Bocah-Bocah di Mushola

Memasuki dunia baru berarti harus mulai beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru.  Begitu juga dengan yang saya alami saat ini.  Setelah saya pindah menyewa rumah berarti akan banyak hal yang berubah.  Saya harus bersosialisasi lagi dengan tetangga-tetangga baru, membiasakan diri dengan rute jalan yang berbeda.  Semuanya akan terasa berbeda.  Kali ini saya akan bercerita sedikit kisah ketika saya sholat magrib di mushala didekat rumah.

Tidak ada yang special dari mushola ini.  Seperti musholla lainnya, bentuknya lebih kecil dari mesjid.  Didekat komplek rumah, memang ada mesjid namun jaraknya memang agak jauh.  Jadi saya lebih memilih untuk sholat magrib berjamaah di musholla karena jaraknya yang memang hanya selisih 2 rumah dari rumah saya tinggal sekarang.  Memang tidak setiap hari saya sholat jamaah di musholla ini, biasanya kalau memang saya pulang cepat saja dan sudah tiba di rumah sebelum magrib.

Jemaah di mushola ini memang tidak banyak, paling banyak hanya 2 shaff.  Itupun di dominasi oleh anak-anak sedangkan untuk jamaah wanita hanya sebanyak 3 sampai 5 orang.  Nah yang unik dari mushola ini adalah ketika azan, yang mengumandangkan azan adalah anak-anak kecil yang telah diatur secara bergantian setiap harinya.  Setelah azan, disenandungkan shalawat nabi secara bersamaan, baru dilanjutkan dengan qomat yang dilakukan oleh anak yang berbeda.  Nah walaupun para bocah ini tergolong belia, tapi ketika mengumandangkan azan, suara mereka kereen banget.  Dan keberanian bocah-bocah tersebut untuk tampil mendengarkan suara mereka patut diacungi jempol.

Selain itu, setiap ada bapak-bapak yang masuk mesjid, bocah-bocah tersebut akan menyalami dan cium tangan bapak-bapak yang datang tersebut.  Zaman sekarang budaya mencium tangan ketika salaman sudah jarang sekali saya lihat.  Mungkin memang telah terjadi pergeseran budaya, dimana bersalaman dan mencium tangan orang yang lebih tua bukan lagi suatu keharusan.

Balik lagi ke bocah-bocah dimusholla tadi.  Mereka terkadang suka main-main ketika sholat, mulai dari mengusili teman lainnya, tertawa cekikikan dan beberapa keisengan khas bocah-bocah cilik pada umumnya.  Namanya juga masih anak-anak jadi sifat nakalnya masih cukup tinggi.  Dan ada satu bapak pengurus mesjid yang akan selalu marah-marah kepada bocah-bocah tersebut ketika selesai sholat.  Bapak tersebut akan marah panjang lebar dan bocah-bocah mushola itu akan diam sambil tertunduk bersalah.  Dan pernah suatu sore, karena saat ini seluruh bocah menjadi anak baik-baik, bapak penjaga mesjid itu akan mengomentari anak-tersebut.  Si bapak akan mengomentari peci yang dikenakan oleh salah seorang bocah, karena dia memakai pecinya miring seperti kabayan.  Bocah-bocah mushola dan Bapak penjaga mushola adalah penghuni baru dalam kehidupan yang akan sering saya jumpai.  Akan menjadi warna sendiri dan saya suka senyum-senyum sendiri ketika melihat kelakuan dari keduanya.

Sedang Adzan,,, dan Suaranya Gokil kereen

Sedang Adzan,,, dan Suaranya Gokil kereen dan bapak yg berbaju coklat ini adalah bapak penunggu mushola yg suka marah ama bocah-bocah mushola.😀

Bocah-Bocah Mushola,,,,,

Bocah-Bocah Mushola,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s