agak tinggi dan tidak banjir.  Dan dengan polosnya saya mengikuti kehendak abang ojek tersebut.  Saya berjalan menyusuri banjir yang tingginya hampr selutut.  Dengan arus yang deras membuat saya berjalan terseok-seok.  Saat itulah tragedi itu terjadi.  Kaki saya tergelincir, dan hal itu menyebabkan si Hitam hampir meregang nyawanya.  Tali nya putus dan si hitam hampir terhanyut.  Namun dengan cekatan saya menangkap si hitam yang terkulai tak berdaya dalam pelukan arus banjir.  Sesampai di dataran yang agak tinggi, dengan segala daya dan upaya evakuasi si Hitam berlangsung dengan lancar.  Si hitam dapat diperbaiki dan hidup normal seperti sedia kala.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s