Pengalaman Menjadi Pengajar di Kelas Inspirasi Lampung.

SDN 1 Rajabasa

SDN 1 Rajabasa

“Luar Biasa…” itu mungkin adalah kata yang bisa mewakili perasaan saya ketika menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi Lampung. Buat yang masih belum tau apa itu Kelas Inspirasi,berikut saya jelaskan sedikit tentang Kelas Inspirasi. Kelas inspirasi merupakan salah satu gerakan/program dari Indonesia Mengajar. Gerakan ini dilakukan secara sukarela oleh para professional dari berbagai latar belakang profesi dimana para professional tersebut akan mengajar selama sehari pada SD yang sudah ditentukan oleh panitia. SD yang ditentukan oleh panitia biasanya adalah SD dengan fasilitas terbatas atau SD menengah kebawah. Relawan pengajar diminta mengajarkan dan mengenalkan profesi mereka kepada anak- anak SD tersebut. Mengapa mengenalkan profesi kepada anak-anak? Hal ini untuk membuka paradigma anak-anak tersebut bahwa selain menjadi dokter atau polisi masih banyak profesi lain yang menyenangkan diluar sana dan profesi tersebut bisa mereka jadikan pilihan kelak ketika mereka dewasa nanti. Selain itu nilai lain yang ingin ditanamkan melalui kelas inspirasi adalah semangat pantang menyerah pada diri anak-anak tersebut. Seberapa besarpun cita-cita mereka, mau jadi apapun mereka nanti, jangan pernah padam semangatnya dalam menggapai semua yang mereka impikan.

Ketika mendaftar via online pada website Kelas Inspirasi, jujur saya tidak berharap banyak untuk diterima sebagai relawan karena saya sudah pernah mendaftar pada kota lain namun tidak lolos seleksi. Dan ketika pada hari pengumuman saya melihat ternyata nama saya tercatat bersama relawan lainnya, jujur ada rasa tidak percaya dan sekaligus senang. Sudah terbayang bagaimana akan menghadapi anak-anak SD tersebut.

Ketika hari briefing, tepatnya dua minggu sebelum hari inspirasi, seluruh relawan dikumpulkan disalah satu studio foto di Bandar Lampung. Saat itu, saya masuk dalam kelompok 5 untuk mengajar di SDN 1 Rajabasa. Pada hari briefing tersebut, hanya 4 relawawan kelompok 5 yang datang. Dan setelah dilakukan pengundian ternyata saya dipilih sebagai ketua kelompok. Agak berat memang karena saya ada jadwal pemeriksaan pada awal bulan Oktober sampai dengan pertengahan bulan. Saya justru takut tidak bisa mengakomodir keinginan dari teman-teman relawan lainnya yang memang belum bertemu secara langsung. Untung fasilitator saya dari panitia Kelas Inspirasi Lampung, dengan sigap membantu sampai dengan hari inspirasi. Makasih banyak mas Rama alias mas Madhan yang juga temen deketnya mas Wawan…. :p

Dengan bantuan mas Rama, seluruh relawan dikumpulkan dalam satu group WA sebagai media kami untuk saling berinteraksi. Dari group WA tersebut kami mulai saling add dan follow pada media social. Ah saya sungguh beruntung bisa berada di kelompok 5 bersama orang-orang hebat. Ada mas Wicak yang seorang seniman (jujur kagum banget ama mas yang satu ini). Mba Novi yang seorang redatur dan merupakan penggila Kelas Inspirasi karena udah banyak banget ikutan jadi relawan di Kelas Inspirasi, Tita yang seorang banker dan rela jauh-jauh datang ke Lampung hanya untuk berpartisipasi di Kelas Inspirasi, ada juga Chika yang seorang perawat dan sedang berjuang menyelesaikan study S2nya (lanjutkan perjuanganmu nak,, :p) , Mas Erik yang kerjanya dibalai lelang Negara tapi jago banget dalam hal foto memfoto, Rio yang seorang fotographer dan menjadi idola serta dipanggil Arjuna oleh anak-anak SD. Efflin yang bekerja di oil and gas company dan selalu dikerumuni anak-anak karena miniature POM bensin yang dibawanya sebagai media untuk memperkenalkan pekerjaannya dan banyak anak-anak yang berantem yaa bu karena miniature tersebut. Hehhehhe….. mas Titot sang videographer, Intan sang MC yang selalu ceria, mas wawan yang selalu berduaan ama mas rama. Cieeee cieee… Dan relawan lainnya. I adore all of you guys.

Persiapan sehari sebelum hari Inspirasi bersama seluruh Relawan

Persiapan sehari sebelum hari Inspirasi bersama seluruh Relawan

Sehari sebelum hari inspirasi, kami para relawan bertemu untuk mematangkan semua hal guna menyukseskan berlangsungnya kegiatan esok hari. Sayang dua orang relawan yaitu Dita dan Pak Joko mengundurkan diri sebagai relawan karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Setelah bongkar pasang jadwal mengajar untuk masing-masing relawan pengajar, kami mempersiapkan seluruh pernak pernik untuk memeriahkan acara esok hari. Adapun yang kami siapkan mulai dari name tag untuk anak-anak yang kami buat seperti topi ulang tahun, latihan ice breaking dan flashmop serta persiapan untuk membuat pohon cita-cita. Dimana nanti anak-anak akan menuliskan nama dan cita-citanya pada daun yang terbuat dari kertas sticker dan akan di tempelkan pada pohon cita-cita tersebut. Ah untung ada mba Novi dengan pengalamannya yang sering mengikuti kelas inspirasi, semua persiapan berjalan lancar.

Akhirnya Hari Inspirasi itu tiba juga, ini merupakan pengalaman pertama bagi saya untuk mengajar dan dengan persiapan yang ala kadarnya karena jujur saya masih bingung bagaimana menjelaskan pekerjaan saya sebagai auditor kepada anak-anak SD tersebut. Saya mendapatkan jatah mengajar sebanyak tiga kali yaitu dikelas empat, lalu kelas enam dan kelas tiga. Oh ya sebagai gambaran, SDN 1 Rajabasa sendiri hanya terdiri dari enam ruang kelas dengan jumlah siswa kurang lebih 200 orang.

Setelah saya dan relawan lainnya memperkenalkan diri di seluruh hadapan anak-anak SD di lapangan, kamipun mengadakan game sebelum mulai mengajar dikelas. Dan terjadi banyak kehebohan ketika game dimainkan. Mulai dari anak-anak yang saling dorong-dorongan sampai ada yang menangis karena berantem. Melihat tingkah dan polah anak-anak tersebut saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti didalam kelas. Hehehhee.

Sebelum memperkenalkan diri foto dulu : left to right : Efflin, Mba Novi, Saya, Chika, Tita, Mas Erik dan Mas Bayu

Sebelum memperkenalkan diri foto dulu : left to right : Efflin, Mba Novi, Saya, Chika, Tita, Mas Erik dan Mas Bayu

Upacara sebelum proses belajar mengajar

Upacara sebelum proses belajar mengajar

Jam pertama saya mendapat jatah mengajar di kelas 4. Dengan semangat saya menyapa anak-anak ketika memasuki ruang kelas. Saya percaya bahwa dengan semangat dan keceriaan bisa memberikan energy positif dan merupakan awal yang baik untuk memulai proses mengajar. Pada menit-menit awal saya sangat gugup dalam menjelaskan profesi saya kepada anak-anak. Semangat mereka dalam menyimak dan memberikan interaksi membuat adrenalin saya terpacu. Dan luar biasa sambutan dari anak-anak tersebut. Dengan analogi yang bisa mereka cerna saya mencoba untuk menjelaskan profesi saya. Sayapun mengaitkan profesi saya sebagai auditor dengan Korupsi. Ada nilai kejujuran yang ingin saya tanamkan pada anak-anak tersebut. Di akhir sesi saya meminta beberapa anak untuk maju dan menceritakan kepada teman-temannya mengenai cita-cita mereka. Hal yang menyentuh perasaan saya adalah ketika seorang anak perempuan dengan pipi chubby dan kerudung putihnya maju dan menceritakan cita-citanya yang ingin menjadi seorang dokter dengan mata berkaca-kaca. Tak lama kemudian dia menangis lalu disekanya air mata tersebut dengan kerudung putihnya. Semoga cita-citamu tercapai yaa nak…. L

IMG-20141025-WA0014

Murid kelas empat

Murid kelas empat

Selanjutnya saya mengajar dikelas 6, dengan metode yang sama saya mencoba untuk menjelaskan profesi saya kepada anak-anak dikelas enam. Interaksinya lebih menarik karena anak-anak dikelas enam sudah bisa diajak untuk berfikir secara kritis dan pola fikir mereka berada pada masa transisi menuju fase remaja. Walau saya agak sedikit kewalahan menghadapi tingkah beberapa anak yang mencari perhatian lebih. Tapi mereka anak-anak yang baik dan menyenangkan. Nilai-nilai kerja keras, pantang menyerah dan menghormati orang tua serta guru, saya tekankan pada beberapa bagian ketika saya menjelaskan atau menganalogikan sesuatu.

Berfoto bersama siswa kelas enam bersama relawan lainnya. Rio, Tita, mba Basa, Saya, Chika dan Mas Wicak

Berfoto bersama siswa kelas enam bersama relawan lainnya. Rio, Tita, mba Basa, Saya, Chika dan Mas Wicak

Kelas terakhir yang saya ajar adalah kelas tiga. Awalnya saya mengira tidak akan menemukan kesulitan dalam mengajar dikelas ini. Tapi ternyata saya salah. Justru ini adalah kelas dimana saya harus menguras emosi. Hal ini mungkin karena seharusnya jam mengajar anak kelas tiga sudah selesai. Tapi dari pihak panitia dan sekolah menambahkan jam mengajar lagi sehingga disamakan dengan kelas empat hingga kelas enam. Beberapa anak sudah tidak konsentrasi lagi karena sudah meminta untuk pulang. Sedangkan yang lainnya sibuk bermain dan mengganggu temannya yang lain. Oh yaa yang paling saya ingat dikelas ini adalah seorang anak yang bercita-cita ingin menjadi Batman. Hehhehhehe…. Untuk menguasai kelas ini, saya terpaksa mengeluarkan smartphone saya dan menunjukan foto-foto beberapa daerah yang pernah saya kunjungi. Dan ini ternyata efektif untuk menarik perhatian mereka. Tapi namanya anak-anak sekarang yaa suka bgt selfie.   Beberapa dari mereka meminta untuk difoto dan selfie bareng. Hahahhhaaa.   Menutup kelas ini saya membagikan kertas sticker yang dibentuk daun. Saya meminta mereka untuk menuliskan nama dan cita-citanya lalu meminta mereka untuk menempelkan pada pohon cita-cita yang sudah dipersiapkan.

Selfie bersama siswa kelas tiga

Selfie bersama siswa kelas tiga

IMG-20141023-WA0003

Pohon cita-cita

Pohon cita-cita

20141029_071411Saya percaya dan yakin bahwa semangat anak-anak tersebut seperti lilin. Tugas semua orang adalah untuk perduli dan menjaga agar nyala semangat tersebut tidak pernah padam. Jangan sampai semangat mereka untuk meraih cita-citanya, semangat mereka untuk mencapai pendidikan setinggi mungkin harus kandas dan padam. Pendidikan adalah investasi agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Karena kepada merekalah kelak bangsa ini akan dititipkan. Jangan pernah berhenti meraih asamu anak-anak Indonesia.

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s