B R O M O (Menjemput Mimpi Yang Tertunda)

Agak telat sebenarnya postingan saya kali ini karena perjalanan saya ke Bromo ini dilakukan bulan Juni 2014 lalu. Beberapa kali saya coba untuk menuliskan perjalanan saya ke Bromo, tapi rasanya tak ada kata yang bisa merepresentasikan keindahan Bromo dalam bentuk sebuah tulisan. Terlalu banyak keindahan yang tidak bisa saya jabarkan. Bromo memang menjadi destinasi utama yang wajib saya kunjungi. Saya sudah berencana mengunjunginya dari beberapa tahun sebelumnya. Dan Alhamdulillah ditahun 2014 bisa mengunjunginya.

Perjalanan ke Bromo memang bukan hanya sekedar perjalanan wisata, tapi juga begitu banyak hal yang saya temui selama melakukan perjalanan ini.   Dengan menggunakan kereta api Matarmaja, saya menuju kota Malang dari Jakarta. Jangan bayangkan kereta api yang nyaman dengan tempat duduk yang empuk beserta AC yang dingin. Kondisi kereta api Matarmaja merupakan kereta api ekonomi dengan fasilitas terbatas dan jika ada kereta lain yang akan lewat, kereta ini terpaksa harus menunggu sampai kereta api lainnya itu lewat dahulu,oleh karena itu perjalanan dari Jakarta ke Malang ditempuh hampir memakan waktu 12-13 jam perjalanan. Jadi bisa dibayangkan lamanya perjalanan yang harus ditempuh. Namun disanalah hal yang menarik, saya berjumpa dengan berbagai teman dengan beragam karakter. Bertemu dengan orang yang ternyata berasal dari daerah yang sama dengan saya, walau mereka sudah lama tinggal di Jakarta, namun masih cukup fasih menggunakan bahasa daerah.

Lalu ketika saya berdiri dipintu gerbong, kembali saya bertemu dengan teman baru dan ternyata kami memiliki kesamaan, sama-sama penyuka senja. Senang rasanya bisa mengenal orang dengan beragam karakter dan pribadi.   Selalu banyak hal yang bisa saya pelajari dari setiap orang yang saya temui.

Sampai di kota Malang, saya sudah bisa merasakan bagaimana menyenangkan perjalanan menuju Bromo. Menikmati keindahan kota Malang lalu dilanjutkan menuju desa Gubuk klakah sebelum akhirnya menuju pada perjalanan yang sebenarnya, yaitu Bromo, tempat dimana mimpi dan asa saya titipkan disana.

Dini hari, dengan menggunakan jeep, saya dan teman-teman yang baru saya kenal menuju ke Bromo. Bukan perkara yang mudah dalam menaklukan dinginnya udara malam yang menusuk tubuh, kamipun harus mendaki dengan berjalan kaki untuk mencapai spot yang tepat untuk melihat Bromo dikala pagi. Ah Bromo memang memiliki daya pikat yang begitu kuat, keindahannya memang tidak bisa dengan mudah untuk dilukiskan dengan aksara. Dan ini adalah setitik keindahan Bromo yang berhasil saya abadikan.

Stasiun Kota Malang

Stasiun Kota Malang

Balai Kota Malang

Balai Kota Malang

Desa Gubuk Klakah, salah satu Desa Wisata di Malang. suasana yang dan keramahan penduduknya adalah salah satu daya pikat desa ini

Desa Gubuk Klakah, salah satu Desa Wisata di Malang. suasana yang dan keramahan penduduknya adalah salah satu daya pikat desa ini

Menyambut Fajar di puncak Bromo

Menyambut Fajar di puncak Bromo

Bromo yang masih berselimut Kabut

Bromo yang masih berselimut Kabut

Kegagahan dan keagungan Bromo

Kegagahan dan keagungan Bromo

Bromo

Bromo

15Pernah ku gantungkan asaku disana, pernah ku letakan harapku padanya. Dan sekarang aku datang untuk menjemput mimpiku yang tertunda. Tapi pasti suatu saat aku akan kembali bukan untuk sebuah mimpi tapi untuk melepas rindu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s