Belajar membuat cerita

Tanda Tanya ( ? )

Dunia terus berputar, waktu tak dapat untuk dihentikan. Seiring berjalannya waktu, manusia semakin menua. Akan banyak hal yang mungkin bisa berubah, entah itu perubahan yang dapat terlihat maupun perubahan yang tidak terlihat, namun pasti akan ada yang berubah. Tak tahulah, waktu yang bisa mengubah manusia atau manusia yang mengendalikan waktu. Mungkin saja keduanya benar.

Perubahan memang hakiki pada diri manusia, entah itu perubahan untuk menjadi lebih baik atau malah sebaliknya. Biarkanlah manusia berproses untuk hal itu dan biarkanlah waktu yang menjawab kemana perubahan itu akan membawanya, menuju kebaikan atau malah sebaliknya. Tetapi sesungguhnya, perubahan seperti apa yang dicari oleh setiap insan?

Aku mengenalmu jauh sebelum kau mengenal mereka. Jauh sekali sampai aku menyadari bahwa ternyata aku lebih mengenalmu dibandingkan diriku sendiri. Beriring berjalannya waktu, semua terasa berbeda. Mungkin ada benarnya bahwa pada esensinya manusia pasti tidak bisa menghindar dari perubahan.

Tapi mengapa kali ini seolah kita berada pada dimensi yang berbeda. Kau tak dapat aku terka, tak bisa aku kira, tak bisa aku rasa. Hanya sesekali saja dimensi kita bersinggungan pada satu garis potong. Itupun tak lama, hanya sekejap saja lalu dimensi kita kembali membentuk lingkaran masing-masing. Kita sibuk bermain dengan gelembung udara yang berada dalam dimensi kita masing-masing.

Mungkin karena terlalu asiknya kita sehingga lupa bahwa kita berasal dari satu pola yang sama. Kita terlalu asik dengan beraneka warna gelembung tersebut sehingga kita lupa bahwa kita telah terpisah semakin jauh.

Engkau berubah, aku berubah tetapi mengapa kita tidak menuju arah yang sama. Engkau seperti partikel kasat mata yang sama sekali tidak mampu aku terka hendak kemana engkau akan menuju. Hanya tanda tanya besar yang ada dikepalaku. Apakah sekarang aku masih mampu mengenalimu?

Advertisements

Nasi Minyak – Kuliner Khas Palembang yang Lekat Dengan Nilai Budaya

Kalau ditanya mengenai kuliner khas Palembang, hal pertama yang mungkin terlintas dipikiran kita adalah empek-empek.  Tidak salah memang, karena empek-empek sudah sangat terkenal sebagai makanan khas dari Palembang.   Oleh karena itu, Palembang dijuluki sebagai kota empek-empek.  Kalau bicara mengenai kuliner di Palembang memang tidak akan ada habisnya.  Kota ini menyimpan banyak kuliner khas daerah yang memang hanya bisa kita jumpai di bumi Sriwijaya ini.

Selain empek-empek, kuliner wajib yang harus dicoba kalau berkunjung ke kota Palembang adalah model, tekwan, mie celor, celimpungan, laksa, burgo, kue delapan jam, pindang patin, berengkes tempoyak,  es kacang merah dan masih banyak lagi kuliner khas Palembang yang wajib dicoba.

Palembang memang kaya akan budaya.  Perpaduan budaya lokal dengan kebudayaan Cina dan kebudayaan Arab yang dibawa oleh pedagang dari Cina dan Arab ketika zaman kerajaan Sriwijaya, terlihat jelas dari peninggalan budaya yang ada.  Akulturasi budaya tersebut juga dapat dilihat dari makanan khas Palembang, yang kalau diperhatikan hampir memiliki kesamaan dengan makanan dari Cina ataupun Arab.

Kali ini saya akan mencoba untuk membahas mengenai nasi minyak.  Nasi minyak merupakan kuliner Palembang yang sarat dengan nilai budaya.  Sepintas nasi minyak hampir sama dengan nasi kuning karena memang warnanya  yang kuning pekat.  Yang membedakan adalah rasanya.  Ada rasa khas dari nasi minyak yang berbeda bila dibandingkan dengan nasi kuning.  Rasa tersebut berasal dari minyak samin karena ketika memasak nasi minyak di campur dengan minyak samin sebagai penguat rasa. Terkadang nasi minyak juga dicampur dengan kismis untuk menambah kelezatan rasanya.

Berbeda dengan nasi kebuli yang dagingnya dicampur langsung, lauk untuk nasi minyak disajikan secara terpisah.  Jadi untuk menikmati nasi minyak bisa disantap dengan daging malbi/rendang, ayam goreng/bakar, pergedel, tahu, tempe maupun sambal.

Nasi Minyak- Sumber Foto : commons wikimedia.org

Nasi Minyak- Sumber Foto : commons wikimedia.org

Memasak nasi minyak biasanya menggunakan kuali besar dan diaduk dengan pengaduk yang terbuat dari kayu yang panjang.  Karena memasaknya dengan bumbu yang khas oleh karena itu tidak semua orang bisa memasak nasi minyak dengan rasa yang pas.

Di Palembang sendiri, hanya beberapa rumah makan yang menyediakan nasi minyak.  Jadi memang agak sedikit sulit untuk mendapatkan nasi minyak.  Kalaupun tersedia, tidak dalam jumlah yang banyak.  Jadi jangan sampai kehabisan ya.

Satu hal lagi yang unik dari nasi minyak.  Ini seperti sudah menjadi tradisi di wilayah Palembang ataupun wilayah lain di Sumatera Selatan, setiap ada acara seperti pernikahan, ulang tahun ataupun sunatan, menu nasi minyak pasti terhidang dan selalu menjadi pilihan utama para tamu.  Rasanya ada yang kurang kalau tidak menyediakan nasi minyak dalam acara yang diselenggarakan.  Nasi minyak seperti sudah menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat Palembang.

Jadi buat kalian yang sedang berkunjung ke Pelembang, nasi minyak merupakan salah satu kuliner yang wajib untuk dicoba.

Tulisan ini, diikut sertakan dalam lomba blog “Jelajah Kuliner Unik Nusantara”

screen grab

grab twiter1

Pagar Alam – Semesta Hijau Di Sumatera Selatan

Seharusnya postingan ini sudah saya publish tahun kemarin, karena memang perjalanan saya ke Pagar Alam dilakukan pada bulan Agustus 2013.  Namun apa daya, males saya sangat akut sekali.  Sehingga tulisan ini baru selesai di awal tahun 2014. *malas tingkat dewa banget. hehehee

Selain jembatan Ampera dan wisata kulinernya seperti empek-empek, model, tekwan, dll.  Ada satu objek wisata yang wajib dikunjungi kalau berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan.  Kali ini,  saya akan menceritakan perjalanan saya bersama genk Cucok Rumpies ke Pagar Alam, Sumatera Selatan.  Pagar alam sendiri merupakan sebuah kota kecil yang terletak beratus-ratus kilometer dari kota Palembang. Untuk mencapai kota ini, ditempuh sekitar 8 jam perjalanan darat dengan rute  yang “Garang”.  Yups garang banget, karena selain jalan yang dilalui berliku, jalannya juga sebagian besar rusak.  Lamanya perjalanan menuju kota ini akan terbayar dengan keindahan alam yang ditawarkan.  Kalau di Jakarta, Pagar alam ini sama seperti puncak, dan kota ini terletak di kaki gunung Dempo jadi bisa dibayangkan sejuknya udara di kota Pagar Alam.

Trip ke Pagar alam merupakan perjalanan spontan yang saya dan teman-teman lakukan.  Berhubung tanggal 17 Agustus 2013 jatuh pada hari sabtu, jadi waktu libur menjadi lebih panjang.  Awalnya team memutuskan untuk berangkat malam sabtu setelah pulang kantor.  Namun karena memang tidak memungkinkan dan dengan alasan keselamatan, makanya baru esok harinya kami berangkat.

Keesokan harinya, jam 8 pagi, saya dan teman-teman sudah siap  menunggu di pinky house.  Dan seperti biasanya pula Kimi dan Ncep yang membawa mobil, datangnya agak ngaret 1 jam. Jadilah kami berangkat dari rumah sekitar jam 9 pagi.  Oh yaa bagi teman-teman yang ingin ke Pagar Alam, lebih baik bawa kendaraan sendiri atau rental kendaraan di kota Palembang.  Akses kendaraan untuk menuju tempat ini memang agak jarang.

Perjalanan menuju Pagar Alam melewati kota Prabumulih (kota minyak di Sumatera Selatan).  Sampai di Prabumulih, kami mampir sebentar di rumah makan tahu sumedang untuk membeli cemilan selama diperjalanan karena memang panjangnya perjalanan yang akan kami tempuh.  Pose dulu di Rumah Makan tahu Semedang.

Perjalanan menuju prabumulih

Perjalanan menuju prabumulih

RM Tahu Sumedang Prabumulih

RM Tahu Sumedang Prabumulih

Doy,  Oom, dan Kimi sedang makan gorengan di parkiran RM tahu sumedang

Doy, Oom, dan Kimi sedang makan gorengan di parkiran RM tahu sumedang

Perjalanan menuju Pagar Alam dari kota Prabumulih ditempuh sekitar 6 jam perjalanan. Jalanan kecil dan berliku akan menjadi rute yang dilalui.  Tapi sepanjang perjalanan kita akan dimanjakan dengan suasana pedesaan yang masih asri. Sepanjang  perjalanan ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu pemandangan gunung jempol.  Gunung tersebut bentuknya aneh, agak lancip dibagian atasnya.  Ini dia, foto gunung jempol.

Unik yaa bentuk Gunung Jempol.

Unik yaa bentuk Gunung Jempol.

Memasuki kota Pagar Alam, sekitar jam setengah empat sore.  Udara dingin sudah mulai terasa.  Kamipun kelaparan karena memang belum makan siang.  Kami lalu mampir disalah satu rumah makan.  Namanya Rumah makan panorama.  Tempatnya sederhana.  Terletak agak dipinggir dataran tinggi gitu sehingga dari jendelanya langsung tampak seperti jurang.  Tapi pemandangannya sangat asri karena banyak terdapat pepohonan.  Dan makanan yang dihidangkan langsung dimasak saat itu juga ketika dipesan jadi kami menunggu agak lama.  Dan ketika makanan yang kami pesan datang, tanpa membuang waktu lagi, langsung kami tandaskan setiap piring yang ada menjadi bersih tak bersisa.  Menu yang kami pesan cukup banyak dan harga yang harus kami bayar sangat murah sekali.  Bener-benar sangat puas sekali makan disana.

pada kalap semua, karena kelaperan :p

pada kalap semua, karena kelaperan :p

Pose dulu didepan RM Panorama

Pose dulu didepan RM Panorama

Setelah istirahat sebentar, kami lalu melanjutkan perjalanan.  Saat itu belum menunjukan jam setengah lima sore.  Kami mampir sebentar di air terjun lematang indah.  Air terjunnya tepat berada di pinggir jalan.  Arusnya cukup deras dan airnya sangat dingin seperti air es.  Walaupun begitu tidak menyurutkan niat kami untuk bermain air dibawah air terjun dan juga berenang.  Arusnya yang deras membuat si doy dan kimi hampir hanyut.  Tapi untung kedua anak adam tersebut bisa segera berenang ketepi.

jalan menuju air terjun lematang indah

jalan menuju air terjun lematang indah

air terjun Lematang Indah

air terjun Lematang Indah

Yang menarik dari tempat ini adalah, air selokannya itu bersih dan dingin banget.  Jadi tidak seperti air selokan.  Malah masih layak untuk dipakai sebagai air bersih.  Setelah bersih-bersih, kamipun hendak melanjutkan perjalanan. Tapi tiba-tiba ada mobil pick up yang membawa buah durian dan berhenti menjajakan buah tersebut.  Banyak pengunjung air terjun yang ikut membeli, termasuk kami.  Durian kami dapatkan dengan harga yang sangat murah.  Seratus ribu, kami sudah mendapatkan enam buah durian dengan ukuran besar.  Buah durian langsung kami santap disana, dan rasanya benar-benar legit dan terasa buah yang memang masak dipohon.  Saya dan teman-teman tanpa berbasa-basi langsung menyantap buah dengan lahap.

Selokannya, bersih banget

Selokannya, bersih banget

dureeeeeeeeen :p

dureeeeeeeeen :p

Karena sudah agak sore, kami langsung melanjutkan perjalanan karena kami harus mencari tempat untuk menginap.  Awalnya kami berencana menginap diatas bukit tapi karena saat itu sedang akhir pekan, villa yang berada disana sudah full booked.  Padahal villa yang berada diatas bukit lebih murah daripada villa yang berada di kaki bukit.  Hampir menjelang isya, kami baru dapat penginapan di kaki bukit.  Villanya bagus, seperti rumah panggung tradisional dengan bangunnya terbuat dari kayu.  Terdapat 3 kamar tidur dengan tempat tidur yang nyaman, ruang tamu, pantry dan kamar mandi.  Tersedia juga TV dan sofa di ruang tamu.  Setelah meletakan barang bawaan dan membagi jatah kamar, kami bersih-bersih dan mencari makan malam diwarung yang berada disekitar villa.   Besok kami harus bangun sepagi mungkin untuk menuju puncak gunung Dempo.  Oh ya, ini dia villa tempat kami menginap.

villa tempat kami menginap

villa tempat kami menginap

Kamar tidur di villa yang kami sewa

Kamar tidur di villa yang kami sewa

Ruang tamu

Ruang tamu

Dinginnya udara di Pagar Alam memang ga ada lawan, saya harus harus memakai baju berlapis-lapis dan berselimut ganda agar tetap hangat.  Pagi-pagi sekali, saya dan teman-teman bangun.  Setelah sholat subuh, kami memutuskan untuk keluar villa melihat pemandangan disekitar.  Dan ini dia pemandangan foto kebun teh saat matahari terbit sampai matahari terlihat terang.  Oh yaa, yang sering kami lakukan pagi itu adalah meniupkan nafas hingga keluar uap. hehehhehe

Subuh ini, di Pagar alam

Subuh ini, di Pagar alam

Hamparan kebun teh

Hamparan kebun teh

pemandangan pagi di pagar alam

pemandangan pagi di pagar alam

Puas menikmati hamparan hijaunya kebun teh,  perut kami mulai keroncongan.  Padahal masih jam enam lewat.  Kamipun berjalan mencari warung yang menjual sarapan.  Sampai akhirnya kami temukan warung dipinggir jalan yang menjual mie ayam dan gorengan.  Kondisi dingin dan makan mie beserta gorengan yang masih panas, benar-benar surga banget.  Ditambah lagi makannya disekitar kebun teh dan ditemani matahari yang merangkak naik.

menyusuri jalan disekitar villa

menyusuri jalan disekitar villa

warung tempat kami sarapan

warung tempat kami sarapan

makan gorengan

makan gorengan

Sarapan Mie ayam

Sarapan Mie ayam

Setelah kembali ke villa, kami siap-siap untuk menuju kepuncak gunung dempo.  Karena cuaca sangat dingin, tidak ada satupun dari kami yang mandi pada pagi hari itu.  Sepanjang perjalanan menuju puncak gunung dempo dan ketika kembali lagi ke villa, mata disuguhi oleh hamparan kebun teh yang terbentang luas.  Tampak pula jalan yang kami lalui seperti garis kecil berkelok-kelok.  Beberapa pohon tampak tumbuh ditengah kebun teh.  Petani-petani kebun teh juga tampak sedang memetik dauh teh.  Kami berada dipuncak gunung dempo untuk waktu yang cukup lama.  Memandang luas, tampak seperti lukisan alam yang tak ada bandingnya.

gunung dempo

gunung dempo

kebun teh, pohon dan langit biru,,, sempurna

kebun teh, pohon dan langit biru,,, sempurna

pemandangan dari atas gunung dempo

pemandangan dari atas gunung dempo

kebun teh menuju puncak gunung

kebun teh menuju puncak gunung

20130818_092607

20130818_092945

20130818_093837Setelah puas dipuncak gunung, kami kembali menuju villa untuk siap-siap kembali ke Palembang.  Perjalanan ke Pagar alam ini bukan sekedar liburan semata, tapi memaknai arti sebuah persahabatan.  Dan satu yang pasti, masih banyak daerah di sumatera yang indah dan belum diketahui olah masyarakat luas.  Semoga makin banyak tempat wisata di sumatera yang bisa lebih terekspos.

Safety Riding

berkendara-sambil-smsHandphone memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia dizaman sekarang ini.  Bahkan boleh dibilang handphone sudah termasuk dalam kebutuhan pokok.  Terkadang seseorang begitu kelabakan ketika handphonenya tertinggal.  Zaman sekarang, orang mungkin akan lebih memilih ketinggalan dompet dibandingkan ketinggalan handphone. Hehehhehhe

Akses komunikasi yang begitu penting dan juga mobilitas manusia yang cukup tinggi khususnya dikota-kota besar menyebabkan manusia harus tetap terus berkomunikasi dengan partner atau rekan kerjanya.

Tidak salah memang untuk terus berkomunikasi dengan orang lain menggunakan handphone tapi yang perlu diingat adalah hindari berkomunikasi menggunakan handphone ketika sedang mengendarai kendaraan baik mobil ataupun motor.  Terkadang saya suka kesel sendiri melihat orang yang sambil berkendaraan tapi sambil bertelepon ria atau malah ber-sms an/bbm an.

Saya sering kali saya menjumpai orang yang tengah asik bertelepon atau sms/bbm an sambil berkendaraan dijalan raya.  Coba kita bayangkan dampak yang terjadi dengan berkendara sambil menggunakan telepon genggam.  Bukan hanya membahayakan nyawa kita sendiri tapi juga ikut membahayakan pengendara lainnya.  Bagaimana bila ketika kita menerima telepon atau sibuk membalas sms/bbm konsentrasi kita berkendaraan terpecah.  Atau ada kendaraan lain lain yg berada disekitar kita namun tidak terlihat.  Efeknya sangat fatal sekali bukan…?

Saya pernah mengalami keadaan dimana ketika akan putar arah, motor yang berada di depan saya tengah berkendaraan sambil sms an.  Aduh rasanya pengen ngejitak kepala tuh orang.  Dengan santainya dia berkendara sambil sms-an dan merasa tidak berdosa, padahal saat itu arus lalu lintas cukup ramai.  Coba kalau ada kendaraan lain yang ngebut dibelakangnya,  apa tidak akan jadi kecelakaan beruntun itu.

So guys, jauhin deh ponsel selama kita berkendara.  Kalaupun memang dirasa perlu untuk merespon telepon hendaknya menepilah sejenak untuk merespon telepon atau sms/bbm yang masuk.  Jangan mengambil resiko dengan bertelepon sambil berkendara.  Ingat resiko yang ditimbulkan dapat berdampak pada pengendara lainnya.

Berkendaraalah dengan aman, jauhkan teleponmu, gunakan helm untuk pengendara motor, gunakan sabuk pengaman bagi yang mengendarai mobil.  Pastikan kendaraan kalian dalam kondisi baik dan selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas.  Dan selamat berkendara semua. Have a great day and keep safety riding everyone.

Teluk Kiluan – Surga Tersembunyi di Provinsi Lampung

Kiluan merupakan salah satu objek wisata yang terletak di kabupaten Tanggamus, provinsi Lampung dan objek wisata ini sudah cukup terkenal dikalangan pecinta wisata domestik. Di Kiluan pengunjung bisa melihat lumba-lumba di habitat aslinya.  Dan menurut info yang saya dapatkan bahwa teluk Kiluan merupakan salah satu habitat lumba-lumba terbesar di dunia.

Akhir tahun 2013 lalu, saya berkesempatan untuk menikmati keindahan teluk Kiluan bersama teman-teman cucok rumpies.  Awalnya kami berencana untuk ke Kiluan pada awal November, namun karena masalah pekerjaan, akhirnya trip ke Kiluan kami undur.  Sampai akhirnya ketika akhir Desember, kami memiliki kesempatan untuk ke Kiluan.

Karena ga mau repot, makanya trip ke Kiluan ini kami menggunakan travel agent.  Kebeneran si kimi ada kenalan travel agent yang melayani trip ke Kiluan.  Jadi urusan perjalanan kami serahkan ke kimi sepenuhnya.  Saya dan si oom sudah lebih dahulu berangkat ke Lampung karena memang ada urusan pekerjaan di Lampung.  Sedang Doy dan Kimi berangkat tanggal 24 Desember.

Selalu ada cerita menegangkan menjelang setiap perjalanan.  Termasuk perjalanan ke Kiluan kali ini.  Karena urusan travel agent kami serahkan ke kimi, saya, doy dan oom tidak ikut campur sama sekali.  Ternyata ketika sampai di Lampung pada malam hari tgl 24 desember, Kimi mendapat telepon dari keluarganya yang mengharuskan dia untuk kembali ke Palembang.  Dan ternyata kimi belum mem-fix kan dengan travel agent untuk pemberangkatan ke Kiluan pada tanggal 25 Desember.  Walhasil ketika malam itu dikonfirmasi ke pihat travel agent, mereka kira bahwa reservasi tidak jadi.  Setelah bernegosiasi akhirnya keberangkatan menuju Kiluan besok masih bisa dilakukan.  Dan kami dijemput sekitar jam satu siang keesokan harinya.

Untuk menuju Kiluan sendiri membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam dari kota Bandar lampung. Akses jalannya sangat tidak baik.  Banyak jalanan rusak parah yang dilalui sepanjang perjalanan ke Kiluan.  Tapi sepanjang perjalanan mata akan disuguhi keindahan alam Lampung.  Mulai dari laut, pegunungan, hamparan sawah hijau dan juga suasana pedesaan.  Sedangkan untuk akses transportasi menuju kiluan sendiri tidak ada angkutan umum. Untuk yang berminat kesana  lebih baik sewa kendaraan dari kota Bandar Lampung atau naek motor juga bisa.  Harus ekstra hati-hati selama menuju kesana karena track jalan yang rusak dan melewati pegunungan dengan jurang di bibir jalan.

Dan ketika sampai di Gapura pintu masuk Kiluan,langsung terlihat hamparan laut beserta gugusan pulaunya.  Saya dan rombongan sampai disana sekitar jam 4 sore.  Kami langsung dijemput dengan perahu jukung untuk langsung menuju pulau tempat kami akan menginap.  Sekitar 15 menit kemudian, kami langsung sampai dipulau.  Kami langsung menuju penginapan yang sudah disiapkan.  Cottagenya sederhana banget tapi cukup nyaman.  Oh ya di pulau tidak tersedia listrik jadi untuk penerangan menggunakan jetset yang hanya beroperasi ketika malam sampai pagi.  Jadi siapkan powerbank untuk mengisi batere hp atau kamera.  Oh ya untuk beberapa provider telepon seluler, masih bisa mengakses sinyal kok disana, malah si oom menerima telepon ditengah laut ketika sedang berburu lumba-lumba.

Gapura ketika akan memasuki Kiluan

Gapura ketika akan memasuki Kiluan

Cottage di tengah pulau. sederhana banget

Cottage di tengah pulau. sederhana banget

Tanpa ingin membuang waktu kami langsung mengelilingi pulau yang luasnya tidak begitu besar.  Menikmati pantai berpasir putih dengan hamparan laut berwarna hijau pekat.  Bener-bener indah sekali Kiluan.  Beratnya perjalanan yang ditempuh seakan terbayar dengan keindahan alam yang ditawarkan.  Memang sangat disayangkan, tempat seindah ini masih belum terkelola dengan baik.

Saya dan rombongan menyisiri bibir pantai dan mengambil foto dibeberapa tempat yang berbatu karang. Karena sudah agak sore kami lalu pindah ke sisi pantai lainnya yang tersembunyi oleh karang besar.  Dan dari sana kami melihat senja sempurna sore itu.   Warnanya yang jingga pekat seperti warna emas benar-bener sebuah pemandangan yang sempurna.  Apalagi ketika matahari semakin turun bersembunyi dibalik cakrawala warna jingganya semakin pekat.   Ini nih foto sunset di Kiluan.

Golden sunset di Kiluan

Golden sunset di Kiluan

sunset di Kiluan

sunset di Kiluan

Saya dan rombongan lalu langsung menuju cottage untuk bersih-bersih dan makan malam yang memang sudah include dari paket yang kami ikuti.  Makan malam sudah disediakan dengan makanan ala menu sederhana dan pasti ada menu ikannya.  Kami makan dengan lahap dan setelah itu kami istirahat agar besok bisa bangun pagi untuk menyaksikan lumba-lumba di habitat aslinya.  Ada baiknya membawa bekal cemilan dan air mineral disana.  Tapi bagi yang ga mau repot, pihak pengelola pulau membuka kantin kok jadi ga perlu takut kelaparan disana.

Pagi-pagi sekali kami sudah bangun, setelah solat subuh kami berjalan-jalan sebentar dipantai.  Jam 6 lewat perahu jukung sudah menjemput kami menuju laut lepas untuk melihat lumba-lumba.  Perahu jukungnya kecil hanya bisa menampung 3-4 orang termasuk nahkoda per perahu.  Perahu menuju laut lepas, melewati pulau-pulau kecil yang dihiasin dengan batu karang.  Pada hari itu cukup banyak juga wisatawan yang berburu lumba-lumba bersama kami.

menuju Laut Lepas, berburu lumba-lumba. jangan lupa pakai jaket pelampungnya ya :)

menuju Laut Lepas, berburu lumba-lumba. jangan lupa pakai jaket pelampungnya ya 🙂

Perahu Jukung dan Indahnya Pantai di Kiluan

Perahu Jukung dan Indahnya Pantai di Kiluan

Jukung terus berputar mencari tempat lumba-lumba yang biasanya menampakan diri.  Tak berapa lama kemudian seekor lumba-lumba muncul didekat jukung yang saya tumpangi.  Rasa takjub menghampiri saya.  Subhanallah sekali bisa melihat lumba-lumba dilaut lepas.  Jujur saat itu saya merinding karena kagum akan keindahan ciptaan tuhan dan juga takut terjadi apa-apa, apa lagi saya berada dilaut lepas dengan perahu kecil.  Tapi semua saya pasrahkan.  Dan beberapa lumba-lumba muncul secara bergantian tak jauh dari jukung yang saya tumpangi.  Wah bener-bener terbayar semua pengorbanan menuju Kiluan dengan kepuasan melihat lumba-lumba.  Ini beberapa foto yang bisa saya share.

Mengendarai jukung di tengah lautan

Mengendarai jukung di tengah lautan

Bersama Wisatawan lainnya di Laut lepas

Bersama Wisatawan lainnya di Laut lepas

Bersama Wisatawan lainnya di Laut lepas

Bersama Wisatawan lainnya di Laut lepas

Akhirnya menemukan Lumba-lumba yang sedang bermain.

Akhirnya menemukan Lumba-lumba yang sedang bermain.

Sekitar jam 9 an, jukung mulai kembali kepulau.  Sesampai dipulau saya dan rombongan lalu sarapan dengan menu ikan.  Kami makan dengan lahap sebelum akhirnya menuju ketempat selanjutnya yaitu laguna.

Selesai sarapan dan beristirahat sebentar, kami langsung di antarkan ke laguna.  Laguna adalah kolam diantara batu karang dan langsung berbatasan dengan laut lepas.  Kami langsung naik jukung dan diantarkan kepulau seberang yang berjarak sekitar 15 menit dari pulau tempat kami menginap.  Awalnya kami kira akan langsung sampai di laguna.  Ternyata kami salah sodara-sodara.  Kami harus mendaki lagi untuk mencapai laguna yang terletak dibelakang bukit.

Kami diantar oleh guide yang merupakan penduduk sekitar.  Melewati perkampungan lalu memasuki kebun kopi dengan jalan yang mendaki.  Sesampai dipuncak terlihat laut lepas dengan pasir putih.  Kami lalu menuruni bukit yang melintasi perkebunan warga.  Sampai dipantai kami harus berjalan melewati bebatuan karang yang tajam dan terjal.  Namun karang-karangnya indah sekali.  Deburan ombak besar sesekali terdengar menghantam karang.   Jalan di batu karang cukup terjal jadi perlu kehati-hatian dan stamina ekstra.

melewati kebun Kopi untuk menuju Laguna

melewati kebun Kopi untuk menuju Laguna

Indahnya pantai menuju Laguna

Indahnya pantai menuju Laguna

Pemandangan batu karang sepanjang jalan menuju Laguna

Pemandangan batu karang sepanjang jalan menuju Laguna

10aja

Jalan menuju Laguna melewati batu karang dan jalan yg curam. be care guys,,

Jalan menuju Laguna melewati batu karang dan jalan yg curam. be care guys,,

Sesampai di laguna, tanpa menunggu lama lagi, saya dan rombongan langsung menceburkan diri.  Sesekali percikan ombak besar menghantam karang dan airnya masuk ke laguna.  Ini koleksi foto di laguna.

Laguna

Laguna

12ajaSetelah puas bermain-main di laguna, kami pun kembali kepulau tempat kami menginap.  Sampai disana sekitar jam 11 lewat.  Kami langsung snorkeling.  Sayang banyak terumbu karang yang sudah rusak karena pengeboman, namun dibeberapa tempat masih terdapat terumbu karang yang indah.  Saya dan rombongan benar-benar menikmati keindahan alam bawah laut di Kiluan.

Pantai di Pulau tempat kami menginap

Pantai di Pulau tempat kami menginap

2ajaPuas bersnorkeling ria, saya dan rombongan kembali ke cottage lalu mandi.  Sebelum kembali ke Bandar lampung, kami makan siang dulu dipulau.  Selesai makan dan istirahat sebentar, kami pamit kepengelola pulau dan pak Dirham yang sudah melayani kami selama berada di Kiluan.

Kiluan memang sangat indah, pantai, laut, pulau dan lumba-lumbanya merupakan daya tarik sendiri Sayang akses jalan menuju kiluan masih menjadi PR besar bagi pemerintah setempat.  Objek wisata seindah ini sayang banget kalau tidak dimaksimalkan, apalagi keindahan alam kiluan sudah mulai dikenal oleh wisatawan dari luar Lampung.

Bagi teman-teman traveler, Kiluan is recommend place for visited. Untuk penyewaan perahu maupun penginapan bisa ke pak Dirham – 081369991340.  Atau bagi teman-teman yang ga ingin repot dan mau terima beresnya kayak saya dan rombongan mengikuti paket dari travel agent bisa jadi pilihan.  Dengan harga yang terjangkau sudah bisa menikmati semua paket Kiluan.  Sekarang banyak travel agent yang menawarkan paket ke Kiluan.  salah satunya bisa menghubungi mas Rifki -085368236213/08978954441 atau ke mas Avis – 085377844408.

Catatan Akhir Tahun 2013

Woalaaaa, sudah lama ga nulis trus sekarang tiba-tiba menulis lagi di akhir tahun 2013.  Waktu ternyata cepat sekali berlalu.  Setahun sudah terlewat, banyak cerita yang sudah dilalui di tahun 2013 dan sekarang hanya dalam hitungan jam mau tidak mau, siap tidak siap tahun 2014 segera datang.

Beberapa resolusi yang saya buat diakhir tahun 2012 memang masih belum bisa saya wujudkan, tapi saya yakin nanti di tahun 2014 satu per satu apa yang saya impikan bias tercapai.  Ini dia nih Catatan Akhir tahun yang saya buat tahun lalu. Klik DISINI.

Review dulu yuk tentang pencapaian ditahun 2013.

  1. Tahun 2013 boleh dibilang adalah titik balik saya dalam kehidupan spiritual.  Saya merasa menjadi lebih dekat dengan sang Khalik dan konsistensi saya dalam kehidupan spiritual benar-benar terjaga.  Semoga tahun-tahun kedepan saya bisa menjaga konsistensi spiritual.
  2. Ini adalah resolusi 2013 yang belum tercapai yaitu mendapatkan pekerjaan baru dan bisa pindah ke Lampung.  Ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan saya tetap bertahan.
  3. Bromo selalu ada di hati saya,  walau ditahun 2013 ini saya belum sempat mengunjunginya namun saya menggantinya dengan beberapa trip ke beberapa tempat yang sangat luar biasa bersama sahabat-sahabat terbaik.  Ditahun 2013 saya mengunjungi Gunung Dempo di Pagar alam, Sumatera Selatan dan Teluk Kiluan di Lampung.  Guys,,, both of that places are awesome. Recommend to visit. Ternyata banyak tempat-tempat indah di Sumatera yang belum terekspose.
  4. Keluarga adalah segala-galanya buat saya.  Dekat dan melihat keluarga bahagia adalah saat yang sangat tidak bisa nilai dengan apapun.  Tahun 2013, si bungsu sudah sah menjadi mahasiswi Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Lampung. Melihat rempongnya dia memasuki dunia kampus membuat saya rindu akan suasana kampus.  Kondisi kesehatan ayah dan mamah yang stabil dan jarang banget sakit membuat saya agak tenang di perantauan, walau si ayah sempet masuk rumah sakit ketika menjelang bulan puasa kemarin, namun sekarang kondisinya sudah mulai sangat membaik.  Semoga selalu diberikan kesehatan untuk kedua orang tuaku.
  5. Investasi dalam bentuk tanah memang saya tunda dulu di tahun ini, namun dari investasi yang saya lakukan di tahun 2012 saya bisa merasakan manfaatnya ditahun 2013 ini.  Walau hasilnya ga banyak tapi lumayan sebagai tambahan yang setiap tahunnya insya Allah bisa saya nikmati.
  6. Pertanyaan kapan menikah dari handai taulan sudah mulai menghampiri saya setiap ada acara keluarga.  Dan tentu saja ini adalah resolusi yang masih belum kesampaian di 2013.  2014 saya tidak tahu jawabannya. Hehhehe
  7. Raline masih menjadi inspirasi, I adore her so much.  Akhir tahun 2012 ketika promo film 5cm di Palembang, saya bertemu dengan untuk yang pertama kalinya.  Sayang di film terbarunya “99 Cahaya Langit Di Eropa” tidak melakukan promo ke Palembang.  Harapan untuk kembali bertemu di tahun 2013 memang masih belum terwujud.  Semoga bisa bertemu dengannya kembali. J
  8. Blog ini selama beberapa bulan terakhir tidak pernah saya jamah.  Menjaga konsistensi itu ternyata sulit sekali.  Semoga saya bisa terus menulis beberapa catatan di blog ini.

Beberapa pencapaian ditahun 2013 datang tanpa pernah saya rencanakan sebelumnya.  Diantara yaitu, saya berhasil menurunkan bobot tubuh sampai 18 kg selama 4 bulan melalui diet  sehat.  And it’s amazing when I get back my old clothes.  Sekarang saya masih melakukan diet sehat untuk mencapai berat tubuh yang ideal.  2-3 bulan lagi mungkin saya bisa mencapai berat ideal. I hope so,,, hehhee

Oh ya di tahun 2013 saya mencoba untuk mengontrak rumah di Palembang,  paling tidak sekarang saya bisa membeli beberapa barang dan tidak perlu bingung dalam mengaturnya.

Baiklah, 2014 sudah didepan mata.  Tidak banyak yang ingin saya capai. Just let it flow.  Beberapahal yang saya harapkan diantaranya :

  1. Kesehatan selalu diberikan dan dicurahkan kepada kedua orang tua saya.
  2. Mendapatkan pekerjaan baru dan kalau  bisa segera pindah ke Lampung.  Saya semakin mencintai tanah Lampung.
  3. Program diet saya berjalan lancer dan bisa mencapai berat ideal di bulan Maret 2014.  *yeeeey semangaaaat
  4. Bromo masih ada dalam prioritas utama,  semoga bisa kesana sebelum pertengahan tahun.  Dan perjalan dengan paspor akan dimulai tahun depan.  Semoga semua lancar dan bisa terlaksana. Aamiin.
  5. Semoga di triwulan ketiga tahun 2014, saya bisa membeli aktiva tetap sebagai salah satu bentuk investasi masa depan.
  6. Ralinee,,,,,,, masih menjadi harapan saya di tahun 2014.  Semoga ada premier film “99 Cahaya Langit Di Eropa part 2”  di kota Palembang.  Semoga bisa berjumpa dengannya.
  7. Usia akan semakin bertambah ditahun 2014, semoga rejeki semakin bertambah, bisa menemukan partner hidup dan bisa memberikan kebahagiaan untuk keluarga dan orang-orang sekitar. Aamiin

Selamat datang tahun 2014, be nice please, make every things happen in 2014.  Happy new year everyone.

Langit

20Aku menyukai langit karena dibiru kaki langit, aku dapat meneduhkan jiwaku.  Langit tidak pernah mengeluh ketika mentari tidak menyinarinya.  Langit begitu luas membentang sehingga aku tidak pernah tahu berapa luasnya.  Dia selalu memancarkan keceriaan dalam balutan awan.  Langit selalu setia kepada mentari, bintang, bulan dan juga awan.  Ia seolah menjadi hamparan kanvas ketika bulan dan bintang bermain dikala malam.  Ia juga seperti permadani megah yang mengiri sang mentari menuju singgasananya ketika senja.

Langit tempatku mengeluh dan mengadu tentang ganasnya dunia, tentang kerasnya perjuangan hidup, tentang masa depan dan juga tentang tuhan.  Langit pula yang membuka mataku akan luasnya jagat raya.  Dia bercerita begitu banyak tempat disemesta yang belum aku jelajahi.  Menceritakan pengalaman-pengalaman serunya selama berkelana.

Langit tempatku berbagi, dikala mendung dan dikala benderang. Langit semakin membuatku merasa nyaman berada didalam balutan birunya.  Dan ketika aku sudah akan menggapai langitku, ternyata aku harus beralih ke bumi yang lain…?

Bocah-Bocah di Mushola

Memasuki dunia baru berarti harus mulai beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru.  Begitu juga dengan yang saya alami saat ini.  Setelah saya pindah menyewa rumah berarti akan banyak hal yang berubah.  Saya harus bersosialisasi lagi dengan tetangga-tetangga baru, membiasakan diri dengan rute jalan yang berbeda.  Semuanya akan terasa berbeda.  Kali ini saya akan bercerita sedikit kisah ketika saya sholat magrib di mushala didekat rumah.

Tidak ada yang special dari mushola ini.  Seperti musholla lainnya, bentuknya lebih kecil dari mesjid.  Didekat komplek rumah, memang ada mesjid namun jaraknya memang agak jauh.  Jadi saya lebih memilih untuk sholat magrib berjamaah di musholla karena jaraknya yang memang hanya selisih 2 rumah dari rumah saya tinggal sekarang.  Memang tidak setiap hari saya sholat jamaah di musholla ini, biasanya kalau memang saya pulang cepat saja dan sudah tiba di rumah sebelum magrib.

Jemaah di mushola ini memang tidak banyak, paling banyak hanya 2 shaff.  Itupun di dominasi oleh anak-anak sedangkan untuk jamaah wanita hanya sebanyak 3 sampai 5 orang.  Nah yang unik dari mushola ini adalah ketika azan, yang mengumandangkan azan adalah anak-anak kecil yang telah diatur secara bergantian setiap harinya.  Setelah azan, disenandungkan shalawat nabi secara bersamaan, baru dilanjutkan dengan qomat yang dilakukan oleh anak yang berbeda.  Nah walaupun para bocah ini tergolong belia, tapi ketika mengumandangkan azan, suara mereka kereen banget.  Dan keberanian bocah-bocah tersebut untuk tampil mendengarkan suara mereka patut diacungi jempol.

Selain itu, setiap ada bapak-bapak yang masuk mesjid, bocah-bocah tersebut akan menyalami dan cium tangan bapak-bapak yang datang tersebut.  Zaman sekarang budaya mencium tangan ketika salaman sudah jarang sekali saya lihat.  Mungkin memang telah terjadi pergeseran budaya, dimana bersalaman dan mencium tangan orang yang lebih tua bukan lagi suatu keharusan.

Balik lagi ke bocah-bocah dimusholla tadi.  Mereka terkadang suka main-main ketika sholat, mulai dari mengusili teman lainnya, tertawa cekikikan dan beberapa keisengan khas bocah-bocah cilik pada umumnya.  Namanya juga masih anak-anak jadi sifat nakalnya masih cukup tinggi.  Dan ada satu bapak pengurus mesjid yang akan selalu marah-marah kepada bocah-bocah tersebut ketika selesai sholat.  Bapak tersebut akan marah panjang lebar dan bocah-bocah mushola itu akan diam sambil tertunduk bersalah.  Dan pernah suatu sore, karena saat ini seluruh bocah menjadi anak baik-baik, bapak penjaga mesjid itu akan mengomentari anak-tersebut.  Si bapak akan mengomentari peci yang dikenakan oleh salah seorang bocah, karena dia memakai pecinya miring seperti kabayan.  Bocah-bocah mushola dan Bapak penjaga mushola adalah penghuni baru dalam kehidupan yang akan sering saya jumpai.  Akan menjadi warna sendiri dan saya suka senyum-senyum sendiri ketika melihat kelakuan dari keduanya.

Sedang Adzan,,, dan Suaranya Gokil kereen

Sedang Adzan,,, dan Suaranya Gokil kereen dan bapak yg berbaju coklat ini adalah bapak penunggu mushola yg suka marah ama bocah-bocah mushola. 😀

Bocah-Bocah Mushola,,,,,

Bocah-Bocah Mushola,,,,,

Review Film 5Cm

5cmSiapa yang udah nonton film 5cm hayoo ngacuung? Film yang mulai tayang serentak tanggal 12-12-12 diseluruh bioskop di Indonesia ini mendapatkan respon yang sangat baik dari pecinta perfilman di Indonesia.  Semua orang dari berbagai usia dan kalangan berbondong-bondong menyaksikan film ini. Yups karena film 5cm ini memang menyuguhkan kisah yang mencakup seluruh lapisan.  Sejak peluncuran filmnya saya memang baru kemarin nonton film nya yaitu tgl 20-12-2012.  Bukan sengaja nonton di tanggal itu tapi karena sejak peluncuran film ini dibioskop saya memang sedang dinas ke ibu kota kabupatan yang memang gak ada bioskopnya.  Makanya ketika kembali ke Palembang, kesempatan untuk nonton film inipun tidak saya sia-siakan.  Dan untuk mendapatkan tiketnya saya harus rela antri panjang.

Film 5cm merupakan film yang diadaptasi dari novel Best Seller dengan judul yang sama karangan Donny Dirgantoro.  Menceritakan tentang persahabatan 5 remaja yaitu Genta (Pemimpinnya kelompok ini), Zafran (Sang Penyair), Ian (si pecinta Bola dan penggemar Happy Salma), Arial (si Atletis) dan Riani (yang paling cantik dalam kelompk ini).  Kelima sahabat ini selalu melewati waktu bersama-sama sampai akhirnya mereka menyadari bahwa mereka tidak punya teman lain selain mereka berlima.  Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak bertemu dan saling kontak selama tiga bulan.  Membiarkan mereka mengejar mimpi-mimpi mereka yang lainnya yang tertunda.  Mereka mencoba untuk keluar dari zona nyamannya mereka.  Film ini sarat akan pesan moral seperti persahabatan dan keteguhan tekad serta percaya atas kekuatan mimpi.

Selama tiga bulan tidak bertemu, banyak hal yang terjadi dalam kehidupan mereka.  Ian berhasil menyelesaikan skripsinya dan berhasil lulus.  Riani bekerja sebagai reporter, Arial yang terkenal kaku terhadap wanita berhasil mempunyai pacar, Genta berhasil dengan usaha EO yang dirintisnya.  Dan Zafran sang penyair, selama tiga bulan ini sangat intens pedekate dengan Dinda (adiknya Arial).

Untuk merayakan pertemuan setelah tiga bulan tidak bertemu, mereka merayakan dengan mendaki gunung semeru, puncak tertinggi di Jawa.  Petualangan dimulai dari stasiun Senen Jakarta dimana mereka dengan menggunakan kereta api ekonomi menuju Malang.  Perjalanan dilanjutkan dengan mobil Jip, lalu dengan berjalan kaki mereka melalui beberapa tempat seperti Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Arcopodo dan petualangan berakhir di Puncak semeru, samudera diatas awan.  Perjalanan menuju puncak semeru bukan hanya sekedar perjalan alam, tapi juga perjalanan hati.  Dan banyak hal yang terjadi selama perjalanan kelima sahabat ini menuju puncak Mahameru. Persahabatan, idealisme dan juga cinta mewarnai perjalanan mereka.

Mengadaptasi Novel menjadi sebuah film bukanlah hal yang mudah. Sutradara akan dihadapkan pada kenyataan bahwa pembaca novel akan membandingkan alur cerita dinovel dengan visualisasi film yang mereka tonton.  Memang ada beberapa dalam bagian dalam novel yang tidak ditampilkan film 5cm ini seperti :

  1. Tokoh Daniek yang dihilangkan.

Sayang sekali tokoh Daniek ditiadakan dalam kisah ini.  Padahal Daniek menurut saya adalah salah satu tokoh yang cukup penting.  Karena percakapan anatara Daniek dan kelima sahabat selama mendaki semeru sangat membangkitkan rasa cinta nasionalisme.  Bagaimana dengan bangganya, Daniek menceritakan tentang sahabatnya yang bernama Ian yang meninggal ketika pendakian ke Maharu.  Bagaimana Ian sahabatnya Daniek begitu mencintai Indonesia.  Dan moment saat kelima sahabat ini membacakan surat yang ditulis untuk Ian yang diletakan dibatu nisan adalah salah satu bagian dalam novel yang sangat menyentuh.

2. Beberapa bagian selama perjalanan dari Jakarta menuju Malang juga dihilangkan.  Seperti ketika Riani, Dinda dan Genta berhenti disalah satu stasiun pada subuh buta dan mereka melihat ibu-ibu tua penjual nasil pecel.  Moment ketika Dinda memberikan uang lebih kepada ibu tua pedagang nasi pecel sambil menangis dan meminta si Ibu tua penjual nasi pecel untuk pulang kerumah agar beristirahat adalah salah satu moment paling touchy dalam novel.  Sayapun ketika membaca part ini masih suka menitikan air mata.  Karena nilai humanism sangat terasa kental dalam part ini.  Sayang bagian tidak ditampilkan dalam film.

3. Bagian lain yang dihilangkan adalah percakapan antara kelima sahabat ini dengan mas Gembul (supir angkot berlogat jawa timuran) yang mereka tumpangi ketika sampai di kota Malang.  Padahal dari percakapan dengan mas gembul, banyak hal yang bisa dipetik seperti sikap cinta damai dan beratnya untuk mencapai Mahameru dibutuhkan tekad yang sangat kuat.  Dalam Film bagian ini dihilangkan karena ketika sampai di Malang mereka langsung naik Jip.

4. Dan bagian lain yang sayang tidak di tampilkan secara jelas adalah Upacara bendera serta kumandang lagu Indonesia Raya di puncak Mahameru.

Terlepas dari beberapa bagian yang dihilangkan dan tidak ditampilkan dalam film tapi jujur ini adalah film dengan sinematografi yang LUAR BIASA.  Cetar membahana bajaj kalo kata si teteh.  Sumpah,,, semua pemandangan yang disajikan dalam film ini memanjakan mata dan memperlihatkan betapa indahnya alam Indonesia, and I’m ao proud to be an Indonesian.

Esensi dari film inipun bisa disampaikan dengan baik kepada penonton tentang arti persahabatan, tentang cinta dan nasionalisme.  Para pemain telah memain tokohnya dengan sangat sempurna dan mampu memerankan tokoh sesuai dengan yang saya ekspektasikan di novel.  Especially for Raline, she always looks charming and wonderfull in every scenes.

Scene paling saya ingat ada dua yaitu ketika zafran menyapa matahari dipintu kereta matarmaja dan berkata “negeri ini indah tuhan, bantu kami menjaganya” dan scene ketika Zafran dan Riani berdiri menatap  Ranu Kumbolo. Tanpa ada sepatah katapun hanya hati yang berbicara. Hahhahha it’s the best scene for me.

Ending cerita yang agak sedikit berbeda dari novel,  tidak mengurangi esensi dari film ini.  So guys tunggu apa lagi.  Inilah karya anak negeri yang wajib untuk di tonton.  Film yang dibuat dengan rasa cinta untuk Indonesia. Enjoy the movie and enjoy show,,,,, 😀

A Y A H

Kata AYAH mendeskripsikan sebagai seseorang yang sangat berpengaruh dalam hidupku.  Telah menggoreskan pensil kehidupan dan memberikan warna dalam kertas kosong kehidupan yang aku jalani.  Mungkin berjuta rasa terima kasih dan berbagai hadiah tidak akan bisa menggantikan apa yang telah beliau berikan.

Masih terngiang bagaimana ayah selalu memanjakan kami anak-anaknya.  Mencoba memenuhi segala kebutuhan dan saya merasa memiliki masa kecil yang sempurna.  Walaupun terkadang ayah bersikap sangat keras terhadap anak-anaknya, namun setelah dewasa saya menyadari bahwa tempaan yang beliau berikan membuat saya sadar bahwa hidup itu tidak mudah.  Hidup itu keras dan butuh perjuangan untuk mendapat apa yang kita inginkan.

Ayahku seorang pekerja keras, dia bekerja demi keluarganya dan tidak ingin kami hidup dalam kekurangan.  Kehidupan keluarga kami ketika kecil memang tidak berlebihan namun tidak juga kekurangan.  Ayah selalu berusaha memenuhi apa yang kami butuhkan sejauh itu memang kami butuh.

Sekarang tubuh kekar itu perlahan mulai menua dan menjadi rapuh.  Sedikit demi sedikit tubuhnya mulai renta akan penyakit.  Kulit yang mulai menua, keriput mulai menghiasi wajah yang menggambarkan kerasnya perjuangan hidup.  Hari ini kulihat tangannya, kulit yang mulai mengendur melapisi tulang-tulang rapuh itu.  Urat-urat  menghiasi kulit tangan yang menandakan bahwa kerasnya perjuangan hidup yang telah dilalui.  Rambut yang kian hari kian memutih sudah mulai memenuhi kepalanya.  Oh ayah, ternyata waktu begitu cepat berlalu, menciptakan kenangan demi kenangan yang lekat terpatri dalam dada ini.  Bayangan dari kenangan silam terkadang datang bertandang, membuka setiap memori yang terekam jelas di hati.  Mengingatmu menggendongku dengan tangan kekarmu, kau timang aku dengan sejuta kasihmu, kau selalu banggakan aku kepada setiap orang.  Lihat, ini putraku, anak kebanggaanku.  Serumu kepada semua orang.  Walau terkadang dengan lantang kau memarahiku, dan dengan tingginya egoku melawanmu karena aku tak tahu sebenarnya aku salah atas setiap tindakan yang aku lakukan.  Ingin rasanya kembali kemasa itu, menjadi bagian dalam melodimu, melengkapi simfoni musik dalam hidupmu.

Dan senja ini, seperti biasa ku temani kau duduk di teras rumah.  Curi pandangku menatap wajah teduhmu.  Menikmati indahnya senja bersamamu di jingganya langit.  Aku hanya diam, menikmati setiap detik demi detik bersamamu.  Dan kembali merasakan hangat kasihmu seperti dulu.