Review Film 5Cm

5cmSiapa yang udah nonton film 5cm hayoo ngacuung? Film yang mulai tayang serentak tanggal 12-12-12 diseluruh bioskop di Indonesia ini mendapatkan respon yang sangat baik dari pecinta perfilman di Indonesia.  Semua orang dari berbagai usia dan kalangan berbondong-bondong menyaksikan film ini. Yups karena film 5cm ini memang menyuguhkan kisah yang mencakup seluruh lapisan.  Sejak peluncuran filmnya saya memang baru kemarin nonton film nya yaitu tgl 20-12-2012.  Bukan sengaja nonton di tanggal itu tapi karena sejak peluncuran film ini dibioskop saya memang sedang dinas ke ibu kota kabupatan yang memang gak ada bioskopnya.  Makanya ketika kembali ke Palembang, kesempatan untuk nonton film inipun tidak saya sia-siakan.  Dan untuk mendapatkan tiketnya saya harus rela antri panjang.

Film 5cm merupakan film yang diadaptasi dari novel Best Seller dengan judul yang sama karangan Donny Dirgantoro.  Menceritakan tentang persahabatan 5 remaja yaitu Genta (Pemimpinnya kelompok ini), Zafran (Sang Penyair), Ian (si pecinta Bola dan penggemar Happy Salma), Arial (si Atletis) dan Riani (yang paling cantik dalam kelompk ini).  Kelima sahabat ini selalu melewati waktu bersama-sama sampai akhirnya mereka menyadari bahwa mereka tidak punya teman lain selain mereka berlima.  Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak bertemu dan saling kontak selama tiga bulan.  Membiarkan mereka mengejar mimpi-mimpi mereka yang lainnya yang tertunda.  Mereka mencoba untuk keluar dari zona nyamannya mereka.  Film ini sarat akan pesan moral seperti persahabatan dan keteguhan tekad serta percaya atas kekuatan mimpi.

Selama tiga bulan tidak bertemu, banyak hal yang terjadi dalam kehidupan mereka.  Ian berhasil menyelesaikan skripsinya dan berhasil lulus.  Riani bekerja sebagai reporter, Arial yang terkenal kaku terhadap wanita berhasil mempunyai pacar, Genta berhasil dengan usaha EO yang dirintisnya.  Dan Zafran sang penyair, selama tiga bulan ini sangat intens pedekate dengan Dinda (adiknya Arial).

Untuk merayakan pertemuan setelah tiga bulan tidak bertemu, mereka merayakan dengan mendaki gunung semeru, puncak tertinggi di Jawa.  Petualangan dimulai dari stasiun Senen Jakarta dimana mereka dengan menggunakan kereta api ekonomi menuju Malang.  Perjalanan dilanjutkan dengan mobil Jip, lalu dengan berjalan kaki mereka melalui beberapa tempat seperti Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Arcopodo dan petualangan berakhir di Puncak semeru, samudera diatas awan.  Perjalanan menuju puncak semeru bukan hanya sekedar perjalan alam, tapi juga perjalanan hati.  Dan banyak hal yang terjadi selama perjalanan kelima sahabat ini menuju puncak Mahameru. Persahabatan, idealisme dan juga cinta mewarnai perjalanan mereka.

Mengadaptasi Novel menjadi sebuah film bukanlah hal yang mudah. Sutradara akan dihadapkan pada kenyataan bahwa pembaca novel akan membandingkan alur cerita dinovel dengan visualisasi film yang mereka tonton.  Memang ada beberapa dalam bagian dalam novel yang tidak ditampilkan film 5cm ini seperti :

  1. Tokoh Daniek yang dihilangkan.

Sayang sekali tokoh Daniek ditiadakan dalam kisah ini.  Padahal Daniek menurut saya adalah salah satu tokoh yang cukup penting.  Karena percakapan anatara Daniek dan kelima sahabat selama mendaki semeru sangat membangkitkan rasa cinta nasionalisme.  Bagaimana dengan bangganya, Daniek menceritakan tentang sahabatnya yang bernama Ian yang meninggal ketika pendakian ke Maharu.  Bagaimana Ian sahabatnya Daniek begitu mencintai Indonesia.  Dan moment saat kelima sahabat ini membacakan surat yang ditulis untuk Ian yang diletakan dibatu nisan adalah salah satu bagian dalam novel yang sangat menyentuh.

2. Beberapa bagian selama perjalanan dari Jakarta menuju Malang juga dihilangkan.  Seperti ketika Riani, Dinda dan Genta berhenti disalah satu stasiun pada subuh buta dan mereka melihat ibu-ibu tua penjual nasil pecel.  Moment ketika Dinda memberikan uang lebih kepada ibu tua pedagang nasi pecel sambil menangis dan meminta si Ibu tua penjual nasi pecel untuk pulang kerumah agar beristirahat adalah salah satu moment paling touchy dalam novel.  Sayapun ketika membaca part ini masih suka menitikan air mata.  Karena nilai humanism sangat terasa kental dalam part ini.  Sayang bagian tidak ditampilkan dalam film.

3. Bagian lain yang dihilangkan adalah percakapan antara kelima sahabat ini dengan mas Gembul (supir angkot berlogat jawa timuran) yang mereka tumpangi ketika sampai di kota Malang.  Padahal dari percakapan dengan mas gembul, banyak hal yang bisa dipetik seperti sikap cinta damai dan beratnya untuk mencapai Mahameru dibutuhkan tekad yang sangat kuat.  Dalam Film bagian ini dihilangkan karena ketika sampai di Malang mereka langsung naik Jip.

4. Dan bagian lain yang sayang tidak di tampilkan secara jelas adalah Upacara bendera serta kumandang lagu Indonesia Raya di puncak Mahameru.

Terlepas dari beberapa bagian yang dihilangkan dan tidak ditampilkan dalam film tapi jujur ini adalah film dengan sinematografi yang LUAR BIASA.  Cetar membahana bajaj kalo kata si teteh.  Sumpah,,, semua pemandangan yang disajikan dalam film ini memanjakan mata dan memperlihatkan betapa indahnya alam Indonesia, and I’m ao proud to be an Indonesian.

Esensi dari film inipun bisa disampaikan dengan baik kepada penonton tentang arti persahabatan, tentang cinta dan nasionalisme.  Para pemain telah memain tokohnya dengan sangat sempurna dan mampu memerankan tokoh sesuai dengan yang saya ekspektasikan di novel.  Especially for Raline, she always looks charming and wonderfull in every scenes.

Scene paling saya ingat ada dua yaitu ketika zafran menyapa matahari dipintu kereta matarmaja dan berkata “negeri ini indah tuhan, bantu kami menjaganya” dan scene ketika Zafran dan Riani berdiri menatap  Ranu Kumbolo. Tanpa ada sepatah katapun hanya hati yang berbicara. Hahhahha it’s the best scene for me.

Ending cerita yang agak sedikit berbeda dari novel,  tidak mengurangi esensi dari film ini.  So guys tunggu apa lagi.  Inilah karya anak negeri yang wajib untuk di tonton.  Film yang dibuat dengan rasa cinta untuk Indonesia. Enjoy the movie and enjoy show,,,,,😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s