Pulau Kemaro – Jejak Budaya Tionghoa di Palembang

Kota Palembang memang layak menjadi salah satu destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi.  Kota ini merupakan saksi atas berjayanya kerajaan Sriwijaya.  Kemashuran kerajaan ini mengundang para pedagang dari Arab dan Cina untuk melakukan transaksi perdagangan dengan kerajaan Sriwijaya.  Tidak heran memang, kebudayaan lokal Palembang sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya Arab dan Cina.

Palembang merupakan kota terbesar kedua di pulau Sumatera.  Kota ini patut dimasukan dalam daftar kota yang harus untuk dikunjungi.  Bagitu banyak pesona yang ditawarkan oleh kota ini kepada wisatawan yang datang.  Berwisata ke Palembang, tidak lepas dari wisata kulinernya yang mampu memanjakan lidah dengan berbagai jenis kuliner, karena memang dikota ini tersedia beragam jenis kuliner lokal yang hanya bisa ditemui di Palembang.  Sebut saja empek-empek.  Siapa yang tidak tahu dengan kuliner satu ini.   Ada juga model, tekwan, laksa, burgo, celimpungan, nasi minyak, pindang tulang, pindang patin, berengkes tempoyak, kue delapan jam, kue srikaya.  Tidak akan ada habisnya bila kita berbicara mengenai kuliner di kota yang terkenal dengan Jembatan amperanya.

Tidak hanya memanjakan lidah dengan kulinernya,  berwisata ke Palembang erat kaitannya dengan wisata budaya.  Berbagai pilihan objek wisata bisa wisatawan kunjungi dikota ini.  Salah satunya adalah pulau kemaro.

Pulau kemaro adalah sebuah dataran yang terletak di tengah sungai musi.  Akses menuju kesana tidaklah sulit.  Di dermaga yang berada dibawah jembatan ampera (Benteng Kuto Besak), banyak perahu yang disewakan untuk melayani wisatawan yang ingin berkunjung kesana.  Pulau kemaro merupakan salah satu objek wisata yang wajib untuk disinggahi.  Akan menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung karena untuk menuju kesana wisatawan harus naik perahu dan membelah sungai musi.  Sepanjang perjalanan akan disuguhi dengan rumah-rumah terapung dan kehidupan masyarakat Palembang yang tinggal disepanjang sungai musi.

20130921_163939

20130921_165241Sesampai di pulau kemaro, nuansa pecinaan terlihat jelas dari bangunan yang ada.  Dipulau ini  memang terdapat kelenteng yang masih digunakan, khususnya ketika cap go meh, sebagian besar warga Palembang keturunan tionghoa akan sembahyang di kelenteng ini.  Keleteng yang terletak di tengah pulau dan berdiri gagah merupakan bukti bahwa budaya tionghoa tumbuh dan berkembang di Palembang.

IMG-20130203-01145

IMG-20130203-01174Pulau kemaro juga identik dengan legenda yang berkembang dan sampai saat ini masih dipercayai oleh masyarakat.  Alkisah dahulu kala terdapat puteri raja bernama Siti Fatimah yang disunting oleh bangsawan tionghoa bernama Tan Bun An.  Suatu ketika, Siti Fatimah diajak ke negeri Tiongkok oleh Tan Bun An untuk bertemu dengan keluarganya yang berada disana.  Sepulangnya ke Palembang, mereka dihadiahi tujuh buah guci oleh orang tua Tan Bun An.  Ketika kapal yang mereka tumpangi sampai diperairan sungai musi, Tan Bun An membuka hadiah yang diberikan oleh orang tuanya.  Dia sangat kaget karena mengetahui bahwa di guci tersebut hanya berisi sayur-sayuran yang sudah membusuk.  Tanpa berfikir panjang lagi, Tan Bun An membuang satu persatu guci tersebut ke sungai musi.  Sampai pada guci yang ketujuh, ternyata pecah dan terdapat emas yang berada didalamnya.  Emas sengaja ditutupi dengan sayuran untuk menghindari dari ancaman bajak laut.   Mengetahui bahwa hadiah dari orang tuanya adalah emas, Tan Bun An langsung menceburkan dirinya ke sungai untuk mengambil guci-guci tersebut.  Melihat suaminya yang tidak muncul ke permukaan, Siti Fatimah lalu ikut menceburkan dirinya ke sungai.  Namun naas, Keduanya tidak muncul kepermukaan.  Oleh karena itu, masyarakat sekitar masih sering datang ke pulau kemaro untuk mengenang suami istri tersebut.

IMG-20130203-01150

IMG-20130203-01151Selain adanya kelenteng yang berdiri ditengah pulau,  dipulau tersebut juga terdapat pohon Cinta, yang konon katanya kalau sepasang muda mudi menuliskan namanya disana, akan berakhir kepelaminan.  Selain itu didekat kelenteng juga terdapat patung dewa yang sedang memegang emas batangan.  Saya tidak tahu dewa apa itu.  Dan beberapa bangunan bernuansa tionghoa juga terdapat disekitar kelenteng.

IMG-20130203-01157Tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa mengelilingi pulau kemaro.  Pulau yang merupakan salah satu destinasi wisata andalan kota Palembang ini bisa dikunjungi setiap saat.  Saran saya, baiknya ketika kembali dari pulau kemarau menuju dermaga lebih baik pada sore hari.  Agar bisa melihat pemandangan indah kehidupan masyarakat disepanjang sungai dikala sore.

20130921_180835

20130921_181245

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s