Nasi Minyak – Kuliner Khas Palembang yang Lekat Dengan Nilai Budaya

Kalau ditanya mengenai kuliner khas Palembang, hal pertama yang mungkin terlintas dipikiran kita adalah empek-empek.  Tidak salah memang, karena empek-empek sudah sangat terkenal sebagai makanan khas dari Palembang.   Oleh karena itu, Palembang dijuluki sebagai kota empek-empek.  Kalau bicara mengenai kuliner di Palembang memang tidak akan ada habisnya.  Kota ini menyimpan banyak kuliner khas daerah yang memang hanya bisa kita jumpai di bumi Sriwijaya ini.

Selain empek-empek, kuliner wajib yang harus dicoba kalau berkunjung ke kota Palembang adalah model, tekwan, mie celor, celimpungan, laksa, burgo, kue delapan jam, pindang patin, berengkes tempoyak,  es kacang merah dan masih banyak lagi kuliner khas Palembang yang wajib dicoba.

Palembang memang kaya akan budaya.  Perpaduan budaya lokal dengan kebudayaan Cina dan kebudayaan Arab yang dibawa oleh pedagang dari Cina dan Arab ketika zaman kerajaan Sriwijaya, terlihat jelas dari peninggalan budaya yang ada.  Akulturasi budaya tersebut juga dapat dilihat dari makanan khas Palembang, yang kalau diperhatikan hampir memiliki kesamaan dengan makanan dari Cina ataupun Arab.

Kali ini saya akan mencoba untuk membahas mengenai nasi minyak.  Nasi minyak merupakan kuliner Palembang yang sarat dengan nilai budaya.  Sepintas nasi minyak hampir sama dengan nasi kuning karena memang warnanya  yang kuning pekat.  Yang membedakan adalah rasanya.  Ada rasa khas dari nasi minyak yang berbeda bila dibandingkan dengan nasi kuning.  Rasa tersebut berasal dari minyak samin karena ketika memasak nasi minyak di campur dengan minyak samin sebagai penguat rasa. Terkadang nasi minyak juga dicampur dengan kismis untuk menambah kelezatan rasanya.

Berbeda dengan nasi kebuli yang dagingnya dicampur langsung, lauk untuk nasi minyak disajikan secara terpisah.  Jadi untuk menikmati nasi minyak bisa disantap dengan daging malbi/rendang, ayam goreng/bakar, pergedel, tahu, tempe maupun sambal.

Nasi Minyak- Sumber Foto : commons wikimedia.org

Nasi Minyak- Sumber Foto : commons wikimedia.org

Memasak nasi minyak biasanya menggunakan kuali besar dan diaduk dengan pengaduk yang terbuat dari kayu yang panjang.  Karena memasaknya dengan bumbu yang khas oleh karena itu tidak semua orang bisa memasak nasi minyak dengan rasa yang pas.

Di Palembang sendiri, hanya beberapa rumah makan yang menyediakan nasi minyak.  Jadi memang agak sedikit sulit untuk mendapatkan nasi minyak.  Kalaupun tersedia, tidak dalam jumlah yang banyak.  Jadi jangan sampai kehabisan ya.

Satu hal lagi yang unik dari nasi minyak.  Ini seperti sudah menjadi tradisi di wilayah Palembang ataupun wilayah lain di Sumatera Selatan, setiap ada acara seperti pernikahan, ulang tahun ataupun sunatan, menu nasi minyak pasti terhidang dan selalu menjadi pilihan utama para tamu.  Rasanya ada yang kurang kalau tidak menyediakan nasi minyak dalam acara yang diselenggarakan.  Nasi minyak seperti sudah menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat Palembang.

Jadi buat kalian yang sedang berkunjung ke Pelembang, nasi minyak merupakan salah satu kuliner yang wajib untuk dicoba.

Tulisan ini, diikut sertakan dalam lomba blog “Jelajah Kuliner Unik Nusantara”

screen grab

grab twiter1

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s