Semua Tentang kantor

Pesona Kota Palu, Sulawesi Tengah

Setahun lebih blog ini tak pernah saya tengok.  Kesibukan dan rasa malas yang tidak bisa saya kalahkan membuat rasa rindu akan menulis selalu saja saya abaikan.  Namun hari ini, keinginan untuk kembali menulis tiba-tiba saja muncul.  Banyak sebenarnya kisah yang ingin saya bagi.  Dalam setahun ini saya mengalami banyak kejadian yang benar-banar membuat hidup saya semakin bersyukur atas apa yang saya punya.

Setelah setahun vakum, saya ingin berbagi tentang pengalaman saya ketika berada di kota Palu.  Mungkin ada teman-teman yang ingin berencana kesana dalam waktu dekat ini.  Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi.

Indonesia itu sangat kaya.   Saya harus akui bahwa keindahan alam, budaya, tradisi dan juga bahasa di Indonesia memang tidak ada duanya.  Dari ujung barat hingga ujung timur memiliki keunikan dan ciri khasnya tersendiri.  Kali ini, saya berkesempatan menginjakan kaki di tanah Sulawesi tepatnya di kota Palu, Sulawesi Tengah.  Sebenarnya kunjungan saya ke Palu ini dalam rangka dinas dari kantor, tapi toh tak ada salahnya sekalian menikmati keindahan kota ini.

Palu adalah kota yang unik.  Letaknya berada di teluk, sehingga kota ini dikelilingi dengan pegunungan dan laut disekitarnya.  Sepanjang mata memandang,  maka kita bisa melihat pegunungan dan laut secara bersamaan di kota ini.   Sebelum datang ke kota ini, saya sempat khawatir akan keamanan kota ini yang konon katanya tidak kondusif dan sering terjadi keributan.  Tapi setelah sampai, apa yang saya bayangkan tidak seperti yang saya dengar selama ini.

1Masyarakat di kota ini, hidup dengan rukun dan bertoleransi cukup baik.  Warga muslim dan non muslim dapat hidup secara berdampingan serta saling menghormati.  Pertama kali menginjakan kaki dikota ini, saya langsung terpesona dengan keindahan alam kota ini.  Hamparan laut yang berwarna biru sudah menyambut kedatangan saya serta barisan pegunungan tampak seperti perisai yang memagari kota ini.

Hal yang pasti tersuguh dikota ini adalah lautnya.  Laut di Indonesia timur memang jawara.  Degradasi warnanya membuat saya  berdecak kagum atas keindahan pesona sang pencipta.

Pantai Talise adalah destinasi wajib yang harus dikunjungi karena lokasinya yang tepat berada di jantung kota Palu.  Pantainya landai dan ombak yang tidak terlalu besar membuat pantai Talise menjadi wisata rakyat yang mudah dijangkau.  Dipantai Talise terdapat Anjungan Nusantara yang merupakan spot terbaik untuk berfoto. Dipantai ini akan kita temui banyak pedagang yang berjualan, walaupun demikian, kebersihan disekitar pantai tetap terjaga.  Jika hari minggu, maka akan banyak komunitas yang berkumpul disana dan kalau beruntung maka kita bisa melihat lomba pacuan kuda di pantai ini.

Dari pantai talise, kita juga bisa melihat landmark nya kota Palu yaitu Jembatan Ponulele atau yang lebih dikenal dengan jembatan Kuning.  Jembatan ini menghubungkan Palu Barat dan Palu Timur.  Konon katanya jembatan ini adalah jembatan lengkung pertama di Indonesia dan ketiga didunia setelah Japang dan Perancis.  Disekitaran pantai Talise juga terdapat jembatan merah yang terbuat dari kayu.  Saat saya kesana, jembatan ini sedang dalam proses pengecatan ulang.  Warnanya sudah tidak merah lagi tapi sudah berwarna warni seperti pelangi.

29

Tak jauh dari Jembatan kuning, kita bisa menjumpai salah satu masjid yang cukup unik yaitu masjid apung.  Letak masjid ini yang agak menjorok ke laut membuatnya seolah-olah terapung.  Masjidnya tidak terlalu besar, namun memiliki desain interior yang menarik.  Jika kita masuk kedalamnya maka kita akan merasakan hembusan angin laut yang cukup kencang.

658

Bergeser sedikit dari kota Palu, tepatnya di Donggala.  Kita bisa menjumpai banyak tempat wisata.  Dan Pusat laut adalah destinasi yang wajib untuk dikunjungi.  Pusat laut adalah cekungan berupa lingkaran besar yang letaknya cukup jauh dari bibir pantai.  Namun air yang ada disana berasal dari laut yang berada disekitarnya.  Masyarakat disana percaya bahwa terdapat lubang yang menghubungkan antara pusat laut dengan laut yang berada disekitarnya.  Air yang ada di pusta laut sangat jernih dan hijau.  Buat yang suka memacu andrenalin, melompat ke pusat laut akan memberikan tantangan tersendiri.  Dipusat laut ini, banyak anak-anak kecil yang berenang. Mereka juga pandai menyelam, terkadang pengunjung melemparkan uang koin kedalam pusat laut lalu anak-anak itu berebut untuk mengambilnya.  Pengunjung juga dapat berenang dengan bebas di pusat laut.

3

11

Tak lengkap rasanya jika berkunjung kesuatu daerah tanpa menikmati kuliner yang khas dari daerah tersebut.  Kaledo adalah makanan khas Sulawesi Tengah yang wajib dicoba jika berkunjung kesana.  Kaledo merupakan singkatan dari kaki lembu donggala.  Makanan ini sejenis soup kaki.  Makanan ini biasa dimakan dengan singkong rebus.

10

Makanan lain yang wajib dicoba ketika berada di Palu adalah dange.  Dange adalah sejenis kue tradisional yang terbuat dari sagu yang dipanggang pada wajan kecil lalu diberi gula merah atau daging ikan.  Rasanya enak dan gurih.  Saat sore hari akan banyak kita jumpai penjual dange yang menjajakan dagangannya di dekat masjid terapung.

Demikianlah catatan perjalanan saya selama berada di kota palu. Masih banyak tempat-tempat eksotis lainnya yang belum sempat saya kunjungi.  Palu menyimpan sejuta pesona pariwisata yang masih belum terjamah.  Semoga saya bisa kesana lagi dilain waktu.  See you Palu….

7

Advertisements

B R O M O (Menjemput Mimpi Yang Tertunda)

Agak telat sebenarnya postingan saya kali ini karena perjalanan saya ke Bromo ini dilakukan bulan Juni 2014 lalu. Beberapa kali saya coba untuk menuliskan perjalanan saya ke Bromo, tapi rasanya tak ada kata yang bisa merepresentasikan keindahan Bromo dalam bentuk sebuah tulisan. Terlalu banyak keindahan yang tidak bisa saya jabarkan. Bromo memang menjadi destinasi utama yang wajib saya kunjungi. Saya sudah berencana mengunjunginya dari beberapa tahun sebelumnya. Dan Alhamdulillah ditahun 2014 bisa mengunjunginya.

Perjalanan ke Bromo memang bukan hanya sekedar perjalanan wisata, tapi juga begitu banyak hal yang saya temui selama melakukan perjalanan ini.   Dengan menggunakan kereta api Matarmaja, saya menuju kota Malang dari Jakarta. Jangan bayangkan kereta api yang nyaman dengan tempat duduk yang empuk beserta AC yang dingin. Kondisi kereta api Matarmaja merupakan kereta api ekonomi dengan fasilitas terbatas dan jika ada kereta lain yang akan lewat, kereta ini terpaksa harus menunggu sampai kereta api lainnya itu lewat dahulu,oleh karena itu perjalanan dari Jakarta ke Malang ditempuh hampir memakan waktu 12-13 jam perjalanan. Jadi bisa dibayangkan lamanya perjalanan yang harus ditempuh. Namun disanalah hal yang menarik, saya berjumpa dengan berbagai teman dengan beragam karakter. Bertemu dengan orang yang ternyata berasal dari daerah yang sama dengan saya, walau mereka sudah lama tinggal di Jakarta, namun masih cukup fasih menggunakan bahasa daerah.

Lalu ketika saya berdiri dipintu gerbong, kembali saya bertemu dengan teman baru dan ternyata kami memiliki kesamaan, sama-sama penyuka senja. Senang rasanya bisa mengenal orang dengan beragam karakter dan pribadi.   Selalu banyak hal yang bisa saya pelajari dari setiap orang yang saya temui.

Sampai di kota Malang, saya sudah bisa merasakan bagaimana menyenangkan perjalanan menuju Bromo. Menikmati keindahan kota Malang lalu dilanjutkan menuju desa Gubuk klakah sebelum akhirnya menuju pada perjalanan yang sebenarnya, yaitu Bromo, tempat dimana mimpi dan asa saya titipkan disana.

Dini hari, dengan menggunakan jeep, saya dan teman-teman yang baru saya kenal menuju ke Bromo. Bukan perkara yang mudah dalam menaklukan dinginnya udara malam yang menusuk tubuh, kamipun harus mendaki dengan berjalan kaki untuk mencapai spot yang tepat untuk melihat Bromo dikala pagi. Ah Bromo memang memiliki daya pikat yang begitu kuat, keindahannya memang tidak bisa dengan mudah untuk dilukiskan dengan aksara. Dan ini adalah setitik keindahan Bromo yang berhasil saya abadikan.

Stasiun Kota Malang

Stasiun Kota Malang

Balai Kota Malang

Balai Kota Malang

Desa Gubuk Klakah, salah satu Desa Wisata di Malang. suasana yang dan keramahan penduduknya adalah salah satu daya pikat desa ini

Desa Gubuk Klakah, salah satu Desa Wisata di Malang. suasana yang dan keramahan penduduknya adalah salah satu daya pikat desa ini

Menyambut Fajar di puncak Bromo

Menyambut Fajar di puncak Bromo

Bromo yang masih berselimut Kabut

Bromo yang masih berselimut Kabut

Kegagahan dan keagungan Bromo

Kegagahan dan keagungan Bromo

Bromo

Bromo

15Pernah ku gantungkan asaku disana, pernah ku letakan harapku padanya. Dan sekarang aku datang untuk menjemput mimpiku yang tertunda. Tapi pasti suatu saat aku akan kembali bukan untuk sebuah mimpi tapi untuk melepas rindu.

Trip ke Bukittinggi, Sumatera Barat

Ranah minang memang selalu menyimpan pesonanya. Tidak hanya kaya akan budaya dan kulinernya yang sudah terkenal, tapi juga menyimpan berjuta pesona yang tidak akan habis dijelajah hanya dalam waktu satu atau dua hari. Setiap daerah di ranah minang selalu menyimpan keindahan sendiri untuk dinikmati.

Kali ini kaki saya melangkah kesalah satu kota diranah minang, yaitu Bukittinggi. Perjalanan kali ini merupakan perjalanan yang sangat berkesan bagi saya karena trip ke Bukittinggi ini saya lakukan sendirian. Ini adalah trip pertama saya seorang diri tanpa menggunakan jasa travel agent. Awalnya saya ingin mengunjungi kota Padang dan Bukittinggi namun karena keterbatasan waktu akhirnya saya hanya mengunjungi kota Bukittinggi.

Kota Bukittinggi sendiri merupakan kota yang pernah menjadi ibukota negara kita. Kota yang terletak didataran tinggi ini berudara sangat sejuk dan jika malam hari, udara dingin mulai terasa. Perjalanan ke Bukittinggi sebenarnya perjalanan yang tidak disengaja. Awal bulan Oktober kemarin saya mendapat tugas pemeriksaan di kota Muara Bungo, Jambi. Muara Bungo sendiri merupakan kota yang terletak di ujung provinsi Jambi dan hanya perlu waktu beberapa jam saja untuk sampai ke provinsi Sumatera Barat dari Muara Bungo. Oleh karena itu, dengan modal nekat saya berani diri untuk melakukan perjalanan singkat ke Bukittinggi ini.

Perjalanan dari Muara Bungo ke Bukittinggi hanya menempuh waktu enam sampai tujuh jam perjalanan darat. Dengan menggunakan travel seharga Rp.130.000, saya sudah bisa menuju Bukittinggi. Perjalanan menuju Bukittinggi melewati kota Solok, tanah datar dan menyusuri sepanjang tepian Danau Singkarak. Ranah minang memang dianugerahi keindahan alam yang tiada duanya. Sepanjang perjalanan mata disuguhi dengan keindahan alam yang memanjakan mata. Dan tidak bosan-bosannya mata saya berdecak kagum atas lukisan alam yang terlukis dalam keindahan kanvas semesta. Keindahan pegunungan berpadu dengan hamparan hijaunya persawahan, ditambah lagi dengan aliran sungai dengan bebatuannya. Keindahan tersebut masih ditambah dengan rindangnya pohon kelapa dan rumah-rumah penduduk pedesaan yang sederhana dan bahkan beberapa rumah gadang tampak menghiasi perkampungan yang saya lewati. Ini sungguh benar-benar suasana perkampungan yang ada dalam pikiran dan imajinasi saya akan makna kampung yang sesungguhnya. Sungguh beruntung sekali mereka yang tinggal diperkampungan tersebut.

Memasuki kota Bukittinggi, udara dingin sudah mulai terasa. Saya sampai di Bukittinggi sekitar pukul empat sore dan langsung menuju penginapan yang sudah saya booking sebelumnya. Penginapan yang akan saya tempati berada di kampung cina dan berada dipusat kota Bukittinggi. Nama penginapan tersebut bernama Hello Guest House, saya mendapat referensi penginapan ini dari beberapa blog yang saya baca. Dengan harga yang relatif murah setiap kamarnya, yaitu 150 Ribu untuk kamar Double dan 120 Ribu untuk kamar single. Selain itu juga menyediakan kamar Dorm bagi yang ingin berbagi kamar dengan backpacker lainnya. Awalnya saya ingin merasakan sensasi berbagi kamar dengan alasan harga kamar yang lebih murah. Namun pemilik penginapan yang nama LING, menyarankan saya untuk memilih kamar single saja. Akhirnya saya mengikuti saran dari Ling tersebut. Dan ternyata sesampai dipenginapan kamar single sudah fullbooked, karena sudah melakukan konfirmasi via email dengan Ling sebelumnya, akhirnya ling memberikan saya kamar double dengan bed besar namun dengan harga kamar single. Oh ling,sungguh baik sekali. Untuk menuju ke Hello Guest House sendiri cukup mudah, berada di Kampung Cina, dekat dengan mesjid Nurul Haq dan tepat berada didepan Hotel Grand Kartini. Fasilitas kamar yang disediakan cukup nyaman, lengkap dengan air panas namun tidak tersedia pendingin ruangan karena memang dinginnya udara di Bukittinggi apalagi ketika malam hari.

Hello Guest House, Bukittinggi

Hello Guest House, Bukittinggi

kamar di Hello Guest House, Bukittinggi

kamar di Hello Guest House, Bukittinggi

20141017_170101Sesampai dipenginapan, setelah meletakan barang, ling langsung memberikan peta wisata kepada saya dan menjelaskan letak tempat wisata yang ada di Bukittinggi. Ternyata seluruh tempat wisata bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari penginapan tempat saya menginap. Karena sudah agak sore, saya memutuskan untuk melihat landmark dari kota Bukittinggi yaitu Jam Gadang. Sejarah dan dari mana jam ini berasal/dibuat mungkin sudah banyak yang tahu. Yang jelas jam yang hampir sama dengan Big Ben yang ada di London ini merupakan daya tarik bagi wisatawan untuk melihatnya. Sayang disekitar area jam gadang banyak pedagang kaki lima yang berjualan mulai dari jualan makanan, pakaian sampai dengan aksesoris. Hal ini membuat areal jam gadang tampak kumuh dan tidak menarik. Beberapa delman lengkap dengan kudanya juga tampak berjejer diseputaran areal jam gadang.

Sambil menikmati jam gadang disore itu, saya mencoba es cendol lengkok durian khas Bukittinggi. Esnya sama seperti es cendol biasanya, hanya saja cendolnya berwarna merah yang diberi nasi ketan dan bubuk yang menurut saya itu adalah kelapa parut yang di sangrai lalu ditambahkan dengan durian. Selain itu tak lengkap rasanya kalau tidak mencoba sate padang diranah minang. Lengkaplah makanan tersebut menutup sore saya.

Suasana Jam Gadang

Suasana Jam Gadang

Jam Gadang ketika Sore

Jam Gadang ketika Sore

Menjelang magrib saya kembali ke penginapan untuk bersih-bersih. Dengan air yang sedingin air es, saya pun nekat untuk mandi. Rupanya udara dingin membuat perut saya kembali keroncongan. Saya kembali keluar untuk berjalan-jalan pada malam itu dan kembali ke areal jam gadang. Rupanya areal ini semakin ramai ketika malam.   Sayapun mencoba bakso yang berada disekitar pasar atas. Rasa baksonya biasa saja menurut saya tapi tetap saya habiskan karena lapar. Hehhehhee

Jam Gadang Ketika malam

Jam Gadang Ketika malam

Arus modernisasi juga melanda kota Bukittinggi. Diareal jam gadang, selain ada pasar atas/pasar ateh juga terdapat plaza yang berdiri cukup besar. Selain itu beberapa restaurant cepat saji juga tampak berada disekitar areal jam gadang dengan menyewa ruko. Rintik hujan, turun pada malam itu, sayapun bergegas kembali kepenginapan untuk segera beristirahat.

Pagi-pagi sekali saya bangun, seperti biasa saya menjelajah jalanan di kota Bukittinggi yang masih berselimut kabut. Kembali lagi ke jam gadang lalu saya menyusuri lorong jalan di pasar ateh yang sebagian besar tokonya masih tutup. Pasar ateh sendiri seperti pasar tradisional pada umumnya. Terdiri dari kios-kios yang menjual pakai, aksesoris maupun oleh-oleh khas minang. Sayapun segera menuju ke pasar bawah melalui lorong pasar ateh dan melewati janjang ampek puluah.

Janjang ampek puluah adalah penghubung antara pasar ateh dan pasar bawah yang berupa tangga yang konon katanya berjumlah empat puluh.   Pasar bawah sendiri merupakan pasar tradisional yang menjual buah-buahan dan sayuran kalau pagi, biasanya pedagang berjualannya sampai ke bahu jalan. Puas menikmati transaksi jual-beli di pasar bawah, sayapun bergegas kembali kepenginapan untuk beres-beres sebelum melanjutkan untuk mengunjungi tempat lainnya. Oh yaa, di Bukittinggi sendiri, jangan pernah sungkan untuk bertanya jika tidak mengetahui arah jalan karena masyarakat di Bukittinggi terkenal akan keramahannya terhadap wisatawan. Jadi jangan pernah takut tertipu yaaa….

Suasana Bukittinggi ketika pagi

Suasana Bukittinggi ketika pagi

Sudut lain kota Bukittinggi

Sudut lain kota Bukittinggi

Ruko di Bukittinggi yang masih tutup

Ruko di Bukittinggi yang masih tutup

Janjang Ampek Puluah

Janjang Ampek Puluah

Gerbang Janjang Ampek Puluah

Gerbang Janjang Ampek Puluah

Kembali kepenginapan, saya langsung bergegas untuk segera bersih-bersih dan melanjutkan perjalanan. Jam setengah delapan saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk menuju ke ngarai sianok yang terkenal itu. Tempat yang indah untuk melihat ngarai sianok adalah dari taman panorama. Diperjalan menuju taman panorama, saya mampir sebentar dipasar yang saya tidak tau namanya. Pasar itu berada diperempatan jalan. Saya mencari sarapan dulu, sebelum melanjutkan perjalanan. Mampir diwarung makan Nadia yang menyediakan beragam menu sarapan. Sayapun memilih menu Lontong pical. Lontong pical sendiri merupakan lontong yang diberi dengan mie kuning dan daun selada lalu disiram dengan saus kacang dan dimakan dengan kerupuk merah. Menurut saya sih hampir sama dengan ketoprak. Seporsi lontong pical seharga 9000 lengkap dengan gorengan sudah mampu memberikan saya tenaga ekstra pagi itu.

Saya melanjutkan langkah saya menuju taman panorama yang tidak berada begitu jauh dari tempat saya sarapan. Karena masih pagi dan baru saja buka, sehingga belum banyak pengunjung yang datang. Dengan tiket seharga lima ribu rupiah, pengunjung sudah bisa menikmati taman panorama. Dari taman panorama inilah kita bisa melihat ngarai sianok yang terkenal tersebut. Yang menurut saya menarik adalah, hamparan hijau sawah dan Ngarai Sianok tersebut berada ditengah kota. Bisa dibayangkan ada ngarai yang letaknya ditengah kota. Beberapa fasilitas tampak sedang dibangun di taman Panorama tersebut. Terdapat beberapa kios yang berjualan cinderamata di taman panorama tersebut. Selain banyak terdapat pohon-pohon besar yang terdapat di taman Panorama tersebut, terdapat juga monyet yang berkeliaran disana. Untuk lebih menikmati Ngarai sianok sayapun naik keatas sebuah menara yang cukup tinggi. Dari atas menara tampak terlihat hamparan hijaunya pemandangan. Sayang akibat adanya pembakaran hutan yang melanda sebagian besar wilayah di Sumatera, menyababkan kota bukit tinggi terkena efek dari kabut asap, sehingga pemandangan yang ada tampak tidak sempurna.

Ngarai Sianok, sayang banyak kabut asapnya

Ngarai Sianok, sayang banyak kabut asapnya

20141018_083116Puas menikmati keindangan ngarai sianok, saya berjalan menuju “The Great Wall of Koto Gadang” yang tidak berada jauh dari Ngarai Sianok. Antara Ngarai Sianok dan Great Wall, terdapat Goa jepang namun karena masih terlalu pagi, objek wisata ini belum buka sehingga saya lewatkan saja. Perjalanan menuju The Great Wall Of Koto Gadang melewati jalanan yang curam. Namun mata disuguhi dengan hamparan sawah dan bukit yang tampak hijau. Ketika akan menaiki The Great Wall, saya melewati jembatan gantung berwarna merah. Konon katanya jika melewati jembatan ini, hanya bisa dilalui maksimal oleh 10 orang. Pendakian di Great Wall sungguh menguras tenaga karena pengunjung harus mendaki anak tangga yang cukup curam. Namun sepanjang pendakian mata akan disuguhi dengan pesona alam ranah minang yang tidak pernah bosan untuk dipandang. Sayang sekali objek wisata ini tidak luput dari tangan-tangan usil yang mencoret-coret dinding tembok.

Gerbang The Great Wall of Koto Gadang

Gerbang The Great Wall of Koto Gadang

Hamparan hijau sepanjang jalan menuju The Great wall

Hamparan hijau sepanjang jalan menuju The Great wall

20141018_084646

Jembatan menuju The Great Wall

Jembatan menuju The Great Wall

Ini dia,,, The Great wall Of Koto Gadang

Ini dia,,, The Great wall Of Koto Gadang

Selfie dgn bantuan kotak sumbangan... :p

Selfie dgn bantuan kotak sumbangan… :p

Setelah dengan penuh perjuangan, akhirnya saya sampai di Koto Gadang yang merupakan penghujung dari The Great Wall. Sayapun menyusuri jalan setapak menuju Koto Gadang yang merupakan perkampungan yang dikenal dengan kerajinan peraknya. Yang menarik adalah masih banyak rumah-rumah dengan arsitektur kuno disini. Sampai di Koto Gadang walaupun masih jam 10 pagi, saya langsung menuju ke salah satu rumah makan yang menyediakan itiak lado hijau. Sebenarnya saya bukan pecinta daging bebek. Malah saya selalu menghindari untuk memakan daging bebek. Namun karena menu ini sangat terkenal dan wajib untuk dicoba jika ke Bukittinggi, oleh karena itu sayapun tidak ingin melewatkan kesempatan untuk merasakan gulai tersebut.

Dan diluar prediksi saya, ternyata daging bebeknya tidak amis seperti yang saya bayangkan. Ini mungkin karena bebek yang dipilih adalah bebek yang masih muda, selain itu bumbu rempah yang membalut daging bebek tersebut cukup banyak sehingga mampu menetralisirkan bau amisnya. Tanpa banyak bicara, seporsi gulai itiak lado hijau tersebut ludes dan hanya tinggal tersisa tulangnya saja.

Itiak Lado Hijau,,, Lemaak Niaan....

Itiak Lado Hijau,,, Lemaak Niaan….

Setelah perut kenyang, saya melanjutkan perjalanan menyusuri jalanan di Koto Gadang. Akhirnya sampai pada satu rumah gadang yang cukup besar dan merupakan balai adat dari daerah setempat lalu saya terdiam sejenak.   Melihat indah pemandangan di Koto Gadang. Keindahan rumah penduduk yang terkesan kuno dan beberapa rumah Gadang dibalut dengan keramahan penduduk setempat yang masih berpegang teguh pada nilai-nilai budaya. Kecantikan tersebut dibalut lagi dengan keindahan alam yang luar biasa indahnya. Pegunungan, persawahan dan keasrian alam dengan udara yang sejuk merupakan tempat tinggal idaman yang didambakan setiap orang.  Cukup lama saya terdiam sampai akhirnya saya memutuskan untuk kembali kepenginapan. Karena agak lelah, saya memutuskan untuk naik angkot menuju kembali ke Bukittinggi. Lagi-lagi sepanjang perjalanan mata saya tidak habis-habisnya dimanjakan oleh keindahan alam ranah minang.

Beauty of Koto Gadang

Beauty of Koto Gadang

Rumah Gadang

Rumah Gadang

Rumah gadang of Koto Gadang

Rumah gadang of Koto Gadang

Sampai dipenginapan, saya istirahat sebentar sebelum check out. Karena akan kembali pada sore hari saya menitipkan barang kepada Ling. Saya masih ingin berjalan-jalan menikmati indahnya pesona kota Bukittinggi. Karena saat itu sudah memasuki waktu sholat Dzuhur, sayapun sholat dahulu di masjid yang berada didekat penginapan. Nuansa islami masih cukup terasa kental di kota ini. Ketika adzan berkumandang, pria dan wanita berbondong-bondong menuju masjid sehingga masjid dipenuhi oleh orang yang ingin sholat berjamaah.

Menghabiskan waktu sore ini, saya mengunjungi rumah Bung Hatta. Rumah yang merupakan jejak sejarah dari bapak proklamator ini masih terawat dengan baik. Seluruh barang yang pernah digunakan oleh Bung Hatta masih dengan sangat rapi terjaga dirumah tersebut. Seorang ibu yang merupakan penjaga dari rumah tersebut menjelaskan sejarah dari setiap sudut rumah tersebut. Setelah selesai, saya mengisi buku tamu dan tidak dikenakan harga untuk mengunjungi rumah Bung Hatta ini tapi pengunjung diminta sumbangan seikhlasnya untuk biaya perawatan rumah tersebut.

Ruang Tamu Rumah Bung Hatta

Ruang Tamu Rumah Bung Hatta

Sudut lain Rumah Bung Hatta

Sudut lain Rumah Bung Hatta

Tak terasa, sorepun menjelang. Saya kembali ke penginapan untuk mengambil tas yang saya titipkan. Selang berapa lama, travel yang membawa saya pulangpun datang menjemput. Sebelum pulang saya mengucapkan terima kasih kepada Ling yang sudah baik membantu saya selama berada di Kota Bukittinggi. Semoga kelak bisa kembali ke Kota ini…

Pengalaman Menjadi Pengajar di Kelas Inspirasi Lampung.

SDN 1 Rajabasa

SDN 1 Rajabasa

“Luar Biasa…” itu mungkin adalah kata yang bisa mewakili perasaan saya ketika menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi Lampung. Buat yang masih belum tau apa itu Kelas Inspirasi,berikut saya jelaskan sedikit tentang Kelas Inspirasi. Kelas inspirasi merupakan salah satu gerakan/program dari Indonesia Mengajar. Gerakan ini dilakukan secara sukarela oleh para professional dari berbagai latar belakang profesi dimana para professional tersebut akan mengajar selama sehari pada SD yang sudah ditentukan oleh panitia. SD yang ditentukan oleh panitia biasanya adalah SD dengan fasilitas terbatas atau SD menengah kebawah. Relawan pengajar diminta mengajarkan dan mengenalkan profesi mereka kepada anak- anak SD tersebut. Mengapa mengenalkan profesi kepada anak-anak? Hal ini untuk membuka paradigma anak-anak tersebut bahwa selain menjadi dokter atau polisi masih banyak profesi lain yang menyenangkan diluar sana dan profesi tersebut bisa mereka jadikan pilihan kelak ketika mereka dewasa nanti. Selain itu nilai lain yang ingin ditanamkan melalui kelas inspirasi adalah semangat pantang menyerah pada diri anak-anak tersebut. Seberapa besarpun cita-cita mereka, mau jadi apapun mereka nanti, jangan pernah padam semangatnya dalam menggapai semua yang mereka impikan.

Ketika mendaftar via online pada website Kelas Inspirasi, jujur saya tidak berharap banyak untuk diterima sebagai relawan karena saya sudah pernah mendaftar pada kota lain namun tidak lolos seleksi. Dan ketika pada hari pengumuman saya melihat ternyata nama saya tercatat bersama relawan lainnya, jujur ada rasa tidak percaya dan sekaligus senang. Sudah terbayang bagaimana akan menghadapi anak-anak SD tersebut.

Ketika hari briefing, tepatnya dua minggu sebelum hari inspirasi, seluruh relawan dikumpulkan disalah satu studio foto di Bandar Lampung. Saat itu, saya masuk dalam kelompok 5 untuk mengajar di SDN 1 Rajabasa. Pada hari briefing tersebut, hanya 4 relawawan kelompok 5 yang datang. Dan setelah dilakukan pengundian ternyata saya dipilih sebagai ketua kelompok. Agak berat memang karena saya ada jadwal pemeriksaan pada awal bulan Oktober sampai dengan pertengahan bulan. Saya justru takut tidak bisa mengakomodir keinginan dari teman-teman relawan lainnya yang memang belum bertemu secara langsung. Untung fasilitator saya dari panitia Kelas Inspirasi Lampung, dengan sigap membantu sampai dengan hari inspirasi. Makasih banyak mas Rama alias mas Madhan yang juga temen deketnya mas Wawan…. :p

Dengan bantuan mas Rama, seluruh relawan dikumpulkan dalam satu group WA sebagai media kami untuk saling berinteraksi. Dari group WA tersebut kami mulai saling add dan follow pada media social. Ah saya sungguh beruntung bisa berada di kelompok 5 bersama orang-orang hebat. Ada mas Wicak yang seorang seniman (jujur kagum banget ama mas yang satu ini). Mba Novi yang seorang redatur dan merupakan penggila Kelas Inspirasi karena udah banyak banget ikutan jadi relawan di Kelas Inspirasi, Tita yang seorang banker dan rela jauh-jauh datang ke Lampung hanya untuk berpartisipasi di Kelas Inspirasi, ada juga Chika yang seorang perawat dan sedang berjuang menyelesaikan study S2nya (lanjutkan perjuanganmu nak,, :p) , Mas Erik yang kerjanya dibalai lelang Negara tapi jago banget dalam hal foto memfoto, Rio yang seorang fotographer dan menjadi idola serta dipanggil Arjuna oleh anak-anak SD. Efflin yang bekerja di oil and gas company dan selalu dikerumuni anak-anak karena miniature POM bensin yang dibawanya sebagai media untuk memperkenalkan pekerjaannya dan banyak anak-anak yang berantem yaa bu karena miniature tersebut. Hehhehhe….. mas Titot sang videographer, Intan sang MC yang selalu ceria, mas wawan yang selalu berduaan ama mas rama. Cieeee cieee… Dan relawan lainnya. I adore all of you guys.

Persiapan sehari sebelum hari Inspirasi bersama seluruh Relawan

Persiapan sehari sebelum hari Inspirasi bersama seluruh Relawan

Sehari sebelum hari inspirasi, kami para relawan bertemu untuk mematangkan semua hal guna menyukseskan berlangsungnya kegiatan esok hari. Sayang dua orang relawan yaitu Dita dan Pak Joko mengundurkan diri sebagai relawan karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Setelah bongkar pasang jadwal mengajar untuk masing-masing relawan pengajar, kami mempersiapkan seluruh pernak pernik untuk memeriahkan acara esok hari. Adapun yang kami siapkan mulai dari name tag untuk anak-anak yang kami buat seperti topi ulang tahun, latihan ice breaking dan flashmop serta persiapan untuk membuat pohon cita-cita. Dimana nanti anak-anak akan menuliskan nama dan cita-citanya pada daun yang terbuat dari kertas sticker dan akan di tempelkan pada pohon cita-cita tersebut. Ah untung ada mba Novi dengan pengalamannya yang sering mengikuti kelas inspirasi, semua persiapan berjalan lancar.

Akhirnya Hari Inspirasi itu tiba juga, ini merupakan pengalaman pertama bagi saya untuk mengajar dan dengan persiapan yang ala kadarnya karena jujur saya masih bingung bagaimana menjelaskan pekerjaan saya sebagai auditor kepada anak-anak SD tersebut. Saya mendapatkan jatah mengajar sebanyak tiga kali yaitu dikelas empat, lalu kelas enam dan kelas tiga. Oh ya sebagai gambaran, SDN 1 Rajabasa sendiri hanya terdiri dari enam ruang kelas dengan jumlah siswa kurang lebih 200 orang.

Setelah saya dan relawan lainnya memperkenalkan diri di seluruh hadapan anak-anak SD di lapangan, kamipun mengadakan game sebelum mulai mengajar dikelas. Dan terjadi banyak kehebohan ketika game dimainkan. Mulai dari anak-anak yang saling dorong-dorongan sampai ada yang menangis karena berantem. Melihat tingkah dan polah anak-anak tersebut saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti didalam kelas. Hehehhee.

Sebelum memperkenalkan diri foto dulu : left to right : Efflin, Mba Novi, Saya, Chika, Tita, Mas Erik dan Mas Bayu

Sebelum memperkenalkan diri foto dulu : left to right : Efflin, Mba Novi, Saya, Chika, Tita, Mas Erik dan Mas Bayu

Upacara sebelum proses belajar mengajar

Upacara sebelum proses belajar mengajar

Jam pertama saya mendapat jatah mengajar di kelas 4. Dengan semangat saya menyapa anak-anak ketika memasuki ruang kelas. Saya percaya bahwa dengan semangat dan keceriaan bisa memberikan energy positif dan merupakan awal yang baik untuk memulai proses mengajar. Pada menit-menit awal saya sangat gugup dalam menjelaskan profesi saya kepada anak-anak. Semangat mereka dalam menyimak dan memberikan interaksi membuat adrenalin saya terpacu. Dan luar biasa sambutan dari anak-anak tersebut. Dengan analogi yang bisa mereka cerna saya mencoba untuk menjelaskan profesi saya. Sayapun mengaitkan profesi saya sebagai auditor dengan Korupsi. Ada nilai kejujuran yang ingin saya tanamkan pada anak-anak tersebut. Di akhir sesi saya meminta beberapa anak untuk maju dan menceritakan kepada teman-temannya mengenai cita-cita mereka. Hal yang menyentuh perasaan saya adalah ketika seorang anak perempuan dengan pipi chubby dan kerudung putihnya maju dan menceritakan cita-citanya yang ingin menjadi seorang dokter dengan mata berkaca-kaca. Tak lama kemudian dia menangis lalu disekanya air mata tersebut dengan kerudung putihnya. Semoga cita-citamu tercapai yaa nak…. L

IMG-20141025-WA0014

Murid kelas empat

Murid kelas empat

Selanjutnya saya mengajar dikelas 6, dengan metode yang sama saya mencoba untuk menjelaskan profesi saya kepada anak-anak dikelas enam. Interaksinya lebih menarik karena anak-anak dikelas enam sudah bisa diajak untuk berfikir secara kritis dan pola fikir mereka berada pada masa transisi menuju fase remaja. Walau saya agak sedikit kewalahan menghadapi tingkah beberapa anak yang mencari perhatian lebih. Tapi mereka anak-anak yang baik dan menyenangkan. Nilai-nilai kerja keras, pantang menyerah dan menghormati orang tua serta guru, saya tekankan pada beberapa bagian ketika saya menjelaskan atau menganalogikan sesuatu.

Berfoto bersama siswa kelas enam bersama relawan lainnya. Rio, Tita, mba Basa, Saya, Chika dan Mas Wicak

Berfoto bersama siswa kelas enam bersama relawan lainnya. Rio, Tita, mba Basa, Saya, Chika dan Mas Wicak

Kelas terakhir yang saya ajar adalah kelas tiga. Awalnya saya mengira tidak akan menemukan kesulitan dalam mengajar dikelas ini. Tapi ternyata saya salah. Justru ini adalah kelas dimana saya harus menguras emosi. Hal ini mungkin karena seharusnya jam mengajar anak kelas tiga sudah selesai. Tapi dari pihak panitia dan sekolah menambahkan jam mengajar lagi sehingga disamakan dengan kelas empat hingga kelas enam. Beberapa anak sudah tidak konsentrasi lagi karena sudah meminta untuk pulang. Sedangkan yang lainnya sibuk bermain dan mengganggu temannya yang lain. Oh yaa yang paling saya ingat dikelas ini adalah seorang anak yang bercita-cita ingin menjadi Batman. Hehhehhehe…. Untuk menguasai kelas ini, saya terpaksa mengeluarkan smartphone saya dan menunjukan foto-foto beberapa daerah yang pernah saya kunjungi. Dan ini ternyata efektif untuk menarik perhatian mereka. Tapi namanya anak-anak sekarang yaa suka bgt selfie.   Beberapa dari mereka meminta untuk difoto dan selfie bareng. Hahahhhaaa.   Menutup kelas ini saya membagikan kertas sticker yang dibentuk daun. Saya meminta mereka untuk menuliskan nama dan cita-citanya lalu meminta mereka untuk menempelkan pada pohon cita-cita yang sudah dipersiapkan.

Selfie bersama siswa kelas tiga

Selfie bersama siswa kelas tiga

IMG-20141023-WA0003

Pohon cita-cita

Pohon cita-cita

20141029_071411Saya percaya dan yakin bahwa semangat anak-anak tersebut seperti lilin. Tugas semua orang adalah untuk perduli dan menjaga agar nyala semangat tersebut tidak pernah padam. Jangan sampai semangat mereka untuk meraih cita-citanya, semangat mereka untuk mencapai pendidikan setinggi mungkin harus kandas dan padam. Pendidikan adalah investasi agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Karena kepada merekalah kelak bangsa ini akan dititipkan. Jangan pernah berhenti meraih asamu anak-anak Indonesia.

Berkah Ramadhan 2013

Hola semua, minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.  Mumpung masih nuansa idul fitri, maafin ya kalau ada salah kata, perbuatan dan tingkah laku.  Udah hampir dua bulanan ga nulis postingan aduuh rasanya kangen banget.  Banyak cerita yang ingin ditulis tapi bener-bener males buat nulis.  Ga ketemu mood buat nulis selama dua bulan belakangan ini.

Oh ya.. saya mau berbagi cerita nih tentang Ramadhan dan lebaran 2013.  Tahun ini Ramadhan dan lebaran bener-bener berkesan.  Seperti biasa, puasa jauh dari keluarga sudah menjadi hal yang biasa. Sahur dan buka puasa bareng ama teman ato sendiri.  Ramadhan tahun ini bener-bener diuji kesabarannya.  Mulai dari si ayah yang harus di operasi diawal bulan Ramadhan, dan dirawat intensif selama hampir dua minggu dirumah sakit. Belum sampai disana, ketika diperbolehkan untuk pulang ternyata hanya dua malam saja dirumah.  Si Ayah harus dirawat lagi kerumah sakit karena ada masalah dengan hasil operasinya.  Untung kondisinya berangsur-angsuran membaik.  Dua hari sebelum Idul Fitri, ayah sudah bisa pulang.  Dan Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah berangsur-angsur membaik.  Walau bobot tubuhnya drastis turun.

Trus selanjutnya tentang si bungsu yang akan masuk universitas tahun ini.  Si bungsu gagal untuk masuk Universitas Lampung melalui jalur SBMPTN (saringan bersama masuk perguruan tinggi negeri).  Ini juga yang  menjadi beban fikiran si ayah.  Karena mikirin si Bungsu mesti kuliah dimana.  Sedangkan untuk Universitas swasta di kota Bandar Lampung masih belum ada yang sreg di hati.  Tapi tuhan selalu mempunyai jalan dan membuat skenario terbaiknya.  Dari awal ketika ikut bimbel, aku memang mengarahkan si bungsu untuk masuk ke Fakutas Ekonomi jurusan Akuntansi di Unila (Universitas Lampung).  Selain karena saya sendiri adalah lulusan Akuntansi, saya merasa bahwa jurusan itu sangat cocok untuk si bungsu.  Ditambah lagi dengan akreditas untuk jurusan Akuntansi di Unila adalah A dan termasuk jurusan favorite, makanya saya berharap banget si bungsu bisa lulus seleksi SBMPTN.  Tapi kalau emang bukan rejeki, ya emang belum rejeki.  Si Bungsu memang belum bisa lulus SBMPTN dan saya berencana untuk mendaftarkan si Bungsu disalah satu kampus swasta di Bandar Lampung.  Tapi memang tuhan sudah merencanakan semuanya.  Si Bungsu diterima di Unila melalui jalur Diploma di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi.  Dan pengumunan kelulusan si Bungsu yang terima D3 Akuntansi Unila pada akhir Ramadhan.

Dan sungguh Ramadhan kali ini, benar-benar terasa.  Semua doa yang kupanjatkan untuk kesehatan ayah dan agar si bungsu bisa masuk Unila Fakultas Ekonomi benar-benar dikabulkan Allah di Akhir Ramadhan.  Hanya rasa syukur yang bisa kupanjatkan atas semua yang terjadi.

Tulisan Buat Si Bungsu

Awal bulan Mei kemaren, gw mudik ke Lampung.  Tujuan utamanya sih buat nemenin si Bungsu adek gw yang baru mau lulus SMA.  Rencananya dia mau ikutan bimbel intensif di Bandar Lampung.  Berhubung dirumah emang cuma ada bokap ama nyokap doang, walhasil gw lah nemenin si bungsu ke kota Bandar Lampung. Jarak dari rumah ke kota Bandar Lampung sendiri kurang lebih empat jam perjalanan tanpa macet.  Bokap udah wanti-wanti ke adek gw, kalau bisa harus masuk Universitas Lampung (Unila) mengingat biaya kuliah diswasta yang cukup tinggi.  Ditambah lagi bokap emang udah pensiun jadi emang ngandelin uang pensiunnya untuk biaya kuliah.  Bokap agak was-was juga sih takutnya si bungsu ga bisa masuk Unila, apalagi adek gw ini termasuk dalam katagori manusia dengan kemampuan IQ standar malah agak lelet dikit. Beda banget ama kakaknya yang berotak Cemerlang #menepuk dada sendiri. hehheheheh

Adek gw itu emang rumahan banget.  Jarang banget keluar rumah, ke kota Bandar Lampung pun ga pernah.  Makanya gw agak khawatir aja.  Jarak gw ama dia emang terpaut jauh, 10 tahun.  Oleh karena itu, dia suka gw suruh dengan semena-mena kalau dirumah. Mulai dari pijitin gw, masakin gw mie.  Dan ngusilin dia itu adalah ritual yang harus gw lakuin kalau pulang ke rumah. Hehhehe.

Sampai di Bandar Lampung jam 9 pagi langsung ngurusin pendaftaran bimbelnya. Setelah daftar bimbel dan cari kostan, gw ajak dia keliling kota.  Biar dia tau mesti naik angkot apa-apa aja.  Setelah cukup paham, gw ajak dy ngemall.  Maklum tuh anak ga pernah menginjakan kakinya di mall. hehhehe

Dan setelah semua urusan beres, besoknya gw balik lagi ke Palembang.  Dan dia nangis pas gw mau balik. Saat itu juga pengen nangis karena ga tega tapi gw bilang ke dia bahwa mulai sekarang harus bisa belajar mandiri dan nanti dia akan terbiasa.  Oleh karena itu, gw yang biasanya jarang-jarang menghubungi dia, sekarang intens tanyain kabarnya dan juga bimbelnya.  Untungnya dia sekarang sudah mulai terbiasa dan sudah mendapatkan teman.

Buat si Bungsu, semangat yaa, sekarang tinggal Doa dan Usaha yang mesti dilakukan, biarkan nanti hasilnya Tuhan yang tentukan. Ganbatte,,,,,,,,,

Aku Ingin Pulang

pusingHallo semua, apa kabarnya? Semoga sehat selalu yaa,,,,, sumpah saat ini gw berada di titik jenuh dalam menjalani pekerjaan yang nomaden seperti ini.  Saat ini, gw berada di Muara Bungo di provinsi Jambi.  Letaknya diujung Jambi karena hanya dengan enam jam perjalanan sudah sampai ke Padang.  Ga pernah terbayang gw akan terdampar disini sebelumnya.

Ini memang bukan kunjungan pertama gw ke Muara Bungo, sudah tiga atau empat kali gw kesini.  Tapi biasanya memang paling lama seminggu gw berada di kota ini.  Jadi gw sudah cukup terbiasa dengan jalanan dikota ini.  Tapi sekarang tugas gw mengharuskan untuk stay di kota ini paling tidak 10 hari malah kemungkinan lebih.  Sumpah gw bener-bener merasa suntuk.  Dan keinginan untuk pulang semakin memuncak.

Banyak hal yang membuat gw ga betah di kota ini.  Maaf ya bukan nya menjelek-jelekan kota ini, tapi gw bener-bener ga betah disini.  Sebenarnya masih ada kota-kota lain yang kondisinya lebih sepi dari Bungo.  Di Bungo kehidupan kotanya cukup ramai, perekonomiannya tampak hidup malah ada salah satu waralaba besar yaitu H*PERMart yang berdiri dipusat kota ini.  Penduduknya mayoritas dari suku Padang sehingga kegiatan ekonominya sebagian besar adalah pedagang.  Dan jangan heran,  akan sangat mudah sekali kita menemui warung makan padang disini.

Faktor makanan agak membuat gw ga betah disini.  Seperti yang gw bilang tadi bahwa menu utama disini adalah makanan padang.  Dulu gw adalah pecinta makanan padang nomor Wahid.  Rendang, sayur Kikil, Tunjang, adalah makanan kesukaan gw.  Tapi gak tau kenapa sejak setahun belakangan ini, kecintaan gw akan makanan padang semakin berkurang.  Mungkin karena bosan atau apa, gw juga ga tau.  Untuk mencari makan yang sesuai dengan lidah gw agak kesulitan, kalaupun ada memang harus menunggu malam karena pedagang pecel lele agak lumayan banyak kalau malam hari.  Dan mie instan goreng adalah menu yang hampir setiap hari gw santap disini karena itu yang sesuai dengan lidah gw.

Hal lain yang membuat gw pengen pulang adalah pekerjaan gw yang semakin ga nyaman.  ga taulah mungkin gw sudah bosan atau gw butuh refreshing aja.

Dan yang paling buat gw ga betah adalah, gw ga ada temen disini cuy, jadi aktifitas gw itu kalau pagi ke kantor trus pulang kantor langsung ke kostan, keluar juga paling cari makan trus tidur.  Dan yang lebih parah adalah kostan gw di Muara Bungo ga ada TV nya, walhasil gw ga pernah nonton TV selama 10 hari ini.  Gw ngerasa terasing dari peradapan.  Biasanya bisa kongkow-kongkow, sekarang malah semua dilakukan sendirian.  Gw bener-bener merasa butuh menjadi makhluk sosial yang berinteraksi dengan orang-orang.

Dan yang buat shock setengah gila adalah gw dapet email yang menjelaskan bahwa tugas gw di kota ini di perpanjang. Damn,,,,,,,,,

Dan hari ini gw pengen teriaaak sekenceng-kencengnya :

gw mauu pulaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang boss,,,,,,,,”

10 Nikmat Hari Ini

Memasuki hari keempat di tahun 2013, saya mencoba untuk lebih banyak bersyukur dan hari ini saya mencoba untuk me-list 10 nikmat yang saya sudah dapatkan hari ini. Here they are :

  1. Terima Kasih Tuhan karena dari semalam hujannya cukup deras jadi saya bisa tidur dengan cukup nyenyak dan bangun di pagi ini dengan tidur yang cukup
  2. Pagi ini, saya masih diberikan kesempatan untuk baca buku dan dapet sedikit ilmu dari buku motivasi yang saya baca pagi.
  3. Hari ini saya sarapannya enak sekali, ibu nasi uduk tempat saya biasa beli sarapan tetap buka walau hujan dan saya sarapan dengan menu yang super lezat yaitu nasi uduk dengan telur dan empat buah gorengan.  Oh yaa hari ini saya kebagian pisang goreng ibu nasi uduk yang biasa udah ludes dari pagi, karena emang pisang gorengnya enak banget.
  4. Hari ini saya sampai dikantor dengan selamat, karena memang jalanan agak licin yang disebabkan karena hujan, jadi saya mengemudikan kendaraan dengan amat sangat hati-hati.  Oh ya jalanan juga agak sepi dan gak terlalu macet.
  5. Walau sampai di kantor agak terlambat (jam delapan lewat lima belas gitu) dan pas sampai kantor sudah mulai briefing untungnya masih ada yang lebih telat jadi saya gak memimpin yel-yel.  *oh ya di kantor tempat saya bekerja, orang yang datang paling akhir harus memimpin yel-yel di akhir briefing morning.
  6. Setelah selesai briefing, sekretaris di kantor ngedata karyawan, ternyata ada salah satu karyawan di kantor yang mau kasih makan siang.  Alhamdulillah dapat makan siang gratis hari ini.  Tau aja derita anak kost. Hehehhehee
  7. Pagi ini abis nelpon ayah, seneng banget karena dari suaranya ayah dalam kondisi sehat dan kayaknya ayah lagi seneng banget.
  8. Oh yah,,, cuaca siang ini agak sedikit mendung dengan sedikit panas, jadi ketika sholat jum’at di mesjid yang letakanya agak lumayan dari kantor perjalanannya cukup menyenangkan karena cuacanya gak terlalu terik.
  9. Masih berhubungan dengan makanan, hari di kantor lagi kebanjiran makanan.  Tadi saya dapat snack keripik bayam ama kacang goreng trus aja juga yang ngasih J-Co.  what a great day.
  10. Last but not least, akhirnya setelah di tunda beberapa hari, saya berhasil mengupload video pernikahan one of my best friend dini.  Yang mau lit videonya klik di SINI yaaa.  Uploadnya lumayan cepet dan koneksi internetnya lagi bagus.

Sampai siang ini, list diatas adalah kenikmatan yang saya dapatkan sampai dengan pukul 13:18 WIB.  Akan banyak kenikmatan yang tuhan berikan untuk saya di hari ini sampai malam nanti.  Thanks to Allah for every things happen today.

Ayo Donor Darah,,,,!

IMG00439-20110706-1953Salam sehat semuanya.  Semoga kita selalu limpahkan kesehatan dan keselamatan setiap harinya yaaa.  Tetap jaga kesehatan semua karena sehat itu mahal.  Coba bayangkan besarnya biaya yang kita keluarakan kalau kita sakit.  Olah karena itu selagi kita sehat, tetaplah untuk menjaga daya tahan dan kebugaran fisik kita yaaa.

Temen-temn saya sudah tiga kali masuk rumah sakit dalam enam tahun belakangan ini dengan diagnosa penyakit yang hampir sama yaitu demam berdarah (DBD).  Malahan ketika tahun 2010, saya terpaksa masuk ruang ICU hampir selama seminggu karena trombosit saya sangat rendah sehingga diperlukan supply darah.  Yang saya ingat waktu itu selama di ICU, saya menghabiskan sebanyak 17 kantong darah.  Itulah pertama kalinya dalam hidup saya seluh tubuh saya dipasang oleh kabel-kabel untuk mendeteksi detak jantung saya dan menggunakan selang oksigen di hidung saya.

Saat itu untuk mendapatkan darah agak lumayan sulit, pasokan darah dari anggota keluarga saya tidak cukup sehingga harus mencari tambahan darah agar mencukupi 17 kantong darah.  Untungnya saat itu saya memiliki teman-teman yang secara sigap mencari kekurangan darah yang dibutuhkan.  Dan kekurangan darah yang saya butuhkan justru datang dari orang-orang yang tidak saya kenal.  Dan Alhamdulillah banget dengan bantuan darah dari orang-orang yang sudah mendonorkan darahnya membuat saya masih bisa merasakan indahnya dunia hingga saat ini.  Saya tidak bisa bayangkan apabila saat itu tidak ada stock darah untuk saya.

Kejadian tersebut membuat saya semakin menyadari pentingnya donor darah.  Darah sendiri merupakan zat yang diproduksi oleh tubuh dan tidak bisa ciptakan buatannya denganfungsi dan manfaat yang sama.  Sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada darah buatan yang bermanfaat sama seperti darah asli.  Oleh karena itu, disaat orang lain membutuhkan darah maka satu-satunya cara adalah dengan tranfusi darah dari pemberi ke penerima.

Ternyata donor darah itu sehat looh.  Jadi jangan takut dengan persepsi negative yang menyatakan bahwa kalau kita donor itu akan jadi lemas, trus darah kita berkurang.  Itu semua tidak terbukti.  Justru donor darah dapat menjadikan tubuh kita menjadi sehat.  Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber, dengan melakukan donor darah maka akan  memperkecil resiko kita terkena penyakit jantung.  Lah kok bisa? Hal ini karena dalam darah mengandung zat besi (Fe).  Dengan melakukan donor darah dapat menstabilkan kandungan zat besi (Fe) yang terdapat didalam darah.

Jangan pernah takut bahwa darah kita berkurang apabila kita berdonor.  Justru dengan donor darah, tubuh kita akan mendapatkan penggantian darah baru yang secara otomatis diproduksi oleh sum-sum tulang belakang.  Oh yah, donor darah juga ternyata bermanfaat untuk mereka yang bermasalah dengan berat badan seperti saya. Hehhehehee.  Donor darah ternyata dapat menurunkan berat badan loooh,,, :p

Dengan donor darah, maka akan dapat mendeteksi  penyakit-penyakit serius.  Karena sebelum donor dilakukan, pendonor dilakukan pemeriksaan kesehatan darahnya dari penyakit-penyakit yang berbahaya agar tidak bisa menularkan kepenerima darah.  Manfaat lain dari donor darah yang tidak kalah penting adalah mendapatkan pahala karena dengan melakukan donor darah kita telah menolong sesama yang membutuhkan.

Dan tidak semua orang berkesempatan untuk bisa mendonorkan darahnya.  Hanya mereka yang dengan kondisi tertentu saja yang bisa mendonorkan darahnya.  Yaitu mereka yang tidak memiliki penyakit serius dan dapat menular melalui transfusi darah, lalu mereka yang berada pada usia 17 sd 60 tahun, memiliki tekanan darah dan denyut jantung yang baik.  Melihat banyaknya manfaat yang dari donor darah, sebagai mahluk social yuks temen-temen kita kita secara rutin mendonorkan darah kita.

“Setetes darah yang di donorkan merupakan kehidupan bagi orang lain”

Jangan pernah ragu untuk memulai berbuat baik karena dengan mendonorkan darah akan sangat bermanfaat tidak hanya untuk orang lain tapi juga untuk diri kita sendiri.

AYO KITA DONOR DARAH,,,,,,! 

Keseimbangan Dalam Bekerja

Bekerja merupakan suatu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat modern.  Sebagian orang menghabiskan minimal delapan jam atau bahkan lebih dalam sehari berada dikantor.  Itu baru termasuk office hour saja, belum termasuk hitungan lembur.  Orang masuk kantor sekitar jam tujuh atau jam delapan pagi dan baru pulang sekitar jam empat atau bahkan jam lima sore.  Malah dikota-kota besar seperti Jakarta, baru sampai dirumah sekitar jam delapan atau jam sembilan malam.

Kantor seperti rumah kedua karena sebagian besar waktu dihabiskan disana.  Membuat kantor senyaman mungkin dan menjadikan lingkungan yang kondusif akan membuat karyawan menjadi betah dalam menjalan aktifitas maupun betah untuk tidak pindah ke kantor lain.  Hehhehehhe

Rutinitas kantor yang itu-itu saja dan terkesan monoton menyebabkan seringkali karyawan merasa jenuh.  Sehingga memang dirasa perlu untuk melakukan suatu aktifitas diluar kegiatan kantor namun tetap dapat memupuk rasa kebersamaan dan persaudaran antar karyawan, antar bagian maupun antara atasan dan bawahan.

Teman-teman semuanya, saat ini saya bekerja disalah satu perusaahaan yang bergerak di bidang pembiayaan.  Kebenaran saya ditempatkan di kantor regional yang berada di Palembang.  Ada kegiatan dikantor yang ingin saya bagikan ke teman-teman semua.  Saya membaginya menjadi tiga kegiatan.

Kegiatan pertama yaitu briefing morning.  Briefing morning dilakukan setiap hari dimulai pukul delapan pagi.  Tujuannya sebagai media komunikatif antar karyawan dan melakukan update atas semua informasi yang terkait dengan perusahaan.  Semua hal dibahas dalam briefing morning tersebut.  Kegiatan ini diawali dengan pembacaan doa yang dilakukan secara bergantian oleh karyawan dan ditutup dengan yel-yel.  Diharapkan sprit dari yel-yel yang dikumandangkan setiap harinya dapat membakar semangat kami untuk meraih tujuan yang telah ditetapkan.

Sebelum Briefing narsis dulu bersama seluruh karyawan

Sebelum Briefing narsis dulu bersama seluruh karyawan

Kegiatan kedua yang dilakukan adalah pengajian.  Kegiatan ini memang dilakukan hanya sebulan sekali disetiap awal bulan.  Kegiatan ini sangat positif karena memang meningkatkan sisi spiritual dari masing-masing karyawan.  Dan biasanya kegiatan ini disisipi oleh ceramah agama yang diharapkan dapat meningkatkan value dari karyawan dan menumbuhkan pondasi yang kuat dalam menjaga integritas dari masing-masing karyawan.  Bukankah kita bekerja tidak hanya untuk kepentingan dunia saja tapi juga untuk kepentingan akhirat kelak.

Pengajian yang rutin dilakukan setiap sebulan sekali

Pengajian yang rutin dilakukan setiap sebulan sekali

Jika kegiatan briefing dapat mengupgrade pengetahuan mengenai core bisnis perusahaan dan kegiatan pengajian diharapkan mampu menciptakan karyawan dengan pondasi spiritual yang baik maka kegiatan ketiga yang dilakukan kantor tempat saya bekerja adalah bagaimana menjaga agar tubuh menjadi sehat.  Yups, kegiatan ketiga ini adalah olah raga barsama.  Dilakukan setiap sabtu pagi, jam 6 pagi seluruh karyawan di kantor regional sudah harus berkumpul di Kambang Iwa.  Kambang iwa merupakan sebuah danau yang terdapat jogging track yang mengelilingi danau tersebut.  Tempat ini biasa digunakan sebagai tempat kegiatan olah raga seperti jogging maupun senam oleh masyarakat kota Palembang.  Saya pernah menceritakan mengenai tempat ini di episode Ramadhan di Rantau.  Klik di SINI bagi yang mau melihat link nya.

Kegiatan olah raga bersama ini dilakukan agar menjaga kondisi tubuh tetap prima.  Apalagi sekarang berbagai macam penyakit mudah sekali menyerang.  Jika dilihat memang bagi orang kantoran waktu untuk berolah raga memang hampir tidak ada.  Seminggu beraktivitas habis dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor sedangkan ketika hari libur, sangat malas untuk melakukan aktivitas apa-apa.  Oleh karena itu, gagasan untuk berolah raga bersama ini keluar.  Bukankah dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat, men sana incopore sano.

Senam Jantung Sehat di Kambang Iwa

Senam Jantung Sehat di Kambang Iwa

Istirahat setelah olah raga bersama

Foto Dulu Setelah Olah Raga bersama

Foto Dulu Setelah Olah Raga bersama

Begitulah kegiatan yang dilakukan dikantor tempat saya bekerja.  Bukan hanya kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan saja tapi menyangkut segala aspek.  Karena dalam bekerja bukan hanya sekedar bekerja.  Tidak hanya datang ke kantor, duduk manis, menyelesaikan pekerjaan dan pulang.  Harus terdapat keseimbangan agar apa yang kita kerjakan menjadi maksimal.