Postingan Gak Jelas

Tanda Tanya ( ? )

Dunia terus berputar, waktu tak dapat untuk dihentikan. Seiring berjalannya waktu, manusia semakin menua. Akan banyak hal yang mungkin bisa berubah, entah itu perubahan yang dapat terlihat maupun perubahan yang tidak terlihat, namun pasti akan ada yang berubah. Tak tahulah, waktu yang bisa mengubah manusia atau manusia yang mengendalikan waktu. Mungkin saja keduanya benar.

Perubahan memang hakiki pada diri manusia, entah itu perubahan untuk menjadi lebih baik atau malah sebaliknya. Biarkanlah manusia berproses untuk hal itu dan biarkanlah waktu yang menjawab kemana perubahan itu akan membawanya, menuju kebaikan atau malah sebaliknya. Tetapi sesungguhnya, perubahan seperti apa yang dicari oleh setiap insan?

Aku mengenalmu jauh sebelum kau mengenal mereka. Jauh sekali sampai aku menyadari bahwa ternyata aku lebih mengenalmu dibandingkan diriku sendiri. Beriring berjalannya waktu, semua terasa berbeda. Mungkin ada benarnya bahwa pada esensinya manusia pasti tidak bisa menghindar dari perubahan.

Tapi mengapa kali ini seolah kita berada pada dimensi yang berbeda. Kau tak dapat aku terka, tak bisa aku kira, tak bisa aku rasa. Hanya sesekali saja dimensi kita bersinggungan pada satu garis potong. Itupun tak lama, hanya sekejap saja lalu dimensi kita kembali membentuk lingkaran masing-masing. Kita sibuk bermain dengan gelembung udara yang berada dalam dimensi kita masing-masing.

Mungkin karena terlalu asiknya kita sehingga lupa bahwa kita berasal dari satu pola yang sama. Kita terlalu asik dengan beraneka warna gelembung tersebut sehingga kita lupa bahwa kita telah terpisah semakin jauh.

Engkau berubah, aku berubah tetapi mengapa kita tidak menuju arah yang sama. Engkau seperti partikel kasat mata yang sama sekali tidak mampu aku terka hendak kemana engkau akan menuju. Hanya tanda tanya besar yang ada dikepalaku. Apakah sekarang aku masih mampu mengenalimu?

Advertisements

Bertanya Pada Langit

Pagi ini kulihat langit tak lagi biru, mengapa sejak kemarin yang ada hanya pekat.  Apa mendung memang tak ingin pergi..?

Apa memang hanya gelap dan dingin yang ingin berkawan denganku?

Perlahan aku sadari, langitku sudah pergi. Meninggalkan sejuta mimpi yang tak bertepi.  Mimpi yang terbang bersama hembusan bayu. Haruskah aku mengejar biru langitku…?  Atau aku harus rela untuk berbagi langit dengan yang lain…?

Kepada siapa aku harus berbagi ? bukankah selama ini hanya langit tempatku mengadu.

Apa matahari mau mendengar keluhku?

Apa bulan mau menghapus peluhku?

Apa bintang mau meneduhkan jiwaku?

Apa awan mau bercerita tentang luasnya jagat raya kepadaku?

Kepada siapa lagi aku harus bercerita tentang asa dan rasa?

Bingar  orang disekitarku begitu ramai, tapi yang kurasa hanya senyap.  Sekali lagi aku menoleh keatas,  berharap mendung segera beranjak, berganti dengan hangatnya biru langitku.  Sampai akhirnya kusadari ternyata memang aku harus beralih menuju bumi yang lain karena memang tak ada langit yang merupakan milik ku sendiri.

Safety Riding

berkendara-sambil-smsHandphone memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia dizaman sekarang ini.  Bahkan boleh dibilang handphone sudah termasuk dalam kebutuhan pokok.  Terkadang seseorang begitu kelabakan ketika handphonenya tertinggal.  Zaman sekarang, orang mungkin akan lebih memilih ketinggalan dompet dibandingkan ketinggalan handphone. Hehehhehhe

Akses komunikasi yang begitu penting dan juga mobilitas manusia yang cukup tinggi khususnya dikota-kota besar menyebabkan manusia harus tetap terus berkomunikasi dengan partner atau rekan kerjanya.

Tidak salah memang untuk terus berkomunikasi dengan orang lain menggunakan handphone tapi yang perlu diingat adalah hindari berkomunikasi menggunakan handphone ketika sedang mengendarai kendaraan baik mobil ataupun motor.  Terkadang saya suka kesel sendiri melihat orang yang sambil berkendaraan tapi sambil bertelepon ria atau malah ber-sms an/bbm an.

Saya sering kali saya menjumpai orang yang tengah asik bertelepon atau sms/bbm an sambil berkendaraan dijalan raya.  Coba kita bayangkan dampak yang terjadi dengan berkendara sambil menggunakan telepon genggam.  Bukan hanya membahayakan nyawa kita sendiri tapi juga ikut membahayakan pengendara lainnya.  Bagaimana bila ketika kita menerima telepon atau sibuk membalas sms/bbm konsentrasi kita berkendaraan terpecah.  Atau ada kendaraan lain lain yg berada disekitar kita namun tidak terlihat.  Efeknya sangat fatal sekali bukan…?

Saya pernah mengalami keadaan dimana ketika akan putar arah, motor yang berada di depan saya tengah berkendaraan sambil sms an.  Aduh rasanya pengen ngejitak kepala tuh orang.  Dengan santainya dia berkendara sambil sms-an dan merasa tidak berdosa, padahal saat itu arus lalu lintas cukup ramai.  Coba kalau ada kendaraan lain yang ngebut dibelakangnya,  apa tidak akan jadi kecelakaan beruntun itu.

So guys, jauhin deh ponsel selama kita berkendara.  Kalaupun memang dirasa perlu untuk merespon telepon hendaknya menepilah sejenak untuk merespon telepon atau sms/bbm yang masuk.  Jangan mengambil resiko dengan bertelepon sambil berkendara.  Ingat resiko yang ditimbulkan dapat berdampak pada pengendara lainnya.

Berkendaraalah dengan aman, jauhkan teleponmu, gunakan helm untuk pengendara motor, gunakan sabuk pengaman bagi yang mengendarai mobil.  Pastikan kendaraan kalian dalam kondisi baik dan selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas.  Dan selamat berkendara semua. Have a great day and keep safety riding everyone.

Catatan Akhir Tahun 2013

Woalaaaa, sudah lama ga nulis trus sekarang tiba-tiba menulis lagi di akhir tahun 2013.  Waktu ternyata cepat sekali berlalu.  Setahun sudah terlewat, banyak cerita yang sudah dilalui di tahun 2013 dan sekarang hanya dalam hitungan jam mau tidak mau, siap tidak siap tahun 2014 segera datang.

Beberapa resolusi yang saya buat diakhir tahun 2012 memang masih belum bisa saya wujudkan, tapi saya yakin nanti di tahun 2014 satu per satu apa yang saya impikan bias tercapai.  Ini dia nih Catatan Akhir tahun yang saya buat tahun lalu. Klik DISINI.

Review dulu yuk tentang pencapaian ditahun 2013.

  1. Tahun 2013 boleh dibilang adalah titik balik saya dalam kehidupan spiritual.  Saya merasa menjadi lebih dekat dengan sang Khalik dan konsistensi saya dalam kehidupan spiritual benar-benar terjaga.  Semoga tahun-tahun kedepan saya bisa menjaga konsistensi spiritual.
  2. Ini adalah resolusi 2013 yang belum tercapai yaitu mendapatkan pekerjaan baru dan bisa pindah ke Lampung.  Ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan saya tetap bertahan.
  3. Bromo selalu ada di hati saya,  walau ditahun 2013 ini saya belum sempat mengunjunginya namun saya menggantinya dengan beberapa trip ke beberapa tempat yang sangat luar biasa bersama sahabat-sahabat terbaik.  Ditahun 2013 saya mengunjungi Gunung Dempo di Pagar alam, Sumatera Selatan dan Teluk Kiluan di Lampung.  Guys,,, both of that places are awesome. Recommend to visit. Ternyata banyak tempat-tempat indah di Sumatera yang belum terekspose.
  4. Keluarga adalah segala-galanya buat saya.  Dekat dan melihat keluarga bahagia adalah saat yang sangat tidak bisa nilai dengan apapun.  Tahun 2013, si bungsu sudah sah menjadi mahasiswi Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Lampung. Melihat rempongnya dia memasuki dunia kampus membuat saya rindu akan suasana kampus.  Kondisi kesehatan ayah dan mamah yang stabil dan jarang banget sakit membuat saya agak tenang di perantauan, walau si ayah sempet masuk rumah sakit ketika menjelang bulan puasa kemarin, namun sekarang kondisinya sudah mulai sangat membaik.  Semoga selalu diberikan kesehatan untuk kedua orang tuaku.
  5. Investasi dalam bentuk tanah memang saya tunda dulu di tahun ini, namun dari investasi yang saya lakukan di tahun 2012 saya bisa merasakan manfaatnya ditahun 2013 ini.  Walau hasilnya ga banyak tapi lumayan sebagai tambahan yang setiap tahunnya insya Allah bisa saya nikmati.
  6. Pertanyaan kapan menikah dari handai taulan sudah mulai menghampiri saya setiap ada acara keluarga.  Dan tentu saja ini adalah resolusi yang masih belum kesampaian di 2013.  2014 saya tidak tahu jawabannya. Hehhehe
  7. Raline masih menjadi inspirasi, I adore her so much.  Akhir tahun 2012 ketika promo film 5cm di Palembang, saya bertemu dengan untuk yang pertama kalinya.  Sayang di film terbarunya “99 Cahaya Langit Di Eropa” tidak melakukan promo ke Palembang.  Harapan untuk kembali bertemu di tahun 2013 memang masih belum terwujud.  Semoga bisa bertemu dengannya kembali. J
  8. Blog ini selama beberapa bulan terakhir tidak pernah saya jamah.  Menjaga konsistensi itu ternyata sulit sekali.  Semoga saya bisa terus menulis beberapa catatan di blog ini.

Beberapa pencapaian ditahun 2013 datang tanpa pernah saya rencanakan sebelumnya.  Diantara yaitu, saya berhasil menurunkan bobot tubuh sampai 18 kg selama 4 bulan melalui diet  sehat.  And it’s amazing when I get back my old clothes.  Sekarang saya masih melakukan diet sehat untuk mencapai berat tubuh yang ideal.  2-3 bulan lagi mungkin saya bisa mencapai berat ideal. I hope so,,, hehhee

Oh ya di tahun 2013 saya mencoba untuk mengontrak rumah di Palembang,  paling tidak sekarang saya bisa membeli beberapa barang dan tidak perlu bingung dalam mengaturnya.

Baiklah, 2014 sudah didepan mata.  Tidak banyak yang ingin saya capai. Just let it flow.  Beberapahal yang saya harapkan diantaranya :

  1. Kesehatan selalu diberikan dan dicurahkan kepada kedua orang tua saya.
  2. Mendapatkan pekerjaan baru dan kalau  bisa segera pindah ke Lampung.  Saya semakin mencintai tanah Lampung.
  3. Program diet saya berjalan lancer dan bisa mencapai berat ideal di bulan Maret 2014.  *yeeeey semangaaaat
  4. Bromo masih ada dalam prioritas utama,  semoga bisa kesana sebelum pertengahan tahun.  Dan perjalan dengan paspor akan dimulai tahun depan.  Semoga semua lancar dan bisa terlaksana. Aamiin.
  5. Semoga di triwulan ketiga tahun 2014, saya bisa membeli aktiva tetap sebagai salah satu bentuk investasi masa depan.
  6. Ralinee,,,,,,, masih menjadi harapan saya di tahun 2014.  Semoga ada premier film “99 Cahaya Langit Di Eropa part 2”  di kota Palembang.  Semoga bisa berjumpa dengannya.
  7. Usia akan semakin bertambah ditahun 2014, semoga rejeki semakin bertambah, bisa menemukan partner hidup dan bisa memberikan kebahagiaan untuk keluarga dan orang-orang sekitar. Aamiin

Selamat datang tahun 2014, be nice please, make every things happen in 2014.  Happy new year everyone.

Bocah-Bocah di Mushola

Memasuki dunia baru berarti harus mulai beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru.  Begitu juga dengan yang saya alami saat ini.  Setelah saya pindah menyewa rumah berarti akan banyak hal yang berubah.  Saya harus bersosialisasi lagi dengan tetangga-tetangga baru, membiasakan diri dengan rute jalan yang berbeda.  Semuanya akan terasa berbeda.  Kali ini saya akan bercerita sedikit kisah ketika saya sholat magrib di mushala didekat rumah.

Tidak ada yang special dari mushola ini.  Seperti musholla lainnya, bentuknya lebih kecil dari mesjid.  Didekat komplek rumah, memang ada mesjid namun jaraknya memang agak jauh.  Jadi saya lebih memilih untuk sholat magrib berjamaah di musholla karena jaraknya yang memang hanya selisih 2 rumah dari rumah saya tinggal sekarang.  Memang tidak setiap hari saya sholat jamaah di musholla ini, biasanya kalau memang saya pulang cepat saja dan sudah tiba di rumah sebelum magrib.

Jemaah di mushola ini memang tidak banyak, paling banyak hanya 2 shaff.  Itupun di dominasi oleh anak-anak sedangkan untuk jamaah wanita hanya sebanyak 3 sampai 5 orang.  Nah yang unik dari mushola ini adalah ketika azan, yang mengumandangkan azan adalah anak-anak kecil yang telah diatur secara bergantian setiap harinya.  Setelah azan, disenandungkan shalawat nabi secara bersamaan, baru dilanjutkan dengan qomat yang dilakukan oleh anak yang berbeda.  Nah walaupun para bocah ini tergolong belia, tapi ketika mengumandangkan azan, suara mereka kereen banget.  Dan keberanian bocah-bocah tersebut untuk tampil mendengarkan suara mereka patut diacungi jempol.

Selain itu, setiap ada bapak-bapak yang masuk mesjid, bocah-bocah tersebut akan menyalami dan cium tangan bapak-bapak yang datang tersebut.  Zaman sekarang budaya mencium tangan ketika salaman sudah jarang sekali saya lihat.  Mungkin memang telah terjadi pergeseran budaya, dimana bersalaman dan mencium tangan orang yang lebih tua bukan lagi suatu keharusan.

Balik lagi ke bocah-bocah dimusholla tadi.  Mereka terkadang suka main-main ketika sholat, mulai dari mengusili teman lainnya, tertawa cekikikan dan beberapa keisengan khas bocah-bocah cilik pada umumnya.  Namanya juga masih anak-anak jadi sifat nakalnya masih cukup tinggi.  Dan ada satu bapak pengurus mesjid yang akan selalu marah-marah kepada bocah-bocah tersebut ketika selesai sholat.  Bapak tersebut akan marah panjang lebar dan bocah-bocah mushola itu akan diam sambil tertunduk bersalah.  Dan pernah suatu sore, karena saat ini seluruh bocah menjadi anak baik-baik, bapak penjaga mesjid itu akan mengomentari anak-tersebut.  Si bapak akan mengomentari peci yang dikenakan oleh salah seorang bocah, karena dia memakai pecinya miring seperti kabayan.  Bocah-bocah mushola dan Bapak penjaga mushola adalah penghuni baru dalam kehidupan yang akan sering saya jumpai.  Akan menjadi warna sendiri dan saya suka senyum-senyum sendiri ketika melihat kelakuan dari keduanya.

Sedang Adzan,,, dan Suaranya Gokil kereen

Sedang Adzan,,, dan Suaranya Gokil kereen dan bapak yg berbaju coklat ini adalah bapak penunggu mushola yg suka marah ama bocah-bocah mushola. 😀

Bocah-Bocah Mushola,,,,,

Bocah-Bocah Mushola,,,,,

Catatan Akhir Tahun

Tak terasa sudah berada di penghujung Desember 2012.  Rasanya baru kemarin merasakan pergantian tahun 2012.  Ternyata waktu berlalu begitu cepat, tak terasa 2013 sudah berada didepan mata.  Saatnya merenung atas apa yang telah  terjadi di 2012.  Jujur ini adalah part tersulit,  Karena tidak terlalu banyak pencapaian yang sudah saya raih di 2012.  Baiklah akan saya coba urai satu persatu hal-hal yang sudah terjadi.

Hal pertama yang terjadi di 2012 adalah pertambahan usia.  Yups usia yang kian bertambah dan sudah dibilang memasuki usia yang cukup matang bagi seorang pria dewasa. *jiaah bahasa gw,, pria dewa cuuy,,,,  Walaupun saya merasa tidak terlalu banyak yang berubah akan kepribadian saya, tapi semakin kesini saya mencoba untuk semakin matang dalam bertindak dan mengambil langkah dalam kehidupan.

Di tahun 2012, saya mencoba untuk keluar dari zona nyaman yang selama ini saya tempati.  Selama ini saya bekerja di Lampung dan membawahi satu divisi.  Di 2012 saya menerima tantangan untuk mencoba posisi baru dimana saya harus pindah ke Palembang dan melakukan pekerjaan yang mengharuskan saya untuk keliling Sumatera Bagian Selatan Area yang meliputi Lampung, Jambi, Sum-Sel dan Bengkulu.  Mungkin perpindahan jabatan dan perpindahan kota adalah pencapaian terbesar saya di tahun 2012.  Dimana saya mencoba posisi baru dengan lingkup pekerjaan yang lebih luas dan tentu saja dapat meningkatkan pengetahuan saya terhadap core business perusahaan tempat saya bekerja.  Selain itu perpindahan ini menyebabkan saya semakin jauh dari keluarga dan intensitas untuk bertemu dengan mereka semakin berkurang.

Pekerjaan saya yang baru ini, menyebabkan saya dapat mengunjungi daerah-daerah baru yang biasanya hanya saya dengar.  Saya sudah merasakan jauhnya kota Muara Bungo di ujung Jambi, menikmati panasnya Sarolangun dan beberapa kota-kota lain di wilayah Sumbagsel yang selalu meninggalkan kesan yang mendalam dari setiap kota yang pernah saya datangi.

Oh ya, pencapaian lainnya di tahun 2012 adalah saya dan teman-teman kampus berhasil mengunjungi pulau dewata Bali untuk berlibur.  Ini adalah pertama kalinya kami mengunjungi Bali.  Seperti biasa, selalu ada kehebohan dan kebodohan yang kami lakukan mulai dari akan berangkat sampai dengan kepulangan.  Cerita tentang pengalaman di Bali ini sudah pernah saya posting dalam cerita bersambung.

Dan sekarang, 2013 sudah didepan mata.  Memang tampaknya harus ada target dan rencana yang harus saya susun di 2013.  Selama ini saya hanya mengikuti arus dan tanpa ada perencanaan.

Ditahun 2013 ada beberapa hal yang ingin saya wujudkan, yaitu :

  1. Menjadi Lebih Dekat Dengan Tuhan.

Saya sadari bahwa kadar kecintaan saya kepada sang Khalik memang memang belum terlalu baik.  Dan saya akan selalu berusaha untuk menjadi manusia yang selalu lebih dekat dengan tuhan.  Beberapa bulan terakhir ini, saya bertemu dengan seseorang yang mampu memberikan perubahan dalam kehidupan spiritual saya,  namanya “Langit”.  Semoga saya bisa terus secara konsisten dalam menjalankan apa yang memang menjadi kewajiban saya selaku hamba Allah.  Mampu menjalan yang Wajib maupun yang Sunah.  Terima kasih “Langit” atas semuanya.  “Langit” telah mengajarkan  banyak hal, tentang keikhlasan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada sang Khalik.

2. Mendapatkan Pekerjaan Baru

Bukannya saya tidak mensyukuri atas pekerjaan yang saya milki saat ini, tapi terkadang saya merasa jenuh dengan keadaan.  Terkadang keaadaan yang tidak begitu kondusif membuat saya tidak merasa nyaman.  Jika memang saya memiliki rejeki yang lebih baik diluar, saya mungkin akan memutuskan untuk pindah.  Selain itu saya ingin kembali ke Lampung.  Saya begitu merindukan Lampung dan ingin lebih dekat dengan keluarga.  Rumah merupakan alasan mengapa saya ingin kembali ke Lampung.

3. Traveling to Bromo

Ada yang bilang bahwa traveling itu nyandu seperti narkoba.  That’s right, setelah liburan bersama Genk Kaykis di Bali pada bulan September kemarin, hasrat saya untuk traveling semakin menjadi-jadi, tempat yang ingin saya kunjungi adalah Gunung Bromo.  Saya sudah menyimpan bromo di Hati saya, dan suatu saat saya akan kesana untuk menyambut mentari di puncak Bromo.  Semoga perjalanan ke Bromo bisa terealisasi di sebelum pertengahan tahun 2013.

4. Lebih Dekat Dengan Keluarga

Saya sangat mencintai keluarga dan saya selalu rindu akan rumah.  Itulah sebabnya mengapa saya ingin kembali ke Lampung.  2013, si Ayah memasuki usia pensiun sedang si Bungsu harus masuk kuliah.  Awal tahun ini, ayah akan pensiun, sebagai PNS tentu uang pensiun yang didapatkan tidak terlalu besar, sedangkan di tahun yang sama, si Bungsu lulus SMU dan akan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.  Saya berharap bisa membantu keluarga  dengan maksimal.  Itulah alasan mengapa saya ingin kembali ke Lampung, ingin menemani ayah dan mamah di usia mereka yang semakin senja dan ingin melihat si Bungsu meraih mimpinya.

5. Investasi

Saya sempat berfikir untuk tidak menjadi karyawan kantoran lagi.  Pengen punya bisnis sendiri tapi masih belum tau mau bisnis apa.  Saya bukanlah orang yang pandai dalam mengatur keuangan, makanya selama ini semua investasi saya dalam bentuk tabungan yang jumlahnya gak banyak-banyak amat.  Pernah baca artikel tentang investasi, saya tergerak bahwa investasi ditabungan itu kurang menguntungkan.  Dan akhir tahun 2012 ada kesempatan untuk investasi dalam bentuk tanah.  Tahun 2013, saya sudah merencanakan untuk kembali berinvestasi dalam bentuk tanah.  Membeli tanah di kampung yang harganya masih masuk di kantong adalah pilihan saya.  Semoga di 2013 ini saya bisa menambah investasi tersebut.  Hitung-hitung sekalian nabung.  Lancarkan Rezeki ku yah Allah,,, amiiiiiin,,,,,,,,

6. Menikah

Memang saya merasa masih agak jauh dalam mencapai tujuan saya yang satu ini, tapi bala, maut, rejeki maupun JODOH tidak ada yang tahu.  Semua rahasia Allah,  manusia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi semenit kedepan.  Kalaupun nanti memang sudah ketemu jodohnya di 2013, yah saya akan menjalankan apa yang memang sudah menjadi garisan Allah.  Saya yakin Allah sudah menyiapkan seseorang yang istimewa untuk saya dan mampu mendampingi saya.  Siapa dia, saya sendiri pun tidak tahu,  mungkin orang yang tidak saya kenal sebelumnya.  Siapapun dia, saya yakin dialah yang terbaik yang Allah siapkan. Amiiieen,,,,,

7. Bertemu Kembali dengan Raline

It’s a lit bit Grazy, tapi dia adalah inspirasi saya.  Dan setelah 4 tahun menanti akhirnya ketika roadshow  film 5cm pada awal November kemarin di Palembang saya sempat melihat sosoknya yang begitu menawan bahkan dari jarak yang begitu dekat.  Saya berharap bisa kembali bertemu dengannya pada kesempatan lain di 2013 dan bisa berbincang banyak hal dengannya.  Semoga kesempatan itu bisa menghampiri di tahun 2013,,,, amiiin,,,,, *Kueeenceeeeeeeng banget untuk doa yang satu ini. hahhahahhahhaa

8. Bisa Terus Menulis

Last but Not Least, somoga ditahun 2013 ini saya masih bisa terus menulis, berbagi cerita walau terkadang saya merasa cerita yang saya bagi suka ga penting. Hehehhehee.  Semoga saya bisa terus menulis dan mengupdate blog ini.

Dan sekarang saatnya melangkah menuju 2013, Bismillahirrahmanirrahim

Selamat tahun baru semua, semoga sukses selalu menyertai kita di 2013.

Review Film 5Cm

5cmSiapa yang udah nonton film 5cm hayoo ngacuung? Film yang mulai tayang serentak tanggal 12-12-12 diseluruh bioskop di Indonesia ini mendapatkan respon yang sangat baik dari pecinta perfilman di Indonesia.  Semua orang dari berbagai usia dan kalangan berbondong-bondong menyaksikan film ini. Yups karena film 5cm ini memang menyuguhkan kisah yang mencakup seluruh lapisan.  Sejak peluncuran filmnya saya memang baru kemarin nonton film nya yaitu tgl 20-12-2012.  Bukan sengaja nonton di tanggal itu tapi karena sejak peluncuran film ini dibioskop saya memang sedang dinas ke ibu kota kabupatan yang memang gak ada bioskopnya.  Makanya ketika kembali ke Palembang, kesempatan untuk nonton film inipun tidak saya sia-siakan.  Dan untuk mendapatkan tiketnya saya harus rela antri panjang.

Film 5cm merupakan film yang diadaptasi dari novel Best Seller dengan judul yang sama karangan Donny Dirgantoro.  Menceritakan tentang persahabatan 5 remaja yaitu Genta (Pemimpinnya kelompok ini), Zafran (Sang Penyair), Ian (si pecinta Bola dan penggemar Happy Salma), Arial (si Atletis) dan Riani (yang paling cantik dalam kelompk ini).  Kelima sahabat ini selalu melewati waktu bersama-sama sampai akhirnya mereka menyadari bahwa mereka tidak punya teman lain selain mereka berlima.  Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak bertemu dan saling kontak selama tiga bulan.  Membiarkan mereka mengejar mimpi-mimpi mereka yang lainnya yang tertunda.  Mereka mencoba untuk keluar dari zona nyamannya mereka.  Film ini sarat akan pesan moral seperti persahabatan dan keteguhan tekad serta percaya atas kekuatan mimpi.

Selama tiga bulan tidak bertemu, banyak hal yang terjadi dalam kehidupan mereka.  Ian berhasil menyelesaikan skripsinya dan berhasil lulus.  Riani bekerja sebagai reporter, Arial yang terkenal kaku terhadap wanita berhasil mempunyai pacar, Genta berhasil dengan usaha EO yang dirintisnya.  Dan Zafran sang penyair, selama tiga bulan ini sangat intens pedekate dengan Dinda (adiknya Arial).

Untuk merayakan pertemuan setelah tiga bulan tidak bertemu, mereka merayakan dengan mendaki gunung semeru, puncak tertinggi di Jawa.  Petualangan dimulai dari stasiun Senen Jakarta dimana mereka dengan menggunakan kereta api ekonomi menuju Malang.  Perjalanan dilanjutkan dengan mobil Jip, lalu dengan berjalan kaki mereka melalui beberapa tempat seperti Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Arcopodo dan petualangan berakhir di Puncak semeru, samudera diatas awan.  Perjalanan menuju puncak semeru bukan hanya sekedar perjalan alam, tapi juga perjalanan hati.  Dan banyak hal yang terjadi selama perjalanan kelima sahabat ini menuju puncak Mahameru. Persahabatan, idealisme dan juga cinta mewarnai perjalanan mereka.

Mengadaptasi Novel menjadi sebuah film bukanlah hal yang mudah. Sutradara akan dihadapkan pada kenyataan bahwa pembaca novel akan membandingkan alur cerita dinovel dengan visualisasi film yang mereka tonton.  Memang ada beberapa dalam bagian dalam novel yang tidak ditampilkan film 5cm ini seperti :

  1. Tokoh Daniek yang dihilangkan.

Sayang sekali tokoh Daniek ditiadakan dalam kisah ini.  Padahal Daniek menurut saya adalah salah satu tokoh yang cukup penting.  Karena percakapan anatara Daniek dan kelima sahabat selama mendaki semeru sangat membangkitkan rasa cinta nasionalisme.  Bagaimana dengan bangganya, Daniek menceritakan tentang sahabatnya yang bernama Ian yang meninggal ketika pendakian ke Maharu.  Bagaimana Ian sahabatnya Daniek begitu mencintai Indonesia.  Dan moment saat kelima sahabat ini membacakan surat yang ditulis untuk Ian yang diletakan dibatu nisan adalah salah satu bagian dalam novel yang sangat menyentuh.

2. Beberapa bagian selama perjalanan dari Jakarta menuju Malang juga dihilangkan.  Seperti ketika Riani, Dinda dan Genta berhenti disalah satu stasiun pada subuh buta dan mereka melihat ibu-ibu tua penjual nasil pecel.  Moment ketika Dinda memberikan uang lebih kepada ibu tua pedagang nasi pecel sambil menangis dan meminta si Ibu tua penjual nasi pecel untuk pulang kerumah agar beristirahat adalah salah satu moment paling touchy dalam novel.  Sayapun ketika membaca part ini masih suka menitikan air mata.  Karena nilai humanism sangat terasa kental dalam part ini.  Sayang bagian tidak ditampilkan dalam film.

3. Bagian lain yang dihilangkan adalah percakapan antara kelima sahabat ini dengan mas Gembul (supir angkot berlogat jawa timuran) yang mereka tumpangi ketika sampai di kota Malang.  Padahal dari percakapan dengan mas gembul, banyak hal yang bisa dipetik seperti sikap cinta damai dan beratnya untuk mencapai Mahameru dibutuhkan tekad yang sangat kuat.  Dalam Film bagian ini dihilangkan karena ketika sampai di Malang mereka langsung naik Jip.

4. Dan bagian lain yang sayang tidak di tampilkan secara jelas adalah Upacara bendera serta kumandang lagu Indonesia Raya di puncak Mahameru.

Terlepas dari beberapa bagian yang dihilangkan dan tidak ditampilkan dalam film tapi jujur ini adalah film dengan sinematografi yang LUAR BIASA.  Cetar membahana bajaj kalo kata si teteh.  Sumpah,,, semua pemandangan yang disajikan dalam film ini memanjakan mata dan memperlihatkan betapa indahnya alam Indonesia, and I’m ao proud to be an Indonesian.

Esensi dari film inipun bisa disampaikan dengan baik kepada penonton tentang arti persahabatan, tentang cinta dan nasionalisme.  Para pemain telah memain tokohnya dengan sangat sempurna dan mampu memerankan tokoh sesuai dengan yang saya ekspektasikan di novel.  Especially for Raline, she always looks charming and wonderfull in every scenes.

Scene paling saya ingat ada dua yaitu ketika zafran menyapa matahari dipintu kereta matarmaja dan berkata “negeri ini indah tuhan, bantu kami menjaganya” dan scene ketika Zafran dan Riani berdiri menatap  Ranu Kumbolo. Tanpa ada sepatah katapun hanya hati yang berbicara. Hahhahha it’s the best scene for me.

Ending cerita yang agak sedikit berbeda dari novel,  tidak mengurangi esensi dari film ini.  So guys tunggu apa lagi.  Inilah karya anak negeri yang wajib untuk di tonton.  Film yang dibuat dengan rasa cinta untuk Indonesia. Enjoy the movie and enjoy show,,,,, 😀

HOME – Michael Buble

Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
‘Cause this was not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come
And gone away
In even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

*miss my home so bad,,,, miss all things in my home

Review Hotel Grand Mega Resort and Spa

Sebenarnya tulisan kali ini masih berhubungan dengan postingan saya sebelumnya mengenai liburan di Bali.  Namun kali ini, saya akan mereview hotel tempat saya menginap.  Selama menghabiskan waktu liburan di Bali, saya dan teman-teman menginap di Hotel Grand Mega Resort And Spa.  Hotelnya sangat nyaman dan terletak di tempat yang stategis.  Hotelnya ini beralamat di Jalan By Pass 234, Simpang Siur, Kuta, Bali.  Lokasi yang tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai dan akses yang mudah untuk menuju keberbagai tempat wisata merupakan pilihan yang dapat dipertimbangkan mengapa kami memilih hotel ini.  Untuk mencari makan tidaklah sulit karena di seberang hotel terdapat Mall Bali Galleria yang banyak menyediakan food court dengan beragam pilihan makanan.

Sesampai dihotel akan di sambut dengan ramah oleh seluruh karyawan hotel.  Memasuki hotel, mata akan disuguhi oleh dominasi warna ungu yang menjadi warna utama desain interior di hotel ini termasuk seragam seluruh karyawan juga berwarna ungu yang dikombinasikan dengan batik tradisional. Unik dan ciamik itulah kesan yang pertama kali saya rasakan ketika menginjakan kaki di lobby hotel ini. Hotel bintang empat ini menawarkan berbagai tipe kelas mulai type Deluxe sampai dengan excutive suite dengan harga yang terjangkau.

Kamar Hotel di ambil dari salah satu sudut

Kamar tidur didesain dengan interior yang terkesan modern minimalis mengkombinasikan perpaduan warna ungu dan silver.  Dominasi warna putih dipadukan dengan sedikit sentuhan warna ungu pada tempat tidur membuat pengunjung akan malas untuk beranjak dari peraduan.  Tersedia TV flat pada dinding dan pintu geser yang lebar untuk mengarah ke kamar mandi.  Sedikit unsur tradisional disuguhkan pada desain interior dengan menambahkan sepasang wayang diatas bath up.  Kamar mandi yang didominasi oleh kaca transparan dibuat terpisah antara shower dan toilet.

Salah satu Sudut Kamar

Foto kamar mandi

Salah satu Sudut kamar Mandi

Selain fasilitas meeting room dan gym yang disediakan oleh hotel, fasilitas lain yang disediakan adalah kolam renang yang tertata cantik didekat restaurant.  Ditambah lagi dengan adanya pool bar dipinggir kolam renang, sangat cocok bagi pengunjung yang ingin sambil berenang menikmati makanan dan minuman ringan.

View Kolam Renang

View Of Pool Bar

Last but not least, untuk menu sarapan hotel telah menyediakan pilihan menu yang beragam mulai dari Indonesian food sampai dengan menu western.  Bagi anda yang mungkin ingin berkunjung ke Bali, saya merekomendasikan Hotel Grand Mega Resort And Spa sebagai referensi hotel anda.

Bali oh Bali – Episode 5 : Eksplore Bali – Last Day in Bali

Ini adalah petualangan hari terakhir di Bali.  Buat yang belum baca serunya cerita tentang Water Sport, yuk baca dulu cerita sebelumnya di Episode 4.  Karena hari ini adalah hari terakhir, oleh karena itu tujuan hari ini adalah belanja oleh-oleh di Pasar Sukowati yang terkenal itu serta sorenya ke Tanah Lot.

Kali ini, karena tidak ingin membuang-waktu lagi, pagi-pagi sekali semua personil Kaykis sudah standby di meja makan.  Seperti biasa, sarapan yang menggila agar siang nanti tidak terlalu lapar.  Kami menikmati santapan yang disediakan dengan lahap.

Karena tidak ingin kesiangan, oleh karena itu pukul delapan pagi waktu Bali kami sudah beranjak meninggalkan Hotel.  Tujuan pertama kami adalah Pasar Sukowati.  Pasar ini terkenal karena banyak menjual barang-barang murah.  Pasar ini menjual beragam barang yang cocok di jadikan oleh-oleh.  Namun dipasar ini sebagai pembeli kita harus jago menawar, dan kalau bisa harga yang ditawar lebih dari setengahnya karena memang pedagang disini sudah menaikan harganya diatas harga normal.  Apa lagi kalau kita membeli dengan jumlah yang banyak maka harga murahpun akan mudah kita dapatkan.  Satu lagi, penjual disini percaya akan hoki pembeli pertama.  Jika kita merupakan pembeli pertama maka kita akan mendapatkan harga yang murah.

Perjalanan menuju Sukowati ditempuh dengan bantuan GPS dan papan petunjuk arah.  Melewati jalan pedesaan yang kecil dan sempat bertanya pada beberapa orang akhirnya kami sampai di pasar Sukowati 2.  Setelah parkir mobil, dan beberapa personil menguras ATM karena memang hari itu adalah tgl 25 (gajiaaaan maak,,,,).  Kamipun langsung masuk kedalam pasar.  Bangunan pasar ini hampir sama dengan pasar Jatinegara tapi pasar Sukowati ini lebih bersih dan unsur tradisional sangat kuat melekat pada bangunan pasarnya.  Memasuki pasarnya kami disambut puluhan toko yang menjajakan barang-barang khas Bali.  Tanpa berlama-lama semua personil sudah sibuk bertransaksi dengan pedagang. Saya awalnya tidak berniat untuk belanja.  Namun karena barang-barang disini memiliki kualitas yang baik makanya sayapun tergoda untuk berbelanja.

Karena saya kurang jago menawar, oleh karena itu saya meminta bantuan Devi untuk menawar beberapa barang yang akan kami beli.  Dan luar biasa, beberapa barang yang saya beli untuk oleh-oleh maupun keperluan saya sendiri, saya dapatkan dengan harga yang murah meriah malahan saya terpaksa meminjam uang cash ke Dodi karena saat itu saya tidak bawa cash.  Hahhahhaa . Hanya dalam waktu beberapa menit saja , kami semua telah menenteng barang belanjaan yang cukup banyak.  Tak terasa, sudah hampir pukul dua belas siang, kami yang telah puas berbelanja segera meninggalkan pasar Sukowati dengan barang yang sudah memenuhi bagasi mobil.  Malah beberapa barang terpaksa, dipegang sendiri karena memang tidak buat lagi dibagasi.  Ini foto hebohnya Kaykis yang sedang berbelanja.

Seru nya The Kaykis lg Belanja,,,,,

klo yg ini jago banget nawar nya,, klo sdh nawar,, sadiiiiis,,,, 😀

Selanjutnya kami akan ke Tanah Lot, namun karena masih terlalu siang kami memutuskan untuk ke Sanur dahulu sekalian makan siang.  Sampai di Sanur, kami singgah sebentar untuk sholat di masjid yang berada disana.  Saya lupa nama masjidnya apa.  Tapi ini foto masjidnya. :

Selesai Sholat karena sedikit haus, saya dan the Boyz minum es cincau di depan masjid.  Setelah selesai, tujuan selanjutnya mencari tempat makan siang.  Kami mendapatkan referensi untuk mencoba sup ikan “Mak Beng” yang masih berada di sekitar sanur.  Tempat makan ini sudah sangat terkenal kelezatannya sehingga untuk makan disinipun harus antri.  Kami harus antri kurang lebih setengah jam agar bisa mendapatkan tempat.  Penantian kami tidak sia-sia dan terbayar dengan lezatnya sup ikan yang disajikan.  Soup ikan yang segar dan pedas mampu menjinakkan rasa lapar diperut kami.

Makan siang dengan Soup Ikan

Setelah kenyang dengan soup ikan saatnya menuju Tanah Lot.  Perjalanan menuju Tanah Lot melewati jalan-jalan pedasaan yang sangat kental nuansa Bali nya.  Pura dan janur berderet rapi sepanjang jalan seolah menyambut kedatangan kami.

Sekitar jam setengah empat sore kami sampai juga di Tanah Lot yang sudah terkenal itu.  Dengan biaya masuk yang hanya Rp.10.000/ orang kami memasuki wilayah Tanah Lot.  Kami disambut dengan toko yang menjajakan beragam barang khas Bali.  Bali memang selalu menawarkan sejuta pesona termasuk di tanah Lot.  Pemandangan yang sangat sedap di pandang mata.  Dan foto sesionpun dimulai. Hehehhehe Kami menghabiskan waktu hingga Sunset.  Terlihat indahnya Cahaya Senja yang berwarna kuning keemasan mengiringi sang surya yang perlahan menghilang dihujung laut lepas.  Deburan ombak terus menerus menerpa batu karang yang tampak berdiri kokoh.  Menakjubkan.

Menjelang hari yang kian gelap kamipun pulang untuk selanjutnya menuju ke “Toko Krishna”.  Toko ini menjual oleh-oleh.  Sebenarnya saya yang ingin ke took ini, karena ingin membeli kaos untuk beberapa orang.  Barang di toko ini memiliki kualitas baik, sehingga cocok dijadikan souvenir.  Perjalanan pulang hanya dipandu oleh anyuu yang masih ingat jalan walau sebenarnya saya tidak terlalu yakin akan daya ingat seseorang. Hahahaha .  Tidak ada GPS atau alat bantun lainnya karena semua gadget kami telah habis batrenya.  Ternyata ilmu Kiralogi atau ilmu kira-kira anyuu sangat baik.  Mungkin dia dapat nilai A untuk mata kuliah ini. Hahahhahah

Kamipun akhirnya sampai juga di jalan utama.  Namun yang jadi masalah sekarang adalah letak Toko Krishna itu.  Kami sudah beberapa kali bertanya kebeberapa orang, malah yang ada kami makin tersesat dengan arah yang mereka tunjukan.  Melalui jalan tikus yang kecil dan hanya muat untuk satu mobil.  Saya hanya takut mobil yang saya kemudikan tersenggol dan menimbulkan baret, wah bisa-bisa ada uang ekstra yang harus dikeluarkan kalau begini.  Karena arah yang tidak jelas, kami sampai nyasar ke daerah seminyak.  Yups daerah yang kalau malam geliat kehidupannya mulai terlihat.  Kami bahkan bertanya ke seorang wanita muda yang sedang duduk di motor di pinggir jalan.  Malah dia tidak tau toko Krishna.  Kami sampai nyasar dan bertemu dengan mbak itu lagi.  Hahahaha,,,,  Setelah berputar-putar akhirnya atas petunjuk seorang pria muda,  kami ditunjukanlah ke Toko Krisna.  Jam Sembilan kurang kami sampai disana.

Untung tokonya belum tutup, kamipun segera masuk ke toko yang menyediakan banyak oleh-oleh mulai dari makanan hingga pakaian.   Beberapa personil Kaykis belanja lagi di toko ini, namun hanya belanja makanan khas Bali.  Setelah selesai belanja menjelang pukul sepuluh malam kamipun menuju parkir.  Dan diparkiran terjadi suatu yang diluar rencana.

Anyuu ternyata kram kakinya dan tidak dapat digerakkan.  Dia menahan sakit yang teramat sangat bahkan hampir pingsan.  Kontan kami, semua panic atas kejadian ini.  Apa yang akan kami katakan kepada orang tuanya bila sampai terjadi apa-apa dengan Anyuu.  Memang sejak awal ketibaannya kaki anyuu sudah sakit.  Yang ada di difikiran kami saat itu adalah mencari rumah sakit agar anyuu bisa mendapat pertolongan medis.

Kami membagi team menjadi dua, Dodi, Vina dan Devi kami minta untuk membawa seluruh oleh-oleh ke Hotel dengan menggunakan taksi, sedangkan saya, Tedi, Ophy, Dan Dintul akan membawa Anyuu kerumah sakit.  Setelah mendapat informasi dari petugas parkir dimana rumah sakit terdekat, team segera berpisah.  Sumpah kejadian malam itu membuat saya deg-degan.  Dodi dan team yang sudah meluncur lebih dahulu menelpon kami agar anyuu di bawa kerumah sakit yang berada di dekat hotel dengan pertimbangan jarak yang tidak terlalu jauh dari Hotel.  Kamipun baru terfikir mengapa tidak mengambil alternatif itu saja dari tadi.  Karena tidak tahu jalan, segera kami meminta supir taksi yang membawa dodi untuk putar arah dan menjemput kami.

Akhirnya kamipun dengan dipandu oleh supir taksi menuju arah hotel.  Dan kami hampir saja nyasar lagi.   Hahahahaa,,,  sesampai di salah satu Rumah Sakit International, Anyuu segera mendapatkan pertolongan dari dokter.  Ternyata itu Rumah Sakit, pasiennya bule semua. Si Anyuu menolak untuk dirawat walhasil dokter hanya memberinya obat semprot untuk meredakan kram nya dan juga beberapa obat.  Dan biaya Rumah Sakit ini sangaaaaaaat waaaaaaaaaaaah,,,,,,,  kami sengaja tidak memberi tahu anyuu mengenai rincian biayanya pada saat itu juga karena dia akan sangat heboh.  Walau dia meminta tagihannya, kami bilang akan membukanya di Hotel.

Saat itu ada seorang anak kecil berambut pirang panjang berusia sekitar sepuluh tahun yang sedang mencari ibunya.  Dia berkata “where’s my mom” dengan logat inggris nya yang kental. Si anyuu dengan senyum menawannya menjawab “that’s your mom” sambil menunjuk kearah loby.  Anak bule itupun segera berlari.  Saya yang melihat senyum di wajah anyuu saat itu dalam hati berkata, “oh anyuu, sebentar lagi kamu akan menangis melihat tagihan rumah sakit ini”

Setelah menyelesaikan administrasinya, kami pun pulang kehotel.  Entah bagaimana Ophy dan Dintul menjelaskan ke Anyuu perihal biaya Rumah Sakit tgersebut.  Malam itu setelah packing untuk persiapan pulang, saya dan the Boyz segera tidur, karena memang saat itu sudah pukul dua malam dan kami harus bangun pagi-pagi sekali karena kami penerbangan jam delapan waktu Bali.

Keesokan harinya, setelah sarapan kami segera check out dan berpamitan kepada the Ladies. Rasanya masih ingin bertualang bersama-sama Kaykis.  Cant forget this wonderfull day with all of you guys.  Saya dan the Boyz terbang ke Jakarta dengan selamat dan sampai pukul sepuluh waktu jakarta,  Dodi dan Tedi pulang kerumah masing-masing sedang saya harus menunggu sampai jam 3 sore untuk penerbangan ke Palembang.

Cerita kaykis tidak habis sampai disini.  Para ladies ternyata ketinggalan pesawat dan terpaksa harus membeli tiket untuk pulang.  Dan mereka mendapat tiket untuk keberangkatan jam sepuluh malam waktu Bali.  Walhasil mereka terdampar di bandara selama berjam-jam.  Dan mereka baru sampai rumah lewat dari dini hari.

Selalu ada cerita yang tidak terlupakan dalam setiap perjalanan Kaykis.  Sampai berjumpa lagi dalam kisah selanjutnya teman-teman.