Pagar Alam – Semesta Hijau Di Sumatera Selatan

Seharusnya postingan ini sudah saya publish tahun kemarin, karena memang perjalanan saya ke Pagar Alam dilakukan pada bulan Agustus 2013.  Namun apa daya, males saya sangat akut sekali.  Sehingga tulisan ini baru selesai di awal tahun 2014. *malas tingkat dewa banget. hehehee

Selain jembatan Ampera dan wisata kulinernya seperti empek-empek, model, tekwan, dll.  Ada satu objek wisata yang wajib dikunjungi kalau berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan.  Kali ini,  saya akan menceritakan perjalanan saya bersama genk Cucok Rumpies ke Pagar Alam, Sumatera Selatan.  Pagar alam sendiri merupakan sebuah kota kecil yang terletak beratus-ratus kilometer dari kota Palembang. Untuk mencapai kota ini, ditempuh sekitar 8 jam perjalanan darat dengan rute  yang “Garang”.  Yups garang banget, karena selain jalan yang dilalui berliku, jalannya juga sebagian besar rusak.  Lamanya perjalanan menuju kota ini akan terbayar dengan keindahan alam yang ditawarkan.  Kalau di Jakarta, Pagar alam ini sama seperti puncak, dan kota ini terletak di kaki gunung Dempo jadi bisa dibayangkan sejuknya udara di kota Pagar Alam.

Trip ke Pagar alam merupakan perjalanan spontan yang saya dan teman-teman lakukan.  Berhubung tanggal 17 Agustus 2013 jatuh pada hari sabtu, jadi waktu libur menjadi lebih panjang.  Awalnya team memutuskan untuk berangkat malam sabtu setelah pulang kantor.  Namun karena memang tidak memungkinkan dan dengan alasan keselamatan, makanya baru esok harinya kami berangkat.

Keesokan harinya, jam 8 pagi, saya dan teman-teman sudah siap  menunggu di pinky house.  Dan seperti biasanya pula Kimi dan Ncep yang membawa mobil, datangnya agak ngaret 1 jam. Jadilah kami berangkat dari rumah sekitar jam 9 pagi.  Oh yaa bagi teman-teman yang ingin ke Pagar Alam, lebih baik bawa kendaraan sendiri atau rental kendaraan di kota Palembang.  Akses kendaraan untuk menuju tempat ini memang agak jarang.

Perjalanan menuju Pagar Alam melewati kota Prabumulih (kota minyak di Sumatera Selatan).  Sampai di Prabumulih, kami mampir sebentar di rumah makan tahu sumedang untuk membeli cemilan selama diperjalanan karena memang panjangnya perjalanan yang akan kami tempuh.  Pose dulu di Rumah Makan tahu Semedang.

Perjalanan menuju prabumulih

Perjalanan menuju prabumulih

RM Tahu Sumedang Prabumulih

RM Tahu Sumedang Prabumulih

Doy,  Oom, dan Kimi sedang makan gorengan di parkiran RM tahu sumedang

Doy, Oom, dan Kimi sedang makan gorengan di parkiran RM tahu sumedang

Perjalanan menuju Pagar Alam dari kota Prabumulih ditempuh sekitar 6 jam perjalanan. Jalanan kecil dan berliku akan menjadi rute yang dilalui.  Tapi sepanjang perjalanan kita akan dimanjakan dengan suasana pedesaan yang masih asri. Sepanjang  perjalanan ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu pemandangan gunung jempol.  Gunung tersebut bentuknya aneh, agak lancip dibagian atasnya.  Ini dia, foto gunung jempol.

Unik yaa bentuk Gunung Jempol.

Unik yaa bentuk Gunung Jempol.

Memasuki kota Pagar Alam, sekitar jam setengah empat sore.  Udara dingin sudah mulai terasa.  Kamipun kelaparan karena memang belum makan siang.  Kami lalu mampir disalah satu rumah makan.  Namanya Rumah makan panorama.  Tempatnya sederhana.  Terletak agak dipinggir dataran tinggi gitu sehingga dari jendelanya langsung tampak seperti jurang.  Tapi pemandangannya sangat asri karena banyak terdapat pepohonan.  Dan makanan yang dihidangkan langsung dimasak saat itu juga ketika dipesan jadi kami menunggu agak lama.  Dan ketika makanan yang kami pesan datang, tanpa membuang waktu lagi, langsung kami tandaskan setiap piring yang ada menjadi bersih tak bersisa.  Menu yang kami pesan cukup banyak dan harga yang harus kami bayar sangat murah sekali.  Bener-benar sangat puas sekali makan disana.

pada kalap semua, karena kelaperan :p

pada kalap semua, karena kelaperan :p

Pose dulu didepan RM Panorama

Pose dulu didepan RM Panorama

Setelah istirahat sebentar, kami lalu melanjutkan perjalanan.  Saat itu belum menunjukan jam setengah lima sore.  Kami mampir sebentar di air terjun lematang indah.  Air terjunnya tepat berada di pinggir jalan.  Arusnya cukup deras dan airnya sangat dingin seperti air es.  Walaupun begitu tidak menyurutkan niat kami untuk bermain air dibawah air terjun dan juga berenang.  Arusnya yang deras membuat si doy dan kimi hampir hanyut.  Tapi untung kedua anak adam tersebut bisa segera berenang ketepi.

jalan menuju air terjun lematang indah

jalan menuju air terjun lematang indah

air terjun Lematang Indah

air terjun Lematang Indah

Yang menarik dari tempat ini adalah, air selokannya itu bersih dan dingin banget.  Jadi tidak seperti air selokan.  Malah masih layak untuk dipakai sebagai air bersih.  Setelah bersih-bersih, kamipun hendak melanjutkan perjalanan. Tapi tiba-tiba ada mobil pick up yang membawa buah durian dan berhenti menjajakan buah tersebut.  Banyak pengunjung air terjun yang ikut membeli, termasuk kami.  Durian kami dapatkan dengan harga yang sangat murah.  Seratus ribu, kami sudah mendapatkan enam buah durian dengan ukuran besar.  Buah durian langsung kami santap disana, dan rasanya benar-benar legit dan terasa buah yang memang masak dipohon.  Saya dan teman-teman tanpa berbasa-basi langsung menyantap buah dengan lahap.

Selokannya, bersih banget

Selokannya, bersih banget

dureeeeeeeeen :p

dureeeeeeeeen :p

Karena sudah agak sore, kami langsung melanjutkan perjalanan karena kami harus mencari tempat untuk menginap.  Awalnya kami berencana menginap diatas bukit tapi karena saat itu sedang akhir pekan, villa yang berada disana sudah full booked.  Padahal villa yang berada diatas bukit lebih murah daripada villa yang berada di kaki bukit.  Hampir menjelang isya, kami baru dapat penginapan di kaki bukit.  Villanya bagus, seperti rumah panggung tradisional dengan bangunnya terbuat dari kayu.  Terdapat 3 kamar tidur dengan tempat tidur yang nyaman, ruang tamu, pantry dan kamar mandi.  Tersedia juga TV dan sofa di ruang tamu.  Setelah meletakan barang bawaan dan membagi jatah kamar, kami bersih-bersih dan mencari makan malam diwarung yang berada disekitar villa.   Besok kami harus bangun sepagi mungkin untuk menuju puncak gunung Dempo.  Oh ya, ini dia villa tempat kami menginap.

villa tempat kami menginap

villa tempat kami menginap

Kamar tidur di villa yang kami sewa

Kamar tidur di villa yang kami sewa

Ruang tamu

Ruang tamu

Dinginnya udara di Pagar Alam memang ga ada lawan, saya harus harus memakai baju berlapis-lapis dan berselimut ganda agar tetap hangat.  Pagi-pagi sekali, saya dan teman-teman bangun.  Setelah sholat subuh, kami memutuskan untuk keluar villa melihat pemandangan disekitar.  Dan ini dia pemandangan foto kebun teh saat matahari terbit sampai matahari terlihat terang.  Oh yaa, yang sering kami lakukan pagi itu adalah meniupkan nafas hingga keluar uap. hehehhehe

Subuh ini, di Pagar alam

Subuh ini, di Pagar alam

Hamparan kebun teh

Hamparan kebun teh

pemandangan pagi di pagar alam

pemandangan pagi di pagar alam

Puas menikmati hamparan hijaunya kebun teh,  perut kami mulai keroncongan.  Padahal masih jam enam lewat.  Kamipun berjalan mencari warung yang menjual sarapan.  Sampai akhirnya kami temukan warung dipinggir jalan yang menjual mie ayam dan gorengan.  Kondisi dingin dan makan mie beserta gorengan yang masih panas, benar-benar surga banget.  Ditambah lagi makannya disekitar kebun teh dan ditemani matahari yang merangkak naik.

menyusuri jalan disekitar villa

menyusuri jalan disekitar villa

warung tempat kami sarapan

warung tempat kami sarapan

makan gorengan

makan gorengan

Sarapan Mie ayam

Sarapan Mie ayam

Setelah kembali ke villa, kami siap-siap untuk menuju kepuncak gunung dempo.  Karena cuaca sangat dingin, tidak ada satupun dari kami yang mandi pada pagi hari itu.  Sepanjang perjalanan menuju puncak gunung dempo dan ketika kembali lagi ke villa, mata disuguhi oleh hamparan kebun teh yang terbentang luas.  Tampak pula jalan yang kami lalui seperti garis kecil berkelok-kelok.  Beberapa pohon tampak tumbuh ditengah kebun teh.  Petani-petani kebun teh juga tampak sedang memetik dauh teh.  Kami berada dipuncak gunung dempo untuk waktu yang cukup lama.  Memandang luas, tampak seperti lukisan alam yang tak ada bandingnya.

gunung dempo

gunung dempo

kebun teh, pohon dan langit biru,,, sempurna

kebun teh, pohon dan langit biru,,, sempurna

pemandangan dari atas gunung dempo

pemandangan dari atas gunung dempo

kebun teh menuju puncak gunung

kebun teh menuju puncak gunung

20130818_092607

20130818_092945

20130818_093837Setelah puas dipuncak gunung, kami kembali menuju villa untuk siap-siap kembali ke Palembang.  Perjalanan ke Pagar alam ini bukan sekedar liburan semata, tapi memaknai arti sebuah persahabatan.  Dan satu yang pasti, masih banyak daerah di sumatera yang indah dan belum diketahui olah masyarakat luas.  Semoga makin banyak tempat wisata di sumatera yang bisa lebih terekspos.

6 comments

  1. infonya sangat membantu sekali buat yang lagi bingung memilih tempat wisata…

    tidak mau repot mengurus sendiri persiapan buat liburan??? mari berwisata bersama Dunia Wisata Singosari Malang

    jangan lupa kunjungi duniawisataku.com kami melayani jasa tour pariwisata dalam dan luar negeri.. bagi yang berada di malang bisa datang langsung ke Jl. Kembang No.8 Singosari Malang. atau call di 0341-456444

      1. Oia mas, saya juga baca postingan yg tentang teluk kiluan. Kalau pakai travel agent biayanya berapaan ya? Karena saya sendiri kayaknya lebih aman pakai travel agen.

      2. sekitar 500-1juta. tergantung paketnya. tapi kalau ramai yg ikut bisa lebih murah. kemarin sy ditawari 800rb untuk 3D2N untuk ke Kiluan dan pulau Pahawang. CP travel agentnya ada di postingan saya tentang kiluan yaaaa….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s