Langit

20Aku menyukai langit karena dibiru kaki langit, aku dapat meneduhkan jiwaku.  Langit tidak pernah mengeluh ketika mentari tidak menyinarinya.  Langit begitu luas membentang sehingga aku tidak pernah tahu berapa luasnya.  Dia selalu memancarkan keceriaan dalam balutan awan.  Langit selalu setia kepada mentari, bintang, bulan dan juga awan.  Ia seolah menjadi hamparan kanvas ketika bulan dan bintang bermain dikala malam.  Ia juga seperti permadani megah yang mengiri sang mentari menuju singgasananya ketika senja.

Langit tempatku mengeluh dan mengadu tentang ganasnya dunia, tentang kerasnya perjuangan hidup, tentang masa depan dan juga tentang tuhan.  Langit pula yang membuka mataku akan luasnya jagat raya.  Dia bercerita begitu banyak tempat disemesta yang belum aku jelajahi.  Menceritakan pengalaman-pengalaman serunya selama berkelana.

Langit tempatku berbagi, dikala mendung dan dikala benderang. Langit semakin membuatku merasa nyaman berada didalam balutan birunya.  Dan ketika aku sudah akan menggapai langitku, ternyata aku harus beralih ke bumi yang lain…?

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s