Bertanya Pada Langit

Pagi ini kulihat langit tak lagi biru, mengapa sejak kemarin yang ada hanya pekat.  Apa mendung memang tak ingin pergi..?

Apa memang hanya gelap dan dingin yang ingin berkawan denganku?

Perlahan aku sadari, langitku sudah pergi. Meninggalkan sejuta mimpi yang tak bertepi.  Mimpi yang terbang bersama hembusan bayu. Haruskah aku mengejar biru langitku…?  Atau aku harus rela untuk berbagi langit dengan yang lain…?

Kepada siapa aku harus berbagi ? bukankah selama ini hanya langit tempatku mengadu.

Apa matahari mau mendengar keluhku?

Apa bulan mau menghapus peluhku?

Apa bintang mau meneduhkan jiwaku?

Apa awan mau bercerita tentang luasnya jagat raya kepadaku?

Kepada siapa lagi aku harus bercerita tentang asa dan rasa?

Bingar  orang disekitarku begitu ramai, tapi yang kurasa hanya senyap.  Sekali lagi aku menoleh keatas,  berharap mendung segera beranjak, berganti dengan hangatnya biru langitku.  Sampai akhirnya kusadari ternyata memang aku harus beralih menuju bumi yang lain karena memang tak ada langit yang merupakan milik ku sendiri.

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s